Liputan Khusus Masalah Miss V

Benarkah Air Rebusan Daun Sirih Dapat Mengatasi Keputihan?

Intan Kemalasari - wolipop Jumat, 29 Agu 2014 14:48 WIB
dok. Thinkstock dok. Thinkstock

Jakarta - Berbicara tentang keputihan, hampir setiap wanita pasti pernah mengalaminya. Banyak sekali masalah-masalah yang menjadi penyebab utama dari keputihan, seperti aktivitas sehari-hari, faktor lingkungan, dampak psikologis sampai masalah kesuburan.

Keputihan merupakan hal umum yang banyak dijumpai dalam masyarakat khususnya wanita karena terdapat banyak aspek-aspek di dalamnya. Oleh karena itu, banyak dijumpai mitos-mitos yang beredar seputar keputihan. Mitos tersebut bisa saja dibenarkan oleh para ahli namun ada juga beberapa mitos yang sebenarnya tidak tepat.

Salah satu mitos tentang keputihan yang paling sering dibicarakan adalah mengobati keputihan dengan air rebusan daun sirih. Apakah mitos tersebut benar? Menurut Dr. M. Rezha Faisal, SpOG yang merupakan spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, air rebusan daun sirih mempunyai sifat anti bakteri.

Apabila digunakan dalam kondisi yang tepat, bisa saja membantu membunuh kuman-kuman penyebab keputihan, seperti bakteri, jamur, virus dan parasit atau protozoa. Namun sering kali, penggunaan daun sirih yang dijual sebagai pembersih kewanitaan tidaklah tepat dan bisa menimbulkan kerugian.

Di dalam vagina terdapat bakteri bernama lactobacillus. Kebanyakan dari bakteri ini bersifat umum dan tidak membahayakan bagi kesehatan. Dalam manusia, bakteri ini dapat ditemukan di dalam vagina. Kuman lactobacillus ini berfungsi untuk mengatur keasaman atau pH pada vagina. Normalnya, tingkat keasaman atau pH pada vagina berkisar antara 3 atau 4.

"Tingkat atau suasana asam ini menguntungkan. Apabila ada bakteri atau kuman dari luar yang sifatnya negatif atau mengganggu, kuman ini akan mati terkena asam vagina," jelas Dr. M. Rezha Faisal, SpOG ketika ditemui Wolipop, Rabu (27/08/2014) di kediamannya di Bekasi.

Meski menggunakan air rebusan daun sirih dianjurkan, namun Dr. Rizal menyarankan agar tidak menggunakannya terlalu sering. Gunakanlah ketika keputihan sudah berlebihan, gatal dan terasa panas. Jika vagina terus-menerus terpapar dengan air rebusan daun sirih, maka bisa berdampak buruk karena akan membunuh bakteri lactobacillus yang sebenarnya tidak membahayakan. Akibatnya, keasaman vagina menjadi berubah dan terganggu.

Yang perlu diketahui, keputihan dalam kondisi normal merupakan proses alami yang tidak bisa sembuh karena akan berjalan dengan sendirinya. Jadi, ketika keputihan tersebut normal maka tidak perlu dikhawatirkan.

"Setiap wanita mempunyai siklus hormonal. Jadi keputihan itu pasti ada dan tidak perlu merasa takut dan tidak perlu diobati," tutur dokter yang mempunyai hobi travelling ini. Tetapi sebaliknya, apabila keputihan yang tidak normal memang harus diberikan penanganan yang khusus. Apabila dibiarkan, infeksinya bisa menyebar kepada organ lainnya.

"Kalau keputihan awal biasanya hanya infeksi di mulut rahim atau di dinding vagina. Tetapi kalau sudah berkembang, infeksinya bisa merambat ke dinding rahim dan menyebar sampai ke saluran telur," jelasnya lagi.

Situasi seperti ini akan membuat proses penyembuhan lebih sulit. Apabila infeksi sudah cukup parah, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang diminum dengan takaran dosis yang lebih tinggi. Keputihan yang tidak wajar juga bisa disembuhkan dengan cara pembedahan atau operasi.


(kik/kik)