Tips Diet Sehat untuk Wanita Usia 20-an
wolipop
Rabu, 28 Nov 2012 09:09 WIB
Jakarta
-
Wanita muda yang berusia 20 tahunan dengan gaya hidup dan aktivitas yang padat tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda dengan wanita yang usianya lebih tua. Begitu juga dengan ketentuan diet yang dilakukan. Jika Anda berada di usia awal hingga pertengahan 20 tahun dan ingin mendapatkan berat tubuh ideal, maka wajib mengikuti tips berikut yang dikutip dari All Women Stalk.
1. Dimulai Sejak usia Dini
Semakin cepat ataupun semakin dini memulai program diet ataupun penurunan berat badan, akan semakin mudah mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini dikarenakan metabolisme tubuh wanita yang masih berusia muda cenderung lebih baik dibandingjan dengan meereka yang sudah berusia lanjut ataupun tua. Serta lebih mudah untuk menerapkan kebiasaan dan pola hidup sehat dari usia muda.
2. Makan dengan Porsi Sedikit disertai Repetisi
Makanlah 5 porsi buah-buahan dan sayuran segar setiap harinya, serta makanlah 5 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan tiga kali porsi besar. Karena dengan memakan lima porsi kecil dalam sehari akan mencegah rasa lapar dan membuat Anda tahan dari godaan untuk mengemil, karena makan secara konstan dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Lima porsi sayur dan buah-buahan penting untuk dikonsumsi karena mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh serta kaya akan serat yang baik untuk pencernaan serta membuat rasa kenyang lebih lama.
3. Dukungan dari Keluarga
Jika Anda masih tinggal bersama orang tua, akan lebih mudah dalam menjalankan program diet Anda dengan teratur. Katakan kepada mereka tentang program diet yang sedang Anda jalani, sehingga mereka akan membantu dalam pemilihan makanan yang disajikan. Jika mereka juga ternyata menjalani program diet, Anda dapat saling mensupport dan menyemangati satu sama lain.
4. Mengatur Porsi Makan
Tuang satu porsi sereal di mangkuk Anda. Lalu hitunglah berapa kalori dan nutrisi yang Anda konsumsi pada label nutrisi yang berada pada kemasan sereal tersebut. Sesuaikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda dengan banyaknya aktivitas dan olahraga. Dengan begitu, tidak ada kalori ataupun nutrisi berlebihan yang tidak terpakai dan menumpuk dalam tubuh Anda.
5. Makan Tepat Waktu
Eating disorder sering dialami pada wanita muda, terutama yang berusia 20 tahunan. Hal ini dikarenakan aktivitas yang padat membuat mereka seringkali menunda waktu makan mereka. Kebiasaan ini membuat tubuh tidak sehat dan juga sama sekali tidak membantu suksesnya program diet. Lebih baik makanlah dengan porsi sedikit secara teratur sepanjang hari, karena akan mencegah Anda dari rasa lapar yang berujung pada mengemil snack yang berat dan tinggi akan kandungan lemak. Makan secara teratur juga membuat metabolisme tubuh menjadi kuat.
6. Manjakan Lidah Sesekali
Menjalankan program diet bukan berarti tidak boleh lagi memakan camilan atau santapan yang Anda sukai. Kuncinya adalah memakannya sesekali namun dalam porsi kecil. Jika Anda senang memakan es krim, tidak ada salahnya bila memakannya sesekali. Tetapi bukan memakan es krim dalam porsi yang besar sebelum tidur setiap malam, karena itu jelas akan merusak program diet yang sedang Anda jalani.
7. Cermati Label Makanan
Sebelum mengonsumsi makanan, ada baiknya mencermati label makanan tersebut terlebih dahulu. Cek jumlah kalori, lemak, serat, protein hingga kandungan apa saja yang terkandung pada makanan tersebut. Dengan mencermati makanan yang akan dikonsumsi, Anda dapat mengetahui apakah makanan tersebut betul-betul sehat atau diet-friendly
8. Hindari Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung banyak kalori karena tinggi gula. Selain banyak memiliki kandungan gula, minuman bersoda juga tidak memiliki nutrisi yang bermanfaat dalam setiap penyajiannya. Berdasarkan hasil penelitian, minuman bersoda bisa mengikis lapisan kalsium pada tulang. Penelitian dari University of Texas Health Science Center di San Antonio menemukan bahwa orang yang mengonsumsi soda diet memiliki risiko peningkatan berat badan 43% lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi soda biasa.
9. Hitung Jumlah Kalori Makanan yang Dikonsumsi
Hitunglah kalori dari makanan yang Anda makan, termasuk saus, pasta dan mayonaise yang terdapat pada sajian makanan yang akan dikonsumsi. Tak perlu hitung menggunakan kalkulator atau matematika. Cukup ketahui angka kebutuhan kalori harian Anda dan cocokkan dengan jumlah kalori dalam makanan tersebut. Misalnya saja, sepotong paha ayam panggang biasanya mengandung 300 kalori sementara frappe cappuccino bisa memiliki hingga 500 kalori. Jadi, pilihlah makanan Anda dengan cerdas. Tapi jangan hanya memperhatikan jumlah kalori, melainkan kandungan gizinya juga.
(hst/hst)
1. Dimulai Sejak usia Dini
Semakin cepat ataupun semakin dini memulai program diet ataupun penurunan berat badan, akan semakin mudah mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini dikarenakan metabolisme tubuh wanita yang masih berusia muda cenderung lebih baik dibandingjan dengan meereka yang sudah berusia lanjut ataupun tua. Serta lebih mudah untuk menerapkan kebiasaan dan pola hidup sehat dari usia muda.
2. Makan dengan Porsi Sedikit disertai Repetisi
Makanlah 5 porsi buah-buahan dan sayuran segar setiap harinya, serta makanlah 5 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan tiga kali porsi besar. Karena dengan memakan lima porsi kecil dalam sehari akan mencegah rasa lapar dan membuat Anda tahan dari godaan untuk mengemil, karena makan secara konstan dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Lima porsi sayur dan buah-buahan penting untuk dikonsumsi karena mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh serta kaya akan serat yang baik untuk pencernaan serta membuat rasa kenyang lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda masih tinggal bersama orang tua, akan lebih mudah dalam menjalankan program diet Anda dengan teratur. Katakan kepada mereka tentang program diet yang sedang Anda jalani, sehingga mereka akan membantu dalam pemilihan makanan yang disajikan. Jika mereka juga ternyata menjalani program diet, Anda dapat saling mensupport dan menyemangati satu sama lain.
4. Mengatur Porsi Makan
Tuang satu porsi sereal di mangkuk Anda. Lalu hitunglah berapa kalori dan nutrisi yang Anda konsumsi pada label nutrisi yang berada pada kemasan sereal tersebut. Sesuaikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda dengan banyaknya aktivitas dan olahraga. Dengan begitu, tidak ada kalori ataupun nutrisi berlebihan yang tidak terpakai dan menumpuk dalam tubuh Anda.
5. Makan Tepat Waktu
Eating disorder sering dialami pada wanita muda, terutama yang berusia 20 tahunan. Hal ini dikarenakan aktivitas yang padat membuat mereka seringkali menunda waktu makan mereka. Kebiasaan ini membuat tubuh tidak sehat dan juga sama sekali tidak membantu suksesnya program diet. Lebih baik makanlah dengan porsi sedikit secara teratur sepanjang hari, karena akan mencegah Anda dari rasa lapar yang berujung pada mengemil snack yang berat dan tinggi akan kandungan lemak. Makan secara teratur juga membuat metabolisme tubuh menjadi kuat.
6. Manjakan Lidah Sesekali
Menjalankan program diet bukan berarti tidak boleh lagi memakan camilan atau santapan yang Anda sukai. Kuncinya adalah memakannya sesekali namun dalam porsi kecil. Jika Anda senang memakan es krim, tidak ada salahnya bila memakannya sesekali. Tetapi bukan memakan es krim dalam porsi yang besar sebelum tidur setiap malam, karena itu jelas akan merusak program diet yang sedang Anda jalani.
7. Cermati Label Makanan
Sebelum mengonsumsi makanan, ada baiknya mencermati label makanan tersebut terlebih dahulu. Cek jumlah kalori, lemak, serat, protein hingga kandungan apa saja yang terkandung pada makanan tersebut. Dengan mencermati makanan yang akan dikonsumsi, Anda dapat mengetahui apakah makanan tersebut betul-betul sehat atau diet-friendly
8. Hindari Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung banyak kalori karena tinggi gula. Selain banyak memiliki kandungan gula, minuman bersoda juga tidak memiliki nutrisi yang bermanfaat dalam setiap penyajiannya. Berdasarkan hasil penelitian, minuman bersoda bisa mengikis lapisan kalsium pada tulang. Penelitian dari University of Texas Health Science Center di San Antonio menemukan bahwa orang yang mengonsumsi soda diet memiliki risiko peningkatan berat badan 43% lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi soda biasa.
9. Hitung Jumlah Kalori Makanan yang Dikonsumsi
Hitunglah kalori dari makanan yang Anda makan, termasuk saus, pasta dan mayonaise yang terdapat pada sajian makanan yang akan dikonsumsi. Tak perlu hitung menggunakan kalkulator atau matematika. Cukup ketahui angka kebutuhan kalori harian Anda dan cocokkan dengan jumlah kalori dalam makanan tersebut. Misalnya saja, sepotong paha ayam panggang biasanya mengandung 300 kalori sementara frappe cappuccino bisa memiliki hingga 500 kalori. Jadi, pilihlah makanan Anda dengan cerdas. Tapi jangan hanya memperhatikan jumlah kalori, melainkan kandungan gizinya juga.
(hst/hst)
Kesehatan
Stop Panik Sama Garis Halus! Ini Solusi Simpel Biar Kulit Tetap Muda
Olahraga
Transformasi Tubuh dari Rumah! Cuma Modal 1 Alat Ini, Otot Langsung Terbentuk
Kesehatan
Rahasia Perut Rata Tanpa Tersiksa! Ini Cara Simpel Turunkan Berat Badan dengan Fiber
Kesehatan
Sendi Sering Ngilu atau Kaku? Bisa Jadi Tubuhmu Lagi Butuh Ini!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jangan Salah Bawa Bekal! 4 Camilan Sehat yang Cocok untuk Perjalanan Mudik
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
9 Buah yang Bagus untuk Mengatasi Jerawat Agar Wajah Mulus Saat Lebaran
Tren Unik di Dubai, Orang Datang ke Gym untuk Latihan Tidur Siang
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
Most Popular
1
Pesona Vittoria Ceretti, Pacar yang Dibawa Leonardo DiCaprio ke Oscars
2
Jangan Salah Bawa Bekal! 4 Camilan Sehat yang Cocok untuk Perjalanan Mudik
3
Foto: Adu Gaya Seksi Para Bintang di Karpet Merah Oscars After Party 2026
4
Makin Panas, Keluarga Kim Sae Ron Diduga Alami Tekanan Akibat Kim Soo Hyun
5
Pesona Son Ye Jin dengan Otot Perut Kencang, Tak Disangka Sudah Jadi Ibu
MOST COMMENTED











































