Vina Muliana Ungkap 3 Hal Penting agar Gen Z Tak Bingung Menentukan Masa Depan
Menentukan arah masa depan sering kali menjadi hal yang membingungkan, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja. Tak sedikit mahasiswa yang merasa salah jurusan, bingung memulai karier, hingga tidak tahu harus mencari bimbingan ke mana.
Fenomena ini juga disoroti oleh HR professional sekaligus content creator karier, Vina Muliana. Saat tampil menjadi pembicara dalam Program School to School yang digelar Hanasui, Vina menjelaskan tentang perencanaan masa depan. Program School to School yang digelar Hanasui ini merupakan salah satu cara brand kecantikan tersebut merayakan pencapaian bisnis mereka. Hanasui Lip Cream berhasil menorehkan prestasi sebagai Lip Cream No.1 di Indonesia .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke perencanaan masa depan, Vina mengungkapkan bahwa banyak Gen Z masih kebingungan menentukan langkah setelah lulus. Sekitar 86% anak muda mengaku tidak tahu harus mulai dari mana dalam mempersiapkan karier, sementara 78% tidak tahu ke mana mencari pendampingan karier, dan 45% mahasiswa merasa salah jurusan.
Agar tidak tersesat dalam menentukan masa depan, Vina Muliana membagikan konsep sederhana yang bisa menjadi fondasi membangun karier sukses.
1. Tentukan arah masa depan dengan mengenali diri sendiri
Langkah pertama adalah memiliki clarity, atau kejelasan arah hidup. Menurut Vina, menentukan karier ideal harus dimulai dari memahami diri sendiri.
Ada beberapa pertanyaan penting yang bisa membantu menemukan arah tersebut, antara lain:
- Hal apa yang paling kamu kuasai?
- Aktivitas apa yang membuatmu bersemangat melakukannya?
- Kontribusi apa yang ingin kamu berikan untuk masyarakat?
- Bagaimana kemampuan atau hobi itu bisa menghasilkan uang?
Dengan menjawab pertanyaan tersebut, seseorang bisa menemukan titik temu antara minat, keahlian, kebutuhan masyarakat, dan peluang profesi. Dari situlah gambaran karier ideal mulai terbentuk.
2. Tingkatkan daya saing di dunia kerja
Selain menentukan arah, seseorang juga perlu meningkatkan competitiveness atau daya saing. Persaingan kerja ternyata sangat ketat. Dalam satu lowongan pekerjaan, rata-rata bisa ada sekitar 250 pelamar. Dari jumlah tersebut, biasanya hanya 4-6 orang yang dipanggil wawancara, dan pada akhirnya hanya 1 orang yang diterima.
Karena itu, penting untuk terus meningkatkan kompetensi yang terdiri dari tiga hal utama:
- Pengetahuan: memahami teori dan wawasan yang relevan dengan pekerjaan impian
- Keterampilan: kemampuan teknis yang mendukung pekerjaan tersebut
- Sikap: attitude profesional yang membuat seseorang menonjol di tempat kerja
Ketiga hal ini bisa dikembangkan melalui pendidikan, organisasi, hingga pengalaman magang.
3. Bangun jaringan profesional
Faktor penting lain yang sering diabaikan adalah connections atau jaringan profesional. Dalam dunia kerja, koneksi sering kali membuka banyak peluang baru.
Beberapa cara sederhana untuk mulai membangun jaringan antara lain:
- Menjaga hubungan dengan alumni
- Aktif membangun jaringan profesional secara online
- Memanfaatkan layanan career center kampus
Prinsipnya sederhana: network yang luas bisa membuka lebih banyak peluang karier.
Skill Penting untuk Menghadapi Masa Depan
Selain tiga fondasi utama tersebut, Vina juga menyoroti beberapa kemampuan yang akan semakin dibutuhkan di masa depan, terutama di era teknologi dan AI.
Beberapa skill yang penting dikembangkan antara lain:
- Rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat
- Pemikiran analitis dan kreatif
- Literasi teknologi digital
- Kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan
Menurutnya, ijazah saja tidak lagi cukup. Kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi justru menjadi kunci agar tetap relevan di dunia kerja yang terus berubah.
Kebiasaan Kecil yang Bisa Menentukan Kesuksesan
Selain skill, ada juga kebiasaan sederhana yang dapat membantu seseorang berkembang, seperti:
- Menyisihkan waktu belajar setiap hari
- Berani mencoba hal baru
- Tidak takut menghadapi tantangan
- Senang berbagi ilmu
- Membiasakan diri keluar dari zona nyaman
Kebiasaan-kebiasaan kecil ini bisa melatih mental dan fleksibilitas, sehingga seseorang lebih siap menghadapi perubahan di masa depan.
Pada akhirnya, membangun masa depan bukan hanya soal memilih pekerjaan, tetapi juga memahami diri sendiri, terus mengembangkan kemampuan, dan membangun jaringan yang tepat. Dengan fondasi tersebut, peluang untuk meraih karier yang diinginkan akan jauh lebih besar. ✨
(eny/eny)












































