Awas! Makan Junk Food Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Mental
Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 09 Jun 2012 13:03 WIB
Jakarta
-
Berhati-hatilah jika Anda hobi atau sering makan junk food. Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat, bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Selain membuat tubuh menjadi gemuk, makanan ini juga dapat merusak otak Anda. Junk food bisa memengaruhi hormon, terutama neurotransmitter dalam otak yang menyebabkan gangguan mental. Berikut dampak buruk lainnya yang disebabkan oleh konsumsi junk food yang berlebihan, seperti dilansir dari Bold Sky.
1. Gangguan Mental
Kandungan junk food sebagian besar berasal dari lemak jenuh yang akan mempengaruhi neurotransmitter pada otak. Seseorang yang sering mengonsumsi lemak jenuh bisa menderita gangguan mental, seperti depresi dan Alzheimer. Hal itu karena Anda tidak mendapatkan sejumlah vitamin dan mineral dari junk food yang seharusnya ada di dalam makanan alami. Makanan ini juga berdampak pada hormon dan pengaliran darah ke otak yang menyebabkan kerusakan mental.
2. Masalah Psikologis
Junk food bisa menyebabkan masalah fisik dan perubahan fungsi otak. Anda akan menderita masalah psikologis jika kecanduan junk food, seperti terlalu emosional atau terlihat 'kaku' pada lingkungan sekitar. Cara mengatasi masalah psikologis ini dengan menerapkan pola makan sehat, sedikit gula, dan rutin berolahraga. Boleh makan junk food sesekali, tapi tetap utamakan makanan yang sehat.
3. Menyebabkan Kecemasan
Selain gangguan mental, makan junk food bisa membuat Anda mempunyai rasa khawatir yang berlebihan, sering gemetar, serta kelelahan. Penyakit tersebut disebabkan oleh kurangnya asam lemak omega-3, tingginya karbohidrat olahan, sehingga menyebabkan fluktuasi gula darah. Lebih baik kurangi gorengan atau makanan lain yang tidak sehat bagi tubuh.
4. Hiperaktif
Mengonsumsi makanan yang kadar gulanya tinggi, mengandung zat pewarna buatan, serta banyak bahan pengawet seperti natrium benzoat, dapat membuat Anda hiperaktif. Junk food memiliki ketiga kandungan di atas yang bisa menyebabkan Anda bertingkah berlebihan.
5. Otak Menjadi Tidak Seimbang
Junk food mengandung campuran bahan dari lemak yang tidak sehat, pewarna buatan, karbohidrat olahan, serta pengawet yang mempengaruhi keseimbangan mental Anda. Makanan tidak sehat ini akan menyebabkan masalah kesehatan mental yang sulit disembuhkan. Jadi, cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengubah pola makan yang sehat.
(hst/hst)
Selain membuat tubuh menjadi gemuk, makanan ini juga dapat merusak otak Anda. Junk food bisa memengaruhi hormon, terutama neurotransmitter dalam otak yang menyebabkan gangguan mental. Berikut dampak buruk lainnya yang disebabkan oleh konsumsi junk food yang berlebihan, seperti dilansir dari Bold Sky.
1. Gangguan Mental
Kandungan junk food sebagian besar berasal dari lemak jenuh yang akan mempengaruhi neurotransmitter pada otak. Seseorang yang sering mengonsumsi lemak jenuh bisa menderita gangguan mental, seperti depresi dan Alzheimer. Hal itu karena Anda tidak mendapatkan sejumlah vitamin dan mineral dari junk food yang seharusnya ada di dalam makanan alami. Makanan ini juga berdampak pada hormon dan pengaliran darah ke otak yang menyebabkan kerusakan mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junk food bisa menyebabkan masalah fisik dan perubahan fungsi otak. Anda akan menderita masalah psikologis jika kecanduan junk food, seperti terlalu emosional atau terlihat 'kaku' pada lingkungan sekitar. Cara mengatasi masalah psikologis ini dengan menerapkan pola makan sehat, sedikit gula, dan rutin berolahraga. Boleh makan junk food sesekali, tapi tetap utamakan makanan yang sehat.
3. Menyebabkan Kecemasan
Selain gangguan mental, makan junk food bisa membuat Anda mempunyai rasa khawatir yang berlebihan, sering gemetar, serta kelelahan. Penyakit tersebut disebabkan oleh kurangnya asam lemak omega-3, tingginya karbohidrat olahan, sehingga menyebabkan fluktuasi gula darah. Lebih baik kurangi gorengan atau makanan lain yang tidak sehat bagi tubuh.
4. Hiperaktif
Mengonsumsi makanan yang kadar gulanya tinggi, mengandung zat pewarna buatan, serta banyak bahan pengawet seperti natrium benzoat, dapat membuat Anda hiperaktif. Junk food memiliki ketiga kandungan di atas yang bisa menyebabkan Anda bertingkah berlebihan.
5. Otak Menjadi Tidak Seimbang
Junk food mengandung campuran bahan dari lemak yang tidak sehat, pewarna buatan, karbohidrat olahan, serta pengawet yang mempengaruhi keseimbangan mental Anda. Makanan tidak sehat ini akan menyebabkan masalah kesehatan mental yang sulit disembuhkan. Jadi, cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengubah pola makan yang sehat.
(hst/hst)
Olahraga
Latihan Kekuatan Tangan Fleksibel Tanpa Ribet dengan Handgrip Adjustable yang Fungsional
Home & Living
Bajumu Berantakan & Nggak Ada Tempat Simpan? Lemari Ini Bisa Jadi Solusinya
Pakaian Wanita
Takut Kecewa Beli Jam Murah? Ini 3 Jam Wanita yang Harganya Masuk Akal & Kualitas Premium
Pakaian Wanita
Lagi Cari Atasan Denim? Ini Rekomendasi yang Nggak Bikin Gaya Kamu Membosankan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































