Berbagai Penyebab Perut Kembung, Tak Selalu Maag dan Masuk Angin
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 03 Jun 2014 07:40 WIB
Jakarta
-
Perut kembung menimbulkan rasa tidak nyaman dan umumnya terjadi ketika kadar gas di dalam perut berlebih. Penyebab perut kembung bisa bermacam-macam, misalnya karena maag, masuk angin atau adanya reaksi kimia dari makanan tertentu yang dikonsumsi, sehingga merangsang produksi gas berlebih di dalam usus.
Kembung juga bisa disebabkan karena gangguan pencernaan lain seperti iritasi atau infeksi usus dan sembelit. Beberapa makanan juga bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.
Makanan tersebut bisa menyebabkan gas berlebih karena tidak bisa dipecah oleh enzim pencernaan di dalam usus kecil sehingga ketika mencapai usus besar yang mencerna adalah bakteri. Proses ini bisa menghasilkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil.
Kelebihan gas di dalam usus dan berdiam diri di dalam saluran pencernaan memicu perut kembung. Padahal harusnya gas-gas ini dikeluarkan sehingga tidak menumpuk di perut. Beberapa orang biasanya akan berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara buang angin atau bersendawa.
Hal itu bisa membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah. Rata-rata orang akan melepaskan gas melalui kentut atau sendawa sebanyak 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.
Tapi jika hal itu tidak terjadi, perut akan merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas. Selama masih belum dalam kondisi yang kronis, perut kembung bisa diatasi dengan cara-cara alami. Ini dia beberapa tipsnya.
1. Konsumsi Makanan yang Mudah Dicerna
Melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup, salah satunya pilihlah makanan yang mudah dicerna tubuh seperti nasi, jeruk, anggur serta menghindari makanan yang mengandung gas tinggi (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong).
2. Hindari Makanan Pemicu Kembung
Beberapa orang kadang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga ada baiknya seseorang mengenali makanan apa saja yang bisa membuat gejala menjadi lebih buruk atau baik. Misalnya sebagian orang mengalami intoleransi laktosa, yaitu tubuh tidak memiliki enzim yang dapat mencerna laktosa pada susu sehingga ketika meminum susu, perutnya akan sembelit atau kembung. Maka sebaiknya hindari minuman dan makanan olahan dari susu.
3. Makan Sedikit-sedikit
Sebaiknya makan 6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan tiga kali dalam porsi besar. Karena makanan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna serta lebih sedikit menghasilkan gas.
(hst/hst)
Kembung juga bisa disebabkan karena gangguan pencernaan lain seperti iritasi atau infeksi usus dan sembelit. Beberapa makanan juga bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.
Makanan tersebut bisa menyebabkan gas berlebih karena tidak bisa dipecah oleh enzim pencernaan di dalam usus kecil sehingga ketika mencapai usus besar yang mencerna adalah bakteri. Proses ini bisa menghasilkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bisa membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah. Rata-rata orang akan melepaskan gas melalui kentut atau sendawa sebanyak 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.
Tapi jika hal itu tidak terjadi, perut akan merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas. Selama masih belum dalam kondisi yang kronis, perut kembung bisa diatasi dengan cara-cara alami. Ini dia beberapa tipsnya.
1. Konsumsi Makanan yang Mudah Dicerna
Melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup, salah satunya pilihlah makanan yang mudah dicerna tubuh seperti nasi, jeruk, anggur serta menghindari makanan yang mengandung gas tinggi (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong).
2. Hindari Makanan Pemicu Kembung
Beberapa orang kadang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga ada baiknya seseorang mengenali makanan apa saja yang bisa membuat gejala menjadi lebih buruk atau baik. Misalnya sebagian orang mengalami intoleransi laktosa, yaitu tubuh tidak memiliki enzim yang dapat mencerna laktosa pada susu sehingga ketika meminum susu, perutnya akan sembelit atau kembung. Maka sebaiknya hindari minuman dan makanan olahan dari susu.
3. Makan Sedikit-sedikit
Sebaiknya makan 6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan tiga kali dalam porsi besar. Karena makanan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna serta lebih sedikit menghasilkan gas.
(hst/hst)
Hobi dan Mainan
Menariknya Iron Man Mark 39, Action Figure Resmi Marvel yang Mudah Dirakit dan Siap Pajang
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 11 Januari: Taurus Rintangan Menghadang, Gemini Terus Maju
2
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
3
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
4
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
5
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
MOST COMMENTED











































