Liputan Khusus Katering Diet
Berlangganan Katering Diet, Apakah Efektif Turunkan Berat Badan?
Pola hidup sehat dengan menjalankan diet tertentu tengah marak dilakukan oleh wanita. Terlepas demi memiliki kehidupan yang sehat, wanita menjalankan program diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Namun, pelaku diet sering malas menjalankan diet karena tidak sempat mengolah makanannya.
Dari situlah, bisnis makanan sehat menjadi berkembang. Banyak dari pelaku bisnis katering menawarkan menu diet untuk pelangsingan tubuh. Meski kini katering diet tengah marak, namun apakah menu yang ditawarkan benar-benar berdampak bagi tubuh para customer?
Dari polling kecil-kecilan yang dilakukan Wolipop lewat online pada Kamis (27/3/2014), menemukan bahwa sebagian kecil responden mengaku berhasil menurunkan bobot tubuh lewat menu makanan yang diantar dari katering diet. Meski begitu, hanya 28% responden dari 135 orang yang merasakan manfaat dari katering diet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Tina, Bianka (bukan nama sebenarnya) juga merasakan dampak positif setelah mengikuti program diet. "Ikut program diet turun 4 kilo. Niat awalnya hanya untuk sehat karena aku memilih katering yang makanannya organik semua," tulis Bianka.
Sementara, 72% lainnya mengaku mengikuti program penurunan berat badan lewat katering diet kurang begitu efektif. Banyak di antara mereka mengaku, kurangnya komitmen dalam menjalan program diet yang telah dirancang oleh katering yang membuat penurunan berat badan tidak signifikan.
"Ikut katering diet tapi beratku belum turun sama sekali, mungkin karena aku nggak komit, masih sering nyemil," tulis Ria (bukan nama sebenarnya) di Twitter.
Begitu juga dengan Ratih (bukan nama sebenarnya) yang juga ikut berkomentar , "Katering diet kurang efektif kayanya. Ikut katering diet 2 bulan, berat badan turun cuma 2 kilo, karena progressnya lama, aku berhenti."
Responden lainnya mengaku, menu diet yang ditawarkan kurang membuat selera dan kebanyakan rasa makanannya hambar. Selain itu, berlangganan katering diet cukup mahal. "Rasa makanan menu diet hambar banget, harganya juga mahal. Setelah seminggu nggak lanjut lagi," tulisnya di Twitter.
Sedangkan 10% responden lainnya mengaku tidak tertarik mengikuti katering diet. "Nggak tertarik berlangganan katering diet. Pasti rasa makanannya aneh," tulis Mila (bukan nama sebenarnya).
Kesimpulannya adalah, berhasil atau tidaknya mengikuti program pelangsingan tubuh lewat katering diet, tergantung dari diri Anda sendiri. Responden yang tidak berhasil menurunkan berat badan, rata-rata karena kurang komitmen pada program diet yang dijalankan. Penyebab lain mungkin juga karena gaya hidupnya yang belum berubah. Soal rasa, saat ini juga sudah banyak katering diet yang menawarkan menu makanan beragam dan memiliki cita rasa yang enak seperti makanan non-diet lainnya. (kik/kik)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Heboh Wanita 'Nyemplung' di Kolam Tetangga Tanpa Busana, Ingin Jadi Mermaid
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
Curhat Wendy Red Velvet Makan karena Terpaksa, Bikin Fans Khawatir











































