Sehat dengan Sarapan, Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi
Banyak orang yang sering melewatkan sarapan dengan alasan terlalu sibuk, takut terlambat datang ke kantor atau sedang diet untuk turunkan berat badan. Kalaupun menyempatkan sarapan, umumnya orang cenderung makan seadanya misalnya dengan roti dan susu, sereal atau sekadar teh manis hangat. Ada pula yang hanya mengonsumsi buah-buahan karena menganggap tubuh harus mengasup makanan ringan setelah bangun pagi agar sistem pencernaan tidak 'kaget'.
Ternyata menurut ahli, anggapan tersebut keliru. Pakar gizi dan nutrisi Emilia E. Achmadi MS. RD. justru berpendapat bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting bagi tubuh dan sudah seharusnya mengonsumsi makanan yang komplet nutrisinya. Ia menyarankan untuk makan pagi satu atau dua jam sebelum aktivitas fisik dimulai dan dalam makanan tersebut harus mengandung setidaknya lima nutrisi penting.
"Harus ada karbohidrat bisa dalam bentuk buah, kraker, roti, bahkan nasi. Tapi harus ada serat, seperti pisang, apel atau tambah dengan jus apel hijau dan bayam, tapi jangan disaring. Kalau disaring seratnya tidak kita makan. Komponen ketiga harus ada protein, minum susu, makan telur, ikan. Yang penting sarapan itu ada makanan yang cukup buat substansi," ujar Emilia saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sarapan 500 kalori cukup, seperti pisang, roti dengan selai kacang dan telur 1 butir, itu sudah 500 kalori loh. Tapi kalau sarapan makannya nasi uduk, ayamnya dua pakai bumbu kacang itu sudah 1.000 kalori. Jadi be smart dengan pilihannya," tutur lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat ini.
Sarapan selain menjaga kesehatan jangka panjang dan membantu tubuh beraktivitas lebih maksimal seharian, juga bisa bantu turunkan berat badan. Menurut Emil, rajin sarapan membuat kita lebih disiplin dalam pola makan. Makan yang teratur akan membuat berat badan lebih cepat turun karena hasrat ngemil makanan tidak bergizi pun berkurang.
"Memang jenis yang dimakan harus diperhatikan. Jumlah kilo kalori yang masuk juga harus diperhatikan. Kalau mau turunkan berat badan hitung dulu, kalau biasanya makan 2.000 kalori setiap hari badan tetap stabil, artinya nggak naik dan turun maka itu tidak masalah. Tapi sekarang lagi kelebihan berat badan, 2.000 kalorinya harus diturunkan jadi 1.500," jelasnya.
(hst/hst)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Perempuan, Panjang Umur hingga BB Turun
Puasa Tanpa Bau Mulut! Ini Cara Tepat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut
5 Makanan Buka Puasa Selain Gorengan, Lebih Sehat dan Bikin Kenyang
7 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan
Baju Lebaran 2026
Intip Tren Baju Lebaran Cheongsam Ala Gen Z di Pasar Tanah Abang
Influencer Tradwife yang Kontroversial Hamil Anak Ke-9
Zhou Yiran Jadi Sorotan di Drama China Generation to Generation, Ini Faktanya
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Berhati-hati, Virgo Tetap Sabar











































