Cara Aman Memutihkan Gigi
Vera Farah Bararah - wolipop
Kamis, 24 Mar 2011 14:31 WIB
Jakarta
-
Gigi putih cemerlang menjadi idaman yang membuat seseorang terlihat menarik saat tersenyum sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri. Segala cara dilakukan untuk bikin gigi putih termasuk melakukan pemutihan (bleaching) gigi. Amankan proses bleaching itu?
"Proses memutihkan gigi atau bleaching bisa dibilang aman tapi bisa juga dibilang tidak aman, ini tergantung dari bahan dan dosis yang digunakan. Jika menggunakan peroksida umumnya bisa menyebabkan gigi menjadi rusak," ujar drg Armasastra Bahar, PhD, saat dihubungi detikHealth, Rabu (24/3/2010).
Bleaching gigi biasanya dilakukan untuk menghilangkan warna gigi yang kuning atau kusam akibat sisa-sisa makanan seperti kopi, coklat, rokok, obat atau ada juga yang warnanya berubah karena terjadi perubahan struktur di dalam gigi.
drg Armasastra menuturkan bleaching gigi bisa saja dilakukan jika warnanya memang sudah sangat mengganggu dan dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Tapi menurutnya gigi yang berwarna gading lebih baik dibandingkan dengan gigi putih, karena gigi yang terlalu putih menunjukkan struktur yang kurang kuat.
"Jika warna gigi berubah akibat sisa-sisa makanan maka bisa dihilangkan dengan perawatan ke dokter gigi dan tidak perlu di bleaching, tapi jika perubahan akibat intrinsik atau faktor dari dalam struktur gigi tersebut maka kondisi ini tidak bisa dihilangkan," ujar dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) seperti dikutip dari detikHealth.
drg Armasastra menjelaskan selama ini ada dua cara yang dilakukan untuk memutihkan gigi (bleaching) yaitu:
1. Membuat lapisan tipis pada gigi dengan menggunakan bahan tertentu.
Tapi ini biasanya hanya bertahan beberapa bulan saja lalu warna gigi akan kembali seperti semula dan proses ini membuat seseorang harus mengulanginya lagi.
2. Teknik bleaching dengan menggunakan bahan yang dapat mengubah warna gigi dari dalam atau mengubah struktur giginya, dan proses ini bisa berbahaya karena dapat mempengaruhi struktur gigi secara keseluruhan.
"Menurut saya gigi yang bersih dan sehat jauh lebih bagus dibandingkan dengan gigi yang putih, jadi sebaiknya rawatlah gigi dengan menggosok gigi secara teratur dan benar serta menggunakan sikat dan pasta gigi yang tepat," ujar dokter dari FKG UI ini.
Selain itu hindari menyikat gigi langsung setelah makan, karena saat habis makan kadar pH dalam mulut berubah dan menyikat gigi bisa menyebabkan lapisan email gigi menipis. Sebaiknya tunggulah selama 30 menit setelah makan, baru menyikat gigi. Agar semakin sehat, gunakan pasta gigi yang mengandng flouride karena bisa memperkuat struktur gigi dan mencegah gigi menjadi berlubang.
(ver/eny)
"Proses memutihkan gigi atau bleaching bisa dibilang aman tapi bisa juga dibilang tidak aman, ini tergantung dari bahan dan dosis yang digunakan. Jika menggunakan peroksida umumnya bisa menyebabkan gigi menjadi rusak," ujar drg Armasastra Bahar, PhD, saat dihubungi detikHealth, Rabu (24/3/2010).
Bleaching gigi biasanya dilakukan untuk menghilangkan warna gigi yang kuning atau kusam akibat sisa-sisa makanan seperti kopi, coklat, rokok, obat atau ada juga yang warnanya berubah karena terjadi perubahan struktur di dalam gigi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika warna gigi berubah akibat sisa-sisa makanan maka bisa dihilangkan dengan perawatan ke dokter gigi dan tidak perlu di bleaching, tapi jika perubahan akibat intrinsik atau faktor dari dalam struktur gigi tersebut maka kondisi ini tidak bisa dihilangkan," ujar dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) seperti dikutip dari detikHealth.
drg Armasastra menjelaskan selama ini ada dua cara yang dilakukan untuk memutihkan gigi (bleaching) yaitu:
1. Membuat lapisan tipis pada gigi dengan menggunakan bahan tertentu.
Tapi ini biasanya hanya bertahan beberapa bulan saja lalu warna gigi akan kembali seperti semula dan proses ini membuat seseorang harus mengulanginya lagi.
2. Teknik bleaching dengan menggunakan bahan yang dapat mengubah warna gigi dari dalam atau mengubah struktur giginya, dan proses ini bisa berbahaya karena dapat mempengaruhi struktur gigi secara keseluruhan.
"Menurut saya gigi yang bersih dan sehat jauh lebih bagus dibandingkan dengan gigi yang putih, jadi sebaiknya rawatlah gigi dengan menggosok gigi secara teratur dan benar serta menggunakan sikat dan pasta gigi yang tepat," ujar dokter dari FKG UI ini.
Selain itu hindari menyikat gigi langsung setelah makan, karena saat habis makan kadar pH dalam mulut berubah dan menyikat gigi bisa menyebabkan lapisan email gigi menipis. Sebaiknya tunggulah selama 30 menit setelah makan, baru menyikat gigi. Agar semakin sehat, gunakan pasta gigi yang mengandng flouride karena bisa memperkuat struktur gigi dan mencegah gigi menjadi berlubang.
(ver/eny)
Home & Living
Rekomendasi Door Seal Pintu, 3 Penutup Celah Bawah Pintu Anti Debu & Serangga
Home & Living
3 Pilihan Pompa Galon Elektrik Ini Bikin Minum Lebih Praktis di Rumah atau Kantor
Home & Living
3 Pilihan Kursi Lipat & Outdoor Ini Praktis Buat Balkon, Tamu, sampai Ruang Kerja
Home & Living
Baju Kotor Jangan Numpuk di Kursi! 3 Keranjang Laundry Lipat & Praktis Biar Rumah Selalu Rapi
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Pentingnya Lemak dalam Diet Sehat, Ini Jumlah yang Harus Dikonsumsi Per Hari
Angelina Jolie Cerita Tentang 'Luka' Setelah Jalani Operasi Angkat Payudara
Penuaan Dini pada Kulit? Ini Tanda Tubuh Perlu Perawatan dari Dalam
Mengenal Oatzempic, Tren Diet Oat yang Diklaim Hasilnya Setara Ozempic
Mitos atau Fakta: Telur Bisa Memicu Jerawat?
Most Popular
1
Reza SMASH Nikah di KUA, Sang Istri Cantik Pakai Baju Pengantin Sewaan
2
Pengakuan Mengejutkan Zayn Malik: Tak Pernah Jatuh Cinta dengan Gigi Hadid
3
Jangan Sepelekan Ini Hal yang Paling Dibenci dan Bikin Marah Zodiak Aquarius
4
Tunangan Mick Jagger Syok Setelah Alami Serangan Fisik di Klub Eksklusif London
5
Wajah Baru adidas Samba yang Lebih Mewah, Diberi Sentuhan Suede dan Kulit
MOST COMMENTED











































