Suntik Botox, Cara Baru Tahan Rasa Lapar untuk Cegah Kegemukan
Botox ternyata tak hanya bisa digunakan untuk perawatan anti-kerut. Cairan botulinum toxin ini ternyata juga bisa mengatasi kegemukan.
Baru-baru ini rumah sakit di Norwegia telah melakukan percobaan pada pasien dengan kegemukan dan obesitas. Para pasien disuntikkan Botox pada otot-otot dinding perut mereka. Cairan tersebut kemudian mengembang dan memperlambat jalannya makanan dari mulut menuju perut.
Secara teori, proses ini membuat pasien merasa kenyang lebih lama, sehingga mereka makan lebih sedikit. Penggunaan Botox ini diklaim bisa mengurangi berat badan hingga 30 persen dalam lima minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti mengatakan bahwa Botox akan memperlambat kecepatan makanan ke dalam perut hingga 50 persen. Sebelum ke manusia, injeksi Botox ini juga pernah dilakukan pada perut tikus. Tikus-tikus percobaan yang disuntikkan Botox, berat badannya berkurang 8,2 persen dan hanya makan setengah dari porsi makanan yang diberikan.
Sementara itu pada percobaan lainnya, Botox disuntikkan pada syaraf vagus di dalam perut, yaitu syaraf yang mengirimkan sinyal 'kenyang' ke otak dan mengontrol jalannya makanan ke usus. Injeksi Botox bereaksi dengan 'melumpuhkan' syaraf tersebut dan menyebabkan hewan makan lebih sedikit serta berat badannya berkurang 20-30 persen selama lima minggu.
Hasil percobaan ini sedikit berbeda pada manusia. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan American Gastroenterological Association. Botox memang memperlambat rasa lapar dan perut kosong tapi tidak memicu penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sehingga metode injeksi Botox ini perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut agar hasilnya optimal.
(hst/fer)










































