Makanan Yang Boleh & Tidak Boleh Dikonsumsi Saat PMS
Eya Ekasari - wolipop
Kamis, 13 Des 2012 07:10 WIB
Jakarta
-
Menjelang menstruasi atau haid, tak sedikit wanita yang mengalami premenstrual syndrome (PMS). Biasanya, PMS disertai dengan gejala seperti payudara membengkak dan nyeri, perut kembung, rasa lelah hingga perubahan suasana hati.
Meskipun PMS terjadi secara alami dan disebabkan meningkatnya hormon progesteron, sebenarnya gejala PMS bisa dikurangi. Seperti yang dikutip dari Livestrong, ada beberapa nutrisi pada makanan yang dapat mengurangi gejala PMS. Apa saja?
1. Karbohidrat Kompleks, Serat & Rendah Lemak
Makanan yang mengandung karbohidrat-kompleks seperti biji-bijian, satur dan buah-buahan merupakan beberapa panganan wajib saat PMS. Menurut penelitian 'Obstetrics and Gyneclogy' yang terdapat dalam jurnal yoga, mengonsumsi makanan yang kaya nabati dan rendah lemak dapat bantu mengurangi gejala PMS dengan cara meningkatkan hormon seks yang dapat menstabilkan kadar hormon.
Selain itu, biji-bijian dapat membantu meningkatkan hormon peningkat suasana hati yang disebut serotonin dan serat yang terdapat dalam buah serta sayuran. Makanan itu juga dapat menghilangkan kelebihan hormon dalam tubuh Anda.
2. Magnesium
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1998 di 'Journal of Women's Health', mengonsumsi 200 mg magnesium setiap harinya dapat bantu mengurangi nyeri pada payudara, kembung dan kenaikan berat bedan saat PMS. Jumlah magnesium tersebut dapat ditemukan dalam satu cangkir bayam. Pastikan bahwa Anda mengonsumsi lima porsi sayur dan buah-buahan setiap harinya agar mendapat asupan magnesium yang tepat. Selain itu, biji-bijian dan kacang-kacangan juga bisa menjadi alternatif lain.
3. Kalsium
Mendapat asupan kalsium yang cukup dapat bantu Anda mengurangi gejala PMS seperti ketegangan, rasa ingin makan, kembung, perubahan suasana hati dan nyeri otot. Bahkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal 'Archives of Internal Medicine' menemukan bahwa wanita yang meminum minimal empat gelas susu skim rendah lemak setiap harinya merasakan gejala PMS lebih rendah sekitar 1 banding 2, ketimbang mereka yang tak meminum susu. Tetapi bila Anda alergi dengan produk susu, bisa coba mengonsumsi makanan kayak kalsium lainnya seperti brokoli, bayam, produk kedelai dan jus.
4. Protein
Vitamin E dipercaya dapat mengurangi nyeri payudara dan sakit kepala, sedangkan vitamin B6 dapat mengurangi rasa depresi dengan meningkatkan hormon serotonin dalam tubuh, seperti yang ditemukan dalam penelitian oleh University of Minnesota Medical Center. Vitamin B6 bisa ditemukan dalam makanan kaya protein seperti ayam, ikan dan telur. Vitamin E juga dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti almond dan kacang tanah. Memakan segenggam kacang almond setiap hari bisa menjadi solusi Anda untuk redakan gejala PMS.
5. Makanan yang Harus Dihindari
Mengetahui makanan yang tak boleh Anda makan sama pentingnya mengetahui panganan yang sebaiknya dikonsumsi saat PMS. Misalnya, hindari makanan asin karena dapat menimbulkan rasa kembung dan memberikan rasa tak nyaman pada tubuh yang mengalami pembengkakan, seperti pada paha, payudara dan lengan.
Hindari gula karena dapat meningkatkan perubahan suasana hati, membuat lelah dan mengganggu kadar gula darah. Gula bisa memicu perubahan level pada hormon estrogen dan progesteron, yang bisa memengaruhi tingkat serotonin pada otak. Perubahan ini akan membuat mood cepat marah dan meningkatkan gejala PMS. Selain itu, kurangi kafein dan alkohol karena dapat menimbulkan gejala PMS lainnya akibat gangguan tidur dan meningkatkan risiko perubahan mood.
(eya/rma)
Meskipun PMS terjadi secara alami dan disebabkan meningkatnya hormon progesteron, sebenarnya gejala PMS bisa dikurangi. Seperti yang dikutip dari Livestrong, ada beberapa nutrisi pada makanan yang dapat mengurangi gejala PMS. Apa saja?
1. Karbohidrat Kompleks, Serat & Rendah Lemak
Makanan yang mengandung karbohidrat-kompleks seperti biji-bijian, satur dan buah-buahan merupakan beberapa panganan wajib saat PMS. Menurut penelitian 'Obstetrics and Gyneclogy' yang terdapat dalam jurnal yoga, mengonsumsi makanan yang kaya nabati dan rendah lemak dapat bantu mengurangi gejala PMS dengan cara meningkatkan hormon seks yang dapat menstabilkan kadar hormon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Magnesium
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1998 di 'Journal of Women's Health', mengonsumsi 200 mg magnesium setiap harinya dapat bantu mengurangi nyeri pada payudara, kembung dan kenaikan berat bedan saat PMS. Jumlah magnesium tersebut dapat ditemukan dalam satu cangkir bayam. Pastikan bahwa Anda mengonsumsi lima porsi sayur dan buah-buahan setiap harinya agar mendapat asupan magnesium yang tepat. Selain itu, biji-bijian dan kacang-kacangan juga bisa menjadi alternatif lain.
3. Kalsium
Mendapat asupan kalsium yang cukup dapat bantu Anda mengurangi gejala PMS seperti ketegangan, rasa ingin makan, kembung, perubahan suasana hati dan nyeri otot. Bahkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal 'Archives of Internal Medicine' menemukan bahwa wanita yang meminum minimal empat gelas susu skim rendah lemak setiap harinya merasakan gejala PMS lebih rendah sekitar 1 banding 2, ketimbang mereka yang tak meminum susu. Tetapi bila Anda alergi dengan produk susu, bisa coba mengonsumsi makanan kayak kalsium lainnya seperti brokoli, bayam, produk kedelai dan jus.
4. Protein
Vitamin E dipercaya dapat mengurangi nyeri payudara dan sakit kepala, sedangkan vitamin B6 dapat mengurangi rasa depresi dengan meningkatkan hormon serotonin dalam tubuh, seperti yang ditemukan dalam penelitian oleh University of Minnesota Medical Center. Vitamin B6 bisa ditemukan dalam makanan kaya protein seperti ayam, ikan dan telur. Vitamin E juga dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti almond dan kacang tanah. Memakan segenggam kacang almond setiap hari bisa menjadi solusi Anda untuk redakan gejala PMS.
5. Makanan yang Harus Dihindari
Mengetahui makanan yang tak boleh Anda makan sama pentingnya mengetahui panganan yang sebaiknya dikonsumsi saat PMS. Misalnya, hindari makanan asin karena dapat menimbulkan rasa kembung dan memberikan rasa tak nyaman pada tubuh yang mengalami pembengkakan, seperti pada paha, payudara dan lengan.
Hindari gula karena dapat meningkatkan perubahan suasana hati, membuat lelah dan mengganggu kadar gula darah. Gula bisa memicu perubahan level pada hormon estrogen dan progesteron, yang bisa memengaruhi tingkat serotonin pada otak. Perubahan ini akan membuat mood cepat marah dan meningkatkan gejala PMS. Selain itu, kurangi kafein dan alkohol karena dapat menimbulkan gejala PMS lainnya akibat gangguan tidur dan meningkatkan risiko perubahan mood.
(eya/rma)
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Tahan Seharian di Bulan Ramadan dengan Setting Spray Andalan yang Wajib Dicoba!
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Tetap Sehat & Berkilau di Bulan Ramadan dengan Hair Mask Best Seller dari Jepang!
Pakaian Wanita
Anti Gerah Sepanjang Hari! Gamis Anak Jersey Premium dengan Bahan Lembut dan Adem
Pakaian Pria
Tas Harian Simpel dan Fungsional, Intip Keunggulan Eiger City Rolling 20L
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kenapa Puasa Bikin Cepat Lemas? Ini Kesalahan Makan yang Sering Dilakukan
7 Alasan Makan Kurma Saat Sahur Bikin Nggak Mudah Lemas
Sering Gelisah Saat Mau Tidur? Kenali Sleep Anxiety dan Cara Mengatasinya
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Perempuan, Panjang Umur hingga BB Turun
Most Popular
1
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
2
Kabar Zendaya Sudah Menikah dengan Tom Holland Viral, Ini Respons Sang Ibu
3
Viral Wanita Tabrak Anak Kecil di 'Shibuya Crossing', Netizen Ungkap Sosoknya
4
Inspirasi Mix & Match Denim Ala Bella Hadid, Gaya '90-an Tanpa Kesan Jadul
5
Sinopsis Colombiana di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED











































