Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Seram, Tren Tato Terbaru yang Buat Orang Rela Disayat Hingga Berdarah

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 28 Apr 2015 13:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Tato menggunakan tinta sepertinya sudah dianggap biasa bagi sebagian orang. Pecinta seni melukis tubuh memiliki cara baru untuk mengekspresikan diri mereka. Yakni dengan menyanyat kulit demi menampilkan gambar pada bagian tubuh yang dikehendaki. Tato jenis baru yang dinyatakan ilegal di sejumlah negara ini pun menjadi tren di kalangan pecinta modifikasi tubuh.

Prosedur tersebut dijadikan bentuk pengorbanan bagi para pecinta modifikasi tubuh yang hobi menerapkan tindikan serta tato secara ekstrem. Praktek ini terinspirasi dari ritual pengorbanan diri yang sering dilakukan suku-suku di Afrika, Papua Nugini, atau Selandia Baru. Biasanya para anggota merelakan diri untuk terluka sebagai bentuk pengabdian baik untuk sesama ataupun Tuhan yang disembah.

Gambar yang tampil pada kulit dilukis dengan cara seperti dipahat. Menurut blog Tattoodo, praktik ini melibatkan pisau yang sudah disterilkan. Prosedur selebihnya kurang lebih sama dengan tato biasa yang menggunakan jarum. Pertama bagian tubuh yang ingin dilukis dibersihkan kemudian digambarkan desain tatonya. Setelah itu motif tersebut dibentuk dengan cara menyayat kulit bagian paling luar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian dari Anda mungkin menganggap jika tato jenis ini akan terasa sangat menyakitkan. Namun orang-orang yang sudah menjalaninya tidak merasa demikian. Diktuip dari situs Mirror, mereka malah menyatakan jika prosedur tersebut tidak lebih menyiksa dari pada tato konvensional.

Meski begitu, prosedur ini tetap tidak disarankan karena resiko kesehatannya lebih berbahaya. Karena kulit dibiarkan terbuka, ditakutkan bakteri dan virus akan mudah masuk. Tindakan tersebut juga bisa memicu penyakit berbahaya, seperti Hepatitis hingga HIV.

"Karena praktek modifikasi tubuh tertentu menembus kulit dan membran lendir melalui pemotongan, pembakaran dan piercing ada peningkatan risiko luka, pendarahan dan trauma psikologis serta paparan dan infeksi virus yang menular melalui pertukaran darah seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV," ujar David Jensen dikutip dari situs National Post.

Di negara barat, seperti Inggris sudah banyak studio tato yang bersedia melakukan prosedur ini. Melukis tubuh dengan menyanyat kulit juga semakin populer berkat media sosial. Popularitas tren menyeramkan tersebut kabarnya banyak ditemui di negara-negara dengan peminat modifikasi tubuh terbanyak, salah satunya Kanada.

(ami/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads