Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pakaian Dalam Inovasi Baru, Tak Perlu Pakai Pembalut Saat Menstruasi

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 05 Jun 2015 18:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinx
Jakarta -

Masa haid tentu menjadi momen yang kurang nyaman bagi para wanita. Selain karena nyeri di bagian perut, mereka juga sering merasa risih dan repot dengan pemakaian pembalut. Demi menghadirkan rasa 'aman' bagi wanita yang tengah datang bulan, sebuah inovasi dihadirkan oleh Thinx. Merek pakaian dalam tersebut menciptakan produk yang memungkinkan para pengguna tak memakai pembalut saat menstruasi.

Brand asal New York, Amerika Serikat ini mengklaim jika pakaian dalamnya dihadirkan dengan teknologi yang dapat menggantikan fungsi pembalut. Produk tersebut bahkan bisa menyerap cairan dua kali lebih banyak dari sebuah tampon atau setara lima sendok makan.

Pakaian dalam ini didesain oleh tiga wanita yang berasal dari New York, AS. Mereka adalah si kembar Miki dan Radha Agrawal serta seorang teman bernama Antonia Dunbar. Minimnya pembalut di beberapa negara, misalnya Uganda menjadi inspirasi di balik terciptanya item ini. Thinx pun ingin menawarkan pakaian dalam cantik untuk wanita yang sedang datang bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku ingin mengubah kebudayaan wanita saat haid, dan tidak dengan menggunakan pakaian dalam nenek-nenek yang berasa seperti sebuah popok," kata Miki pada Forbes dikutip dari situs Mirror.

Meski dilengkapi dengan teknologi anti bocor, Thinx memang dihadirkan dengan model seperti pakaian dalam biasa. Desainnya bahkan bisa dibilang cukup cantik dan ditawarkan dengan tiga pilihan. Opsi tersebut antara lain Thong untuk haid ringan, Cheeky untuk haid sedang, dan Hiphugger untuk haid berat. Ketiganya bisa dicuci dan dipakai berulang kali.

Pemakaian pembalut memang sering menimbulkan ketidaknyamanan yang membuat wanita segan melakukan aktivitas. Dengan mengenakan produknya, Thinx berharap agar wanita bisa memilki kesempatan yang sama dalam mengejar masa depan meski 'dikarunia' masa menstruasi.

"Dengan membayangkan kembali produk kebersihan wanita yang dapat menyediakan dukungan, kenyamanan, kepercaya diri dan perasaan tenang, kami ingin mengapus rasa malu, memperdayakan wanita dan perempuan muda di seluruh dunia," tambah Miki.

Selain dengan menawarkan pakaian dalam anti bocor ini, Thinx juga mendonasikan sebagian keuntungan untuk organisasi AFRIpads agar perempuan muda Uganda bisa bebas pergi sekolah tanpa mengkhawatirkan masalah menstruasi. Menurut situs Metro, 11% gadis Uganda sering bolos sekolah karena problema bulanan ini.

Produk tersebut ditawaran dengan jangkauan harga Rp 320 ribu hingga Rp 460 ribu dan dijual hanya melalui situs belanja online. Meski cukup mahal, pakaian dalam yang dibuat di Sri Lanka ini bisa meminimalisir penggunaan pembalut atau tampon dan mempermudah aktivitas.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads