Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sedot Debu dengan Vacuum Cleaner Bisa Picu Alergi dan Penyakit Berbahaya

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 02 Okt 2013 09:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Hati-hati! Cara Anda membersihkan rumah justru bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner bisa memicu alergi karena 'kabut' debu, bakteri dan jamur yang ditimbulkannya.

Partikel- partikel yang lebih kecil dari debu akan terangkat dan disemprotkan kembali ke udara oleh vacuum cleaner. Partikel tersebut akan menyebar ke sekeliling ruangan dan bisa terhirup. Sekelompok peneliti di Australia telah memperingatkan bahwa bakteri dan jamur bisa memicu alergi bahkan beberapa jenis bakteri mematikan yang mungkin saja dilepaskan ke udara dari penggunaan vacuum cleaner.

Dalam sebuah percobaan di University of Queensland dan Laval University di Quebec, Kanada, sisa-sisa DNA bakteri yang kebal terhadap obat dan DNA dari bakteri beracun ditemukan dalam debu yang tersedot vacuum cleaner. Menurut para peneliti, debu yang terdapat dalam ruangan bisa menjadi 'kendaraan' bagi bakteri jenis infant botulism yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan sindrom kematian mendadak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari Daily Mail, mereka menjelaskan bahwa membersihkan karpet dan furnitur berdebu dengan vacuum bisa mengangkat partikel kuman dan jamur yang berpotensi mematikan, kemudian menyemprotkannya ke udara layaknya aerosol atau alat spray.

Selain itu, berpotensi menyebabkan infeksi mematikan, partikel debu ini juga memperparah kondisi orang yang memiliki alergi, bayi dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.

Dr Luke Knibbs, ahli biologi yang memimpin penelitian menjelaskan bahwa bakteri yang berkeliaran di dalam ruangan harus lebih diwaspadai. Terutama jika ada anggota keluarga yang mengidap alergi, asthma atau penyakit akibat infeksi karena bisa menyerang tanpa gejala yang signifikan.

Dr Knibbs dan timnya telah mengujicoba 21 jenis vacuum cleaner dengan berbagai fungsi dan kualitas yang berbeda dalam sebuah terowongan udara. Udara dalam terowongan tersebut bersih dari sumber bakteri dan jamur.

Dia mengatakan, "Dengan cara ini kami bisa memastikan partikel apa saja yang masuk ke dalam vacuum cleaner."

Penemuan ini diperkuat oleh hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pada kulit dan rambut manusia, didapati adanya debu-debu yang juga biasa ditemukan di rumah. Debu tersebut diduga kuat merupakan sumber kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Hasil penemuan Dr Kribbs dan timnya yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan vacuum cleaner di kalangan ibu rumah tangga. Penggunaan vacuum cleaner tidak harus dihentikan sama sekali, hanya sebaiknya tidak digunakan setiap hari.

Gunakan penyedot debu hanya pada bagian-bagian rumah yang sulit dibersihkan saja. Ketika membersihkannya, pastikan Anda memakai masker dan sarung tangan karet. Untuk kegiatan bersih-bersih setiap hari, lebih baik gunakan cara konvensional dengan menggunakan sapu dan kain pel.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads