Senam Disko Olahraga yang Menyenangkan, Efektifkah Turunkan Berat Badan?
Saat ini, olahraga dengan gerakan atau musik yang menarik kerap disajikan sejumlah sanggar atau fitness center. Hal tersebut dimaksudkan agar para peserta lebih termotivasi dan tidak cepat bosan. Salah satu latihan unik yang mengedepankan sisi fun dari olahraga ini adalah senam disko.
Senam disko merupakan jenis olahraga yang menggabungkan musik disko dengan gerakan ringan ala orang menari di klub. Latihan ini cocok dilakukan oleh anak muda yang tidak suka atau malas berolahraga yang sifatnya monoton. Kegiatan itu pun bisa menjadi alternatif bagi mereka yang mau menyehatkan badan namun ingin melakukannya dengan cara yang menyenangkan.
Selain menjaga kebugaran tubuh, tak sedikit orang yang berniat melakukan olahraga demi menurunkan berat badan. Bagi orang yang cepat merasa bosan dengan latihan yang monoton, tampaknya senam disko ini dapat dijadikan alternatifnya. Apakah benar bisa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan orang yang gemuk seharusnya fokus membakar lemak. Pembakaran lemak berlebih bisa dilakukan dengan melakukan latihan dengan intensitas rendah contohnya berjalan cepat, bersepeda, atau berenang.
"Senam disko dengan menurunkan berat badan itu berbeda cerita. Karena musik up beat kan membuat orang bergerak dengan intensitas yang tinggi, tidak cocok untuk olahraga orang gemuk. Orang memang sering salah kaprah," tambah Wishnu saat ditemui di acara Sportember oleh Mizone di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014).
Sebenarnya senam disko ini tetap bisa dilakukan oleh orang yang kelebihan berat badan. Namun sebaiknya tidak di awal proses penurunan berat badan. Disko bisa dilakukan ketika bobot tubuh sudah mulai berkurang. Atau bisa juga dilakukan jika orang tersebut sudah biasa dengan senam disko karena kegiatan itu sudah menjadi latihan berintensitas rendah baginya.
"Tinggi rendahnya intensitas bisa dilihat dari pernapasan. Kalau sampai ngos-ngosan itu termasuk tinggi. Kalau tidak, ya rendah. Setiap orang berbeda tapi umumnya membakar lemak dengan olahraga ringan dulu nanti (baru) ditambah intensitasnya," saran salah satu pengajar di Universitas Indonesia itu.
(ami/hst)
Hobi dan Mainan
Menariknya Iron Man Mark 39, Action Figure Resmi Marvel yang Mudah Dirakit dan Siap Pajang
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Ramalan Zodiak 11 Januari: Taurus Rintangan Menghadang, Gemini Terus Maju
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang











































