Wanita Ini Teliti Manfaat Daun Katuk untuk Cegah Kanker Payudara

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 14 Okt 2014 15:33 WIB
Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta -

Daun katuk telah dipercaya wanita Indonesia sebagai asupan yang dapat memperbanyak produksi Air Susu Ibu (ASI). Tak hanya diolah sebagai asupan sayur-mayur, daun katuk pun telah diekstrak ke dalam bentuk kapsul demi mempermudah para ibu menyusui.

Selama ini, sayur bernama ilmiah Sauropus Androgynus tersebut memang lebih fokus dikembangkan sebagai bahan peningkat produksi ASI dan pendorong laktasi. Namun belum ada yang meneliti tentang kegunaan sayur asal Indonesia itu sebagai pencegah kanker payudara. Hal tersebut pun akan dicoba diinvestigasi oleh Drh. ‎Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD‎.

Fitriya merupakan peraih penghargaan For Women In Science Nasional 2014 yang diadakan oleh L'Oreal bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Berkat proposal penelitiannya yang berfokus pada pengkajian katuk sebagai pencegah kanker payudara, wanita 32 tahun itu berhasil menang dalam kategori life science.

"Sungguh ini penghargaan yang berarti bagi para peneliti muda Indonesia untuk berkarya," ungkap Fitriya saat pemberian penghargaan dari L'Oreal kepadanya di Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2014). Bersama dengan dua pemenang For Women In Science Nasional lainnya, Fitriya pun berhak mendapatkan beasiswa sebesar Rp 80 juta.

‎Ide awal penelitian katuk sebagai bahan potensial demi pencegahan kanker pada sel epitel kelenjar susu ini adalah karena kandungan kaempferol yang terdapat di dalam sayuran hijau itu. Kaempferol sendiri merupakan flavonol alami yang memiliki kemiripan struktur dengan estrogen (hormon seksual wanita). Berdasarkan penelitian sebelumnya, kaempferol diketahui mampu bersatu dengan reseptor estrogen serta mendorong efek agonis maupun antagonis dari estrogen. Melalui penemuan epidiomedikal, flavonol juga pernah dibuktikan memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara.

Berdasarkan riset-riset sebelumnya yang menjanjikan, peneliti asal Institut Pertanian Bogor (IPB) itu ingin membuktikan secara ilmiah efek ekstrak kaempferol dari katuk secara lebih lanjut. Penelitian difokuskan pada pada sel epital kelenjar susu normal sebagai pencegah kanker payudara, yang merupakan penyakit mematikan terbesar untuk wanita. ‎Proposal ini akan segera ditindaklanjuti sebagai penelitian utuh yang akan dilakukan di IPB.

(ami/eny)