Rama Duwaji Bikin Ilustrasi untuk Esai Aktivis Anti-Israel, Picu Polemik
Rama Duwaji, seniman keturunan Suriah-Amerika sekaligus istri Wali Kota New York Zohran Mamdani, menjadi sorotan setelah karyanya muncul dalam sebuah esai yang ditulis oleh aktivis anti-Israel, Susan Abulhawa. Aktivis tersebut sebelumnya menuai kontroversi karena pernyataannya yang dinilai menyerang orang Yahudi.
Menurut laporan Washington Free Beacon seperti dilansir New York Post, Duwaji membuat ilustrasi utama untuk esai berjudul 'A Trail of Soap'. Esai tersebut dimuat dalam edisi terbaru majalah 'Everything Is Political' yang diterbitkan oleh Slow Factory.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susan Abulhawa dikenal sebagai penulis Palestina-Amerika yang vokal mengkritik Israel. Organisasi Anti-Defamation League (ADL) sebelumnya mengkritik Abulhawa karena retorika yang dinilai provokatif terhadap negara Israel.
Beberapa hari setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, Abulhawa menulis opini yang menyebut peristiwa tersebut sebagai "momen spektakuler yang mengejutkan dunia." Dalam tulisannya di media The Electronic Intifada, ia juga menyinggung kemungkinan bahwa Israel telah mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya.
Ilustrasi karya Rama Duwaji (Foto: Instagram/@theslowfactoryandeverything_political) |
"Apakah Israel mengetahui rencana itu sebelumnya atau tidak, beberapa pejuang kebebasan itu menginspirasi Palestina dan masyarakat tertindas di seluruh dunia untuk membayangkan seperti apa kebebasan dan perlawanan itu," tulis Abulhawa dalam artikel tersebut.
Washington Free Beacon juga menyoroti sejumlah unggahan media sosial Abulhawa yang mengkritik Israel secara tajam. Dalam beberapa postingan di platform X sepanjang 2025, ia menuding Israel sebagai pihak yang menghancurkan Gaza dan menggunakan sejumlah istilah keras dalam menggambarkan Israel maupun para pendukungnya.
Selain itu, Abulhawa juga pernah menyerang sejumlah komentator pro-Israel di media sosial dengan kata-kata yang dianggap sangat kasar.
Menanggapi polemik tersebut, juru bicara Mamdani mengatakan kepada Washington Free Beacon bahwa Rama Duwaji tidak memiliki hubungan pribadi dengan Abulhawa.
Rama Duwaji di New York Fashion Week. (Foto: Gilbert Flores/WWD via Getty Images) |
"Seperti lazimnya ilustrator lepas, Ibu Negara Kota New York diminta oleh penerbit eksternal untuk membuat ilustrasi bagi kutipan buku Abulhawa," kata juru bicara tersebut. "Ia tidak pernah berinteraksi ataupun bertemu dengan Susan Abulhawa, dan tidak mengetahui unggahan media sosial yang dipermasalahkan," tambahnya.
Sementara itu, Balai Kota New York belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media. Sorotan terhadap Duwaji juga muncul beberapa hari setelah media Jewish Insider melaporkan bahwa ia sempat menyukai sebuah unggahan Instagram dari kelompok aktivis kiri. Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim berasal dari rekaman serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Unggahan tersebut memuat foto sekelompok orang yang menaiki kendaraan yang diduga milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dengan tulisan "resisting apartheid since 1948." Gambar lain dalam unggahan yang sama memperlihatkan buldoser yang digunakan untuk menjebol penghalang antara Gaza dan Israel pada hari serangan tersebut.
(dtg/dtg)














































