Pewaris Singha Mengaku Dilecehkan Kakak Sendiri, Aksinya Usai Sidang Jadi Viral
Publik dihebohkan dengan pengakuan pewaris Singha bahwa salah satu anak dari pendiri brand minuman bir tersebut, Psi Scott, mendapat pelecehan seksual. Kasus itu semakin heboh karena Psi menyebut sang kakak adalah pelakunya. Baru-baru ini, Psi dan keluarga melakukan mediasi yang berakhir dengan aksi dramatis.
Siranudh 'Psi' Scott sebelumnya mengunggah video di Facebook yang jadi kontroversi. Ia menuduh kakak laki-lakinya, Sunit 'Pi' Scott melakukan pelecehan seksual terhadapnya sejak kecil. Pengakuan aktivis dan pemerhati konservasi laut itu pun menguak drama dan ketegangan yang tidak pernah terungkap dalam keluarga mereka.
Setelah dilaporkan, Psi Scott menjalani sesi mediasi pengadilan yang dilaporkan berjalan tegang antara ibunya dan keluarga Bhirombhakdi yang berpengaruh. Mediasi tersebut berlangsung selama empat jam tetapi berakhir tanpa resolusi. Sidang lanjutan pun dijadwalkan pada 16 Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pi dan Psi Scott Foto: Instagram |
Perselisihan tersebut berpusat pada gugatan yang diajukan oleh ibu Psi Scott yang berupaya untuk mendapatkan kembali aset yang diduga ditinggalkan oleh mendiang kakeknya kepadanya, dengan alasan bahwa ia telah berperilaku tidak berbakti terhadap keluarga.
Konflik keluarga ini menyusul tuduhan mengejutkan yang dilayangkan oleh Psi Scott terhadap kakak laki-lakinya, Pi Sunith Scott. Psi Scott secara terbuka menuduh kakaknya melakukan pelecehan seksual selama bertahun-tahun, sambil menyatakan bahwa anggota keluarga lainnya mengetahui situasi tersebut tetapi tidak mau campur tangan.
Setelah meninggalkan pengadilan, Psi Scott menunjukkan kepada wartawan perjanjian kerahasiaan yang dibuat oleh keluarganya untuk ditandatanganimya pada 2023. Dikatakan awalnya ia berusaha mendekati saudara untuk meminta dukungan setelah mengungkapkan tuduhan yang melibatkan saudara laki-lakinya dan mantan pengasuhnya. Tapi kemudian ia malah mendesaknya untuk tetap diam dan menawarkan kompensasi finansial sebagai imbalan atas kerahasiaan tersebut.
Pi dan Psi Scott Foto: Instagram |
Psi Scott mengklaim proposal tersebut mencakup:
Pembayaran satu kali sebesar 10 juta baht (Rp 5 miliaran)
Pembayaran tahunan sebesar 5 juta baht (Rp 2,7 miliaran)
Saham dalam bisnis pembuatan bir keluarga
Sebagai imbalannya, ia dilaporkan akan setuju untuk tidak mengkritik keluarga tersebut secara terbuka atau mengungkapkan detail tambahan terkait dugaan pelecehan di luar apa yang sudah diketahui publik.
Berbicara kepada wartawan, Psi Scott mengaku ia menandatangani perjanjian tersebut karena merasa kewalahan dan kurang memahami sepenuhnya situasi yang ada. Kini ia menyesali keputusannya.
"Mereka tidak bisa membeliku. Kemanusiaan tidak bisa dibeli. Uang dan pengaruh tidak boleh digunakan untuk membungkam korban atau menekan kebenaran," ujarnya dilansir Kbizoom.
Menurut Psi Scott, hal ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya bahwa ia tidak diberikan hak waris yang signifikan. Ia juga terkejut menemukan nama mantan pengasuh yang ia tuduh melakukan pelecehan tercantum sebagai saksi di halaman terakhir surat wasiat tersebut. Klaim-klaim ini sendiri belum diverifikasi secara independen oleh pengadilan.
Di akhir sesi wawancara, Psi Scott melakukan aksi dramatis yakni dengan dokumen perjanjian itu di depan wartawan dan pendukung yang berkumpul di luar gedung pengadilan. Tindakan tersebut langsung viral di media sosial Thailand yang kembali memicu pro dan kontra di kalangan netizen.
(ami/ami)














































