Pakaian Dalam Inovasi Baru, Tak Perlu Pakai Pembalut Saat Menstruasi
Masa haid tentu menjadi momen yang kurang nyaman bagi para wanita. Selain karena nyeri di bagian perut, mereka juga sering merasa risih dan repot dengan pemakaian pembalut. Demi menghadirkan rasa 'aman' bagi wanita yang tengah datang bulan, sebuah inovasi dihadirkan oleh Thinx. Merek pakaian dalam tersebut menciptakan produk yang memungkinkan para pengguna tak memakai pembalut saat menstruasi.
Brand asal New York, Amerika Serikat ini mengklaim jika pakaian dalamnya dihadirkan dengan teknologi yang dapat menggantikan fungsi pembalut. Produk tersebut bahkan bisa menyerap cairan dua kali lebih banyak dari sebuah tampon atau setara lima sendok makan.
Pakaian dalam ini didesain oleh tiga wanita yang berasal dari New York, AS. Mereka adalah si kembar Miki dan Radha Agrawal serta seorang teman bernama Antonia Dunbar. Minimnya pembalut di beberapa negara, misalnya Uganda menjadi inspirasi di balik terciptanya item ini. Thinx pun ingin menawarkan pakaian dalam cantik untuk wanita yang sedang datang bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dilengkapi dengan teknologi anti bocor, Thinx memang dihadirkan dengan model seperti pakaian dalam biasa. Desainnya bahkan bisa dibilang cukup cantik dan ditawarkan dengan tiga pilihan. Opsi tersebut antara lain Thong untuk haid ringan, Cheeky untuk haid sedang, dan Hiphugger untuk haid berat. Ketiganya bisa dicuci dan dipakai berulang kali.
Pemakaian pembalut memang sering menimbulkan ketidaknyamanan yang membuat wanita segan melakukan aktivitas. Dengan mengenakan produknya, Thinx berharap agar wanita bisa memilki kesempatan yang sama dalam mengejar masa depan meski 'dikarunia' masa menstruasi.
"Dengan membayangkan kembali produk kebersihan wanita yang dapat menyediakan dukungan, kenyamanan, kepercaya diri dan perasaan tenang, kami ingin mengapus rasa malu, memperdayakan wanita dan perempuan muda di seluruh dunia," tambah Miki.
Selain dengan menawarkan pakaian dalam anti bocor ini, Thinx juga mendonasikan sebagian keuntungan untuk organisasi AFRIpads agar perempuan muda Uganda bisa bebas pergi sekolah tanpa mengkhawatirkan masalah menstruasi. Menurut situs Metro, 11% gadis Uganda sering bolos sekolah karena problema bulanan ini.
Produk tersebut ditawaran dengan jangkauan harga Rp 320 ribu hingga Rp 460 ribu dan dijual hanya melalui situs belanja online. Meski cukup mahal, pakaian dalam yang dibuat di Sri Lanka ini bisa meminimalisir penggunaan pembalut atau tampon dan mempermudah aktivitas.
(ami/ami)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN











































