Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hii! Tempat Tidur Anda Bisa Jadi Lebih Kotor Daripada Toilet

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 22 Jul 2015 13:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Tempat tidur Anda bisa jadi menyimpan lebih kotor ketimbang toilet. Tidak percaya? Ini sejumlah fakta yang dipaparkan para ahli kesehatan dan kebersihan rumah, agar Anda bisa waspada dan selalu menjaga kebersihan tempat yang setiap harinya digunakan untuk beristirahat tersebut.

1. Keringat Saat Tidur

Orang dewasa rata-rata mengeluarkan keringat setara satu liter air ketika tidur, jika suhu pada malam harinya hangat. Keringat tersebut terserap oleh kain sprei, bantal, selimut serta kasur. Akibatnya tempat tidur menjadi lembab dan menjadi lingkungan yang betah didiami kutu, bakteri serta kuman. 

2. Menyebabkan Alergi

Pakar kesehatan rumah Dr Lisa Ackerley mengatakan bahwa kutu dari debu ataupun yang berada di kasur sebenarnya tidak berbahaya. Namun kotoran dari tubuh mereka bisa berisiko bagi kesehatan karena memicu reaksi alergi. Mulai dari sesak napas, gatal-gatal hingga ruam pada kulit.

"Mereka bisa mengakibatkan rhinitis (peradangan selaput lendir hidung), batuk-batuk dan mata kering. Mereka bisa mengganggu tidur Anda. Orang yang memiliki alergi bisa semakin parah gejalanya. Dia mungkin mengira hanya terkena pilek biasa tapi kutu adalah masalah utamanya," tutur Lisa.

3. Memicu Asthma

Tidak hanya residu dari kutu, tubuh Anda sendiri bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan. Saat tidur, sel-sel kulit mati dari tubuh bisa saja rontok dan menempel pada tempat tidur. Sel kulit mati ini bisa memperparah kondisi penderita asthma jika tempat tidur tidak dibersihkan dengan penyedot debu secara rutin.

"Anda bisa tahu sebuah bantal penuh dengan residu keringat dan banyak hal lainnya dengan menekankan tangan di atasnya. Jika kedua tangan merosot dari sisi bantal, maka bisa dipastikan bantal Anda sudah menurun kualitasnya karena terseret oleh keringat, air liur, sel kulit mati dan cairan tubuh lainnya yang keluar," papar pakar kebersihan Aggie Mackenzie.

4. Flu Hingga Keracunan Makanan

Kasur atau sprei berbahan linen bisa menjadi tempat 'sempurna' bagi mikro-organisme untuk berkembang biak, dan bisa memicu penyakit seperti flu hingga keracunan makanan, apabila Anda menyantap camilan di tempat tidur.

5. Cara Keliru Memperlakukan Tempat Tidur

Aggie mengatakan, agar selalu higienis, kasur dan segala perangkatnya (sprei, selimut, bantal) harus dicuci dan di-vacuum secara rutin. Selain itu juga mesti teliti memperlakukan tempat tidur setelah dipakai malam harinya.

"Banyak orang berpikir setelah bangun mereka harus segera merapikan tempat tidurnya tapi itu justru membuat kutu makin betah karena kondisinya hangat dan lembab. (Yang benar) adalah melepas selimut, buka jendela agar udara luar masuk ke dalam kamar baru rapikan tempat tidur," saran Aggie.

6. Bersih-bersih Tempat Tidur

Aggie menyarankan untuk mencuci bantal minimal dua kali setahun di tempat jasa laundry atau mesin cuci sendiri. Untuk bantal berisi bulu angsa, harus segera dikeringkan setelah pencucian agar tidak menjadi lembab, jamur mudah berkembang dan berbau. Sementara untuk sprei, harus dicuci seminggu sekali untuk mencegah penyebaran kuman. Untuk selimut juga dua kali setahun dan tempat tidur harus di-vacuum secara rutin setiap hari.

"Vacuum kasur Anda secara rutin, Anda akan terkejut dengan apa saja yang akan keluar dari situ. Sel kulit matinya terlihat seperti bedak talk berwarna keabuan. Sebaiknya memang dikeluarkan terutama jika Anda menderita asthma," pungkasnya.
(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads