Alasan Mengapa Anda Cepat Merasa Lelah Saat Musim Hujan
Eya Ekasari - wolipop
Jumat, 02 Nov 2012 18:08 WIB
Jakarta
-
Ada kondisi kesehatan yang membuat seseorang menjadi galau dan tak bersemangat akibat datangnya hujan. Seasonal Affective Disorder (SAD) adalah jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Gejalanya, penderita bisa merasakan energi yang berkurang dan moody pada musim-musim tertentu.
Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun demikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.
Namun ternyata, cuaca tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorag, tetapi juga dengan kondisi fisiknya. Cuaca hujan juga bisa membuat orang cepat merasa lelah. Kok bisa? Seperti yang dikutip dari ehow, berikut beberapa alasannya.
1. Mempengaruhi Penglihatan
Saat hujan, langit berubah menjadi hitam dan mendung. Pagi dan siang pun bisa terlihat seperti sore atau bahkan, malam hari. Hal ini mempengaruhi respon biologis manusia untuk menutup mata. Jam internal tubuh mengira bahwa malam telah tiba dan ini adalah waktunya tidur.
2. Suara yang Menenangkan
Suara rintik hujan memberikan suasana yang menenangkan sehingga membuat orang lupa akan kebisingan kota. Selain itu, hujan juga membuat burung berhenti berkicau dan membuat suasana semakin sunyi. Suara jatuhnya air huja mempunyai ritme dan pola, seperti lagu pengantar tidur. Inilah yang memicu respon tubuh untuk mengantuk.
3. Berkurangnya Asupan Vitamin
Seperti yang diketahui, sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat diserap oleh kulit. Jika kadarnya tepat, vitamin D memberikan banyak manfaat positif pada fungsi tubuh. Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim hujan biasanya akan lebih sering mengonsumsi suplemen. Sayangnya, vitamin 'buatan' itu tidak sebaik vitamin D alami dari matahari. Dalam kasus ini, hujan dipercaya dapat menyebabkan kelelahan yang serius.
4. Berhubungan dengan Psikologis
Sinar matahari sering dikaitkan dengan kegiatan, baik sekedar bermain di tanah lapan atau mengerjakan tugas kantor. Kegiatan fisik biasanya mendorong tingkat adrenalin seseorang. Ketika hujan turun, orang cenderung berdiam diri di rumah dan jarang melakukan kegiatan fisik. Hal ini juga memberikan kontribusi terhadap munculnya rasa lelah.
(eya/eya)
Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun demikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.
Namun ternyata, cuaca tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorag, tetapi juga dengan kondisi fisiknya. Cuaca hujan juga bisa membuat orang cepat merasa lelah. Kok bisa? Seperti yang dikutip dari ehow, berikut beberapa alasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hujan, langit berubah menjadi hitam dan mendung. Pagi dan siang pun bisa terlihat seperti sore atau bahkan, malam hari. Hal ini mempengaruhi respon biologis manusia untuk menutup mata. Jam internal tubuh mengira bahwa malam telah tiba dan ini adalah waktunya tidur.
2. Suara yang Menenangkan
Suara rintik hujan memberikan suasana yang menenangkan sehingga membuat orang lupa akan kebisingan kota. Selain itu, hujan juga membuat burung berhenti berkicau dan membuat suasana semakin sunyi. Suara jatuhnya air huja mempunyai ritme dan pola, seperti lagu pengantar tidur. Inilah yang memicu respon tubuh untuk mengantuk.
3. Berkurangnya Asupan Vitamin
Seperti yang diketahui, sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat diserap oleh kulit. Jika kadarnya tepat, vitamin D memberikan banyak manfaat positif pada fungsi tubuh. Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim hujan biasanya akan lebih sering mengonsumsi suplemen. Sayangnya, vitamin 'buatan' itu tidak sebaik vitamin D alami dari matahari. Dalam kasus ini, hujan dipercaya dapat menyebabkan kelelahan yang serius.
4. Berhubungan dengan Psikologis
Sinar matahari sering dikaitkan dengan kegiatan, baik sekedar bermain di tanah lapan atau mengerjakan tugas kantor. Kegiatan fisik biasanya mendorong tingkat adrenalin seseorang. Ketika hujan turun, orang cenderung berdiam diri di rumah dan jarang melakukan kegiatan fisik. Hal ini juga memberikan kontribusi terhadap munculnya rasa lelah.
(eya/eya)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Most Popular
1
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
2
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
3
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
4
Ramalan Zodiak Aries 2026: Karier Melesat, Nama Jadi Perbincangan
5
Ramalan Zodiak Cinta 6 Januari: Cancer Lagi Rindu, Libra Waspada Orang Ketiga
MOST COMMENTED











































