Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sabun Cair Vs Batang, Lebih Baik Mana untuk Kesehatan Kulit?

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 15 Jun 2015 16:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda. Begitu pula ketika memilih sabun mandi, ada yang lebih nyaman menggunakan sabun cair dan beberapa masih lebih menyukai memakai sabun batang. Sebenarnya mana yang lebih baik, sabun cair atau batang?

Menurut dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, dr Atika, sabun cari dan batang memiliki fungsi yang sama. Kedua jenis sabun memiliki kandungan serupa hanya soal kenyamanan saja.

"Keduanya mempunyai fungsi yang sama hanya bagaimana kenyamanan setiap orang, kan ada yang sukanya pakai sabun cari tapi ada juga yang lebih suka pakai batangan. Jadi tergantung selera, berganti sabun pun nggak masalah," tutur Atika saat berbincang di acara Lifebuoy, Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama juga dipaparkan oleh Senior Brand Manager Lifebuoy, Indriani. Indri mengatakan sabun cair dan batang memang memiliki kandungan yang sama namun kenyamanannya berbeda. Indri mengklaim bahwa dengan memakai sabun cair, kulit terasa lebih segar dan memberikan ketenangan. Berbeda dengan sabun batangan yang hanya membersihkan saja. Meski demikian, pilihan tetap jatuh pada keputusan masing-masing.

"Mungkin kalau sabun batang berasanya lebih bersih tapi kembali ke masing-masing, tergantung budget juga, yang penting tujuh area tubuh paling banyak kuman harus digosok," ujar Indri.

Tujuh area yang dimaksud adalah belakang telinga, leher, lipatan lengan, ketiak, selangkangan, punggung, dan kaki. Atika pun mengingatkan agar mandi minimal dua kali sehari agar kuman yang berada di area-area tersebut tidak berkembang biak. Mandi minimal pagi dan sore walaupun Anda selalu pulang larut malam.

Atika mengatakan agar tidak terlalu percaya dengan 'larangan' mandi malam. Ada mitos yang menyebutkan bahwa mandi malam bisa menimbulkan penyakit rematik. Hal tersebut hanya mitos belaka. Dengan membersihkan diri justru akan menjauhkan Anda dari kuman yang menempel selama beraktivitas.

"Jadi walau sudah malam disempatkan untuk mandi setelah beraktivitas karena keringatnya banyak, Anda juga menyentuh segala macam benda, negara kita tropis jadi disarankan mandi minimal dua kali sehari untuk mengurangi risiko penyakit kulit. Rematik itu hanya mitos, mungkin kalau takut masuk angin atau lainnya bisa pakai air panas yang penting dibersihkan dengan sabun," tambahnya kemudian.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads