Hormon Cinta Bisa Obati Kecanduan Obat & Alkohol
Putro Agus Harnowo - wolipop
Selasa, 15 Nov 2011 17:30 WIB
Jakarta
-
Oksitosin adalah hormon yang memiliki efek anti stres pada pria dan wanita. Hormon ini meningkat drastis setelah melahirkan dan nampaknya merupakan mekanisme alami yang membantu keterikatan ibu dengan bayinya. Hormon ini juga mengalami peningkatan jumlah ketika seseorang jatuh cinta, sehingga disebut juga hormon cinta.
Hormon cinta ini ternyata bisa menjadi kunci untuk mengatasi kecanduan alkohol. Ilmuwan di Australia telah melakukan uji klinis pada pecandu alkohol dengan menggunakan semprotan hidung mengandung oksitosin untuk melihat apakah hormon itu dapat mengurangi kecanduan.
Percobaan ini sebenarnya sebagai tindak lanjut penelitian sebelumnya pada tikus yang diberi minum alkohol dan methamphetamin. Ketika diberi suntikan oksitosin, minat tikus terhadap alkohol dan obat-obatan menurun drastis.
Profesor Iain McGregor, peneliti dari Universitas Sydney mengatakan bahwa jika para ilmuwan bisa memanfaatkan oksitosin untuk perawatan medis, hormon ini dapat membalikkan dampak penggunaan narkoba dan alkohol, bahkan membuat pengguna narkoba jadi lebih tahan dari kecanduan.
"Konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan metamfetamin atau kokain dapat menghabiskan tingkat oksitosin di otak. Semprotan oksitosin bisa memulihkan sistem otak yang telah berubah akibat penyalahgunaan alkohol dan narkoba," kata Prof.McGregor seperti dikutip detikhealth dari ninemsn.com.
Prof McGregor menguraikan hasil penelitian tikusnya dalam konferensi Alkohol dan Obat lainnya di Hobart. Dia memberi suntikan oskitosin kepada tikus muda setiap hari selama 10 hari sebelum diberi alkohol. Begitu mencapai usia dewasa, tikus yang telah disuntik oksitosin tidak tertarik kepada alkohol dan lebih ramah daripada tikus yang tidak diberi suntikan.
Tikus-tikus yang telah mendapat suntikan juga memiliki oksitosin yang lebih banyak dalam otaknya. Hal ini menunjukkan bahwa suntikan yang diberikan memiliki efek jangka panjang. Penelitian lain juga menemukan bahwa oksitosin memiliki efek menghambat tikus mengkonsumsi methamphetamin.
Namun ada kekhawatiran jika obat oksitosin digunakan untuk membantu pecandu mengatasi kecanduannya, apakah ada kemungkinan penggunanya justru menjadi kecanduan oksitosin?
"Kami tidak berpikir begitu, tapi kita tidak pernah tahu. Oksitosin semprotan hidung tampaknya tidak memiliki potensi penyalahgunaan. Orang tidak menggunakannya dan kemudian merasa sakau. Obat ini memiliki efek yang lebih halus," kata Prof McGregor.
(ir/hst)
Hormon cinta ini ternyata bisa menjadi kunci untuk mengatasi kecanduan alkohol. Ilmuwan di Australia telah melakukan uji klinis pada pecandu alkohol dengan menggunakan semprotan hidung mengandung oksitosin untuk melihat apakah hormon itu dapat mengurangi kecanduan.
Percobaan ini sebenarnya sebagai tindak lanjut penelitian sebelumnya pada tikus yang diberi minum alkohol dan methamphetamin. Ketika diberi suntikan oksitosin, minat tikus terhadap alkohol dan obat-obatan menurun drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan metamfetamin atau kokain dapat menghabiskan tingkat oksitosin di otak. Semprotan oksitosin bisa memulihkan sistem otak yang telah berubah akibat penyalahgunaan alkohol dan narkoba," kata Prof.McGregor seperti dikutip detikhealth dari ninemsn.com.
Prof McGregor menguraikan hasil penelitian tikusnya dalam konferensi Alkohol dan Obat lainnya di Hobart. Dia memberi suntikan oskitosin kepada tikus muda setiap hari selama 10 hari sebelum diberi alkohol. Begitu mencapai usia dewasa, tikus yang telah disuntik oksitosin tidak tertarik kepada alkohol dan lebih ramah daripada tikus yang tidak diberi suntikan.
Tikus-tikus yang telah mendapat suntikan juga memiliki oksitosin yang lebih banyak dalam otaknya. Hal ini menunjukkan bahwa suntikan yang diberikan memiliki efek jangka panjang. Penelitian lain juga menemukan bahwa oksitosin memiliki efek menghambat tikus mengkonsumsi methamphetamin.
Namun ada kekhawatiran jika obat oksitosin digunakan untuk membantu pecandu mengatasi kecanduannya, apakah ada kemungkinan penggunanya justru menjadi kecanduan oksitosin?
"Kami tidak berpikir begitu, tapi kita tidak pernah tahu. Oksitosin semprotan hidung tampaknya tidak memiliki potensi penyalahgunaan. Orang tidak menggunakannya dan kemudian merasa sakau. Obat ini memiliki efek yang lebih halus," kata Prof McGregor.
(ir/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Most Popular
1
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
2
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
3
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
4
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab
5
Sosok Alix Earle, Influencer Viral yang Disebut Pacar Baru Tom Brady
MOST COMMENTED











































