Ini Waktu Terbaik untuk Mengonsumsi Karbohidrat
wolipop
Jumat, 09 Sep 2011 10:02 WIB
Jakarta
-
Banyak para ahli gizi menyarankan untuk menghindari konsumsi karbohidrat di malam hari, dan memperbanyaknya saat pagi atau siang. Saran tersebut bukan tanpa alasan, karena pada dasarnya, kita harus memperhatikan kapan harus mengonsumsi jenis-jenis nutrisi tertentu di waktu yang tepat.
"Makanan bisa menyehatkan atau tidak bagi tubuh, bukan selalu dilihat dari berapa gram karbohidrat, lemak atau kalori yang dikonsumsi per harinya. Tapi yang lebih penting adalah mengetahui apakah tubuh bisa mencernanya dengan baik. Pukul berapa kita makan, punya dampak langsung terhadap kesehatan tubuh dan sistem kerja pencernaan," jelas ahli kesehatan Dr Pradeep Bhansali, seperti dikutip dari Times of India.
Misalnya saja di pagi hari, ketika tubuh memerlukan banyak energi untuk menjalani aktivitas seharian. Untuk mencukupi kebutuhan energi, diperlukan asupan karbohidrat lebih banyak dibandingkan sore atau malam hari. Sedangkan di malam hari, konsumsi karbohidrat sebaiknya dihindari karena energi yang tidak dipakai akan disimpan dalam tubuh dan menghasilkan lemak berlebih.
Pada dasarnya, setiap nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan lemak sangat diperlukan tubuh. Namun Anda harus memperhatikan nutrisi mana yang paling diperlukan di malam atau siang hari, dan apa yang harus dikurangi menjelang malam. Berikut ini jenis-jenis nutrisi dan kapan sebaiknya waktu yang paling tepat untuk mengonsumsinya.
1. Karbohidrat
Sangat disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat di pagi dan siang hari. Mengapa? Karena karbohidrat bisa menyediakan energi secara maksimal yang dibutuhkan oleh tubuh agar aktivitas hariannya berjalan lancar. Di pagi hari, Anda bisa menyantap sereal, oatmeal, kentang rebus, buah, sayuran atau nasi. Namun sangat disarankan untuk menyesuaikan konsumsinya dengan kebutuhan pribadi Anda per harinya.
"Waktu paling ideal untuk mengonsumsi karbohidrat adalah di awal hari, lalu mulai kurangi asupannya menjelang sore. Di siang hari, metabolisme tubuh berada di tingkat paling tinggi. Karbohidrat akan diproses menjadi energi dan tidak akan tersimpan menjadi lemak," ujar konsultan diet dan gizi, Aditi Kulkarni.
2. Protein
Makanan berprotein tinggi baik dikonsumsi saat makan malam. Protein bisa memberikan energi sepanjang malam, saat tubuh 'berpuasa' selama lebih kurang delapan jam sampai tiba waktunya sarapan di pagi hari.
Namun protein juga bagus dikonsumsi pada pagi hari atau setelah berolahraga untuk mengembalikan energi dengan cepat. Sumber protein terdapat di hampir semua lauk pauk seperti ikan, ayam dan kacang-kacangan.
3. Kalsium dan Lemak
Beberapa jenis lemak juga diperlukan tubuh sebagai penyedia energi. Tapi sebaiknya dikonsumsi saat pagi hari, untuk memberi efek perut kenyang lebih lama. Fungsi lemak ini berguna jika Anda ingin mengurangi porsi makan siang untuk dapatkan berat badan ideal. Pilih makanan mengandung lemak sehat seperti biji-bijian, kacang, telur dan keju rendah lemak.
Kalsium dan lemak sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sore atau malam hari. Saat tubuh sedikit atau tidak aktif, dua nutrisi ini akan tersimpan dalam tubuh dan akhirnya menjadi lemak.
"Makanan mengandung lemak dan susu, seperti dessert misalnya, sebaiknya dikonsumsi paling lambat siang menjelang sore," terang ahli nutrisi Namrata Desai.
4. Serat
Serat dalam buah dan sayur adalah nutrisi penting bagi kesehatan pencernaan. Tapi menurut ahli diet Aruna Kulkarni, buah sebaiknya tidak dimakan pada malam hari. Mungkin banyak yang mengira, buah seperti pir dan apel adalah makanan sehat untuk memenuhi keinginan ngemil di malam hari. Tapi ternyata tidak, mengonsumsi buah saat malam justru bisa memicu kegemukan.
"Buah-buahan mengandung fruktosa (jenis gula) yang mudah diubah menjadi lemak. Karena itu, buah sebaiknya dimakan paling tidak sebelum pukul enam sore," jelas Aruna.
Jika dimakan menjelang tengah malam, buah akan lebih lama dicerna oleh tubuh dan bisa menyebabkan kinerja sistem pencernaan terganggu. Akibatnya, lambung jadi terasa sakit dan timbul konstipasi (sembelit). Jika ingin makan serat di malam hari, sebaiknya pilih serat dari wortel seledri atau sayuran lainnya.
(hst/eya)
"Makanan bisa menyehatkan atau tidak bagi tubuh, bukan selalu dilihat dari berapa gram karbohidrat, lemak atau kalori yang dikonsumsi per harinya. Tapi yang lebih penting adalah mengetahui apakah tubuh bisa mencernanya dengan baik. Pukul berapa kita makan, punya dampak langsung terhadap kesehatan tubuh dan sistem kerja pencernaan," jelas ahli kesehatan Dr Pradeep Bhansali, seperti dikutip dari Times of India.
Misalnya saja di pagi hari, ketika tubuh memerlukan banyak energi untuk menjalani aktivitas seharian. Untuk mencukupi kebutuhan energi, diperlukan asupan karbohidrat lebih banyak dibandingkan sore atau malam hari. Sedangkan di malam hari, konsumsi karbohidrat sebaiknya dihindari karena energi yang tidak dipakai akan disimpan dalam tubuh dan menghasilkan lemak berlebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Karbohidrat
Sangat disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat di pagi dan siang hari. Mengapa? Karena karbohidrat bisa menyediakan energi secara maksimal yang dibutuhkan oleh tubuh agar aktivitas hariannya berjalan lancar. Di pagi hari, Anda bisa menyantap sereal, oatmeal, kentang rebus, buah, sayuran atau nasi. Namun sangat disarankan untuk menyesuaikan konsumsinya dengan kebutuhan pribadi Anda per harinya.
"Waktu paling ideal untuk mengonsumsi karbohidrat adalah di awal hari, lalu mulai kurangi asupannya menjelang sore. Di siang hari, metabolisme tubuh berada di tingkat paling tinggi. Karbohidrat akan diproses menjadi energi dan tidak akan tersimpan menjadi lemak," ujar konsultan diet dan gizi, Aditi Kulkarni.
2. Protein
Makanan berprotein tinggi baik dikonsumsi saat makan malam. Protein bisa memberikan energi sepanjang malam, saat tubuh 'berpuasa' selama lebih kurang delapan jam sampai tiba waktunya sarapan di pagi hari.
Namun protein juga bagus dikonsumsi pada pagi hari atau setelah berolahraga untuk mengembalikan energi dengan cepat. Sumber protein terdapat di hampir semua lauk pauk seperti ikan, ayam dan kacang-kacangan.
3. Kalsium dan Lemak
Beberapa jenis lemak juga diperlukan tubuh sebagai penyedia energi. Tapi sebaiknya dikonsumsi saat pagi hari, untuk memberi efek perut kenyang lebih lama. Fungsi lemak ini berguna jika Anda ingin mengurangi porsi makan siang untuk dapatkan berat badan ideal. Pilih makanan mengandung lemak sehat seperti biji-bijian, kacang, telur dan keju rendah lemak.
Kalsium dan lemak sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sore atau malam hari. Saat tubuh sedikit atau tidak aktif, dua nutrisi ini akan tersimpan dalam tubuh dan akhirnya menjadi lemak.
"Makanan mengandung lemak dan susu, seperti dessert misalnya, sebaiknya dikonsumsi paling lambat siang menjelang sore," terang ahli nutrisi Namrata Desai.
4. Serat
Serat dalam buah dan sayur adalah nutrisi penting bagi kesehatan pencernaan. Tapi menurut ahli diet Aruna Kulkarni, buah sebaiknya tidak dimakan pada malam hari. Mungkin banyak yang mengira, buah seperti pir dan apel adalah makanan sehat untuk memenuhi keinginan ngemil di malam hari. Tapi ternyata tidak, mengonsumsi buah saat malam justru bisa memicu kegemukan.
"Buah-buahan mengandung fruktosa (jenis gula) yang mudah diubah menjadi lemak. Karena itu, buah sebaiknya dimakan paling tidak sebelum pukul enam sore," jelas Aruna.
Jika dimakan menjelang tengah malam, buah akan lebih lama dicerna oleh tubuh dan bisa menyebabkan kinerja sistem pencernaan terganggu. Akibatnya, lambung jadi terasa sakit dan timbul konstipasi (sembelit). Jika ingin makan serat di malam hari, sebaiknya pilih serat dari wortel seledri atau sayuran lainnya.
(hst/eya)
Kesehatan
Rahasia Wanita Tetap Fit & Mood Stabil Setiap Hari, Cuma 1 Kapsul Herbal Ini!
Makanan & Minuman
ART Belum Balik dari Mudik? 3 Makanan Instan Ini Jadi Penyelamat Dapur Anti Ribet!
Home & Living
Sofa Storage Box Estetik, Solusi Penyimpanan Sekaligus Dekor Minimalis
Makanan & Minuman
Pedasnya Bikin Nagih! Bu Rudy Hadir dalam Sachet Praktis & Jar Ekonomis, Sekali Coba, Auto Ketagihan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Wanita Muda Akhiri Hidup dengan Eutanasia, Kisah Kontroversi yang Bikin Haru
Viral Office Air Theory, Penyebab Wajah Kusam saat di Kantor, Ini Kata Dokter
Viral Penyanyi Pamer Teknik Diet 'Vakum Perut' Saat Konser, Dikritik Dokter
5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran
Pecahkan Rekor Dunia! Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Sampai ke Pipi
Most Popular
1
Foto Prewedding Syifa Hadju-El di London, Cantik Unreal Bak Princess
2
Wanita Muda Akhiri Hidup dengan Eutanasia, Kisah Kontroversi yang Bikin Haru
3
Foto: Gaya Nelly Furtado Penuh Percaya Diri, Berjuang Lawan Body Shamming
4
Idol KPop Ungkap Profesi Baru Usai Jadi Korban Malpraktek Klinik Kecantikan
5
Gaya Kompak Ayu Ting Ting & Putrinya Tampil Bak Gadis China Pakai Hanfu
MOST COMMENTED











































