ADVERTISEMENT

Komunitas Pecinta Kebaya Inginkan Indonesia Ikut Joint Nomination ke UNESCO

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 01 Des 2022 05:00 WIB
Models present creations by Bin House during 2023 Jakarta Fashion Week in Jakarta on October 27, 2022. (Photo by ADEK BERRY / AFP) (Photo by ADEK BERRY/AFP via Getty Images) Kebaya BinHouse di perhelatan Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: AFP via Getty Images/ADEK BERRY)
Jakarta -

Dukungan untuk Indonesia daftarkan kebaya sebagai warisan budaya bersama negara ASEAN lainnya ke UNESCO semakin menggaung. Gabungan komunitas kebaya Indonesia akhirnya menyatakan ikut mendukung walau sebelumnya mengusulkan pendaftaran secara mandiri.

Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam berencana mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO pada Maret 2023 secara bersama (joint nomination). Pintu tetap terbuka bagi negara lain di kawasan ASEAN untuk ikut bergabung.

Models present creations by Bin House during 2023 Jakarta Fashion Week in Jakarta on October 27, 2022. (Photo by ADEK BERRY / AFP) (Photo by ADEK BERRY/AFP via Getty Images)Models present creations by Bin House during 2023 Jakarta Fashion Week in Jakarta on October 27, 2022. (Photo by ADEK BERRY / AFP) (Photo by ADEK BERRY/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/ADEK BERRY

"Dalam kondisi sekarang, joint nomination menjadi pilihan yang ideal," ujar Rahmi Hidayati, Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), kepada Wolipop, Rabu (30/11/2022)

PBI bergabung dengan komunitas lainnya, termasuk Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB), Pewaris Kebaya Labuh, dan Pewaris Kebaya Kerancang, yang menyatukan keinginan agar Indonesia mendaftarkan kebaya ke UNESCO melalui jalur joint nomination. Keinginan tersebut disampaikan dalam Urun Rembug Komunitas pada Selasa (29/11/2022).

"Kalau kita melihat ke belakang, sebaiknya Indonesia ikut joint nomination karena jangan sampai kita tidak dapat apapun dan itu bisa lebih buruk lagi," kata Vielga dari Pewaris Kebaya Kerancang dalam keterangan resminya.

Models present creations by Bin House during 2023 Jakarta Fashion Week in Jakarta on October 27, 2022. (Photo by ADEK BERRY / AFP) (Photo by ADEK BERRY/AFP via Getty Images)Models present creations by Bin House during 2023 Jakarta Fashion Week in Jakarta on October 27, 2022. (Photo by ADEK BERRY / AFP) (Photo by ADEK BERRY/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/ADEK BERRY

Hadir dalam acara ini, Ketua Timnas HKN (Hari Kebaya Nasional) Lana T. Koentjoro, anggota Wantimpres Putri Kuswisnu Wardhani, serta perwakilan dari Kemendikbud, Kemenlu, Wakil Tetap RI di UNESCO, dan 23 komunitas.

Pendaftaran kebaya secara joint nomination ke UNESCO dipimpin oleh Malaysia. Rencana tersebut sebenarnya sudah muncul beberapa bulan lalu. Saat pemerintah Indonesia ditawarkan untuk bergabung, sejumlah komunitas budaya berharap Indonesia bisa mendaftarnya secara mandiri mengingat asal-usul kebaya yang bermula dari Indonesia.

"Sejak awal saya sudah menyatakan lewat single nomination, tapi kita harus bergerak dengan joint nomination," kata Rahmi.

Koleksi terbaru Sejauh Mata Memandang di JFW 2023Kebaya modern interpretasi Sejauh Mata Memandang di JFW 2023. (Foto: Abduh/Detikcom)

Ia pun berharap, komunitas lain yang awalnya menolak ide pendaftaran bersama negara lain berubah pikiran dan bersatu. "Mudah-mudahan yg masih menolak joint bisa memahami konsep dasarnya UNESCO," tambah Rahmi.

Menurutnya, UNESCO menitikberatkan kelaikan sebuah obyek sebagai warisan budaya bersama pada upaya pelestarian yang dilakukan oleh negara-negara yang bersangkutan dari generasi ke generasi, bukan asal-usulnya.

"Kalau melihat sejarahnya, kebaya di Indonesia memang sudah ada sejak 500 tahun lalu. Tapi, pelestariannya tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di negara-negara tetangga yang masuk kategori serumpun dalam budaya," jelas Rahmi.

Dengan diakui kebaya sebagai warisan budaya bersama, lanjut Rahmi, hubungan antar negara bisa semakin erat. Lebih dari itu, rakyat Indonesia semakin sadar untuk terus merawat kecintaan pada kebudayaan negeri sendiri, dalam hal ini kebaya. Apalagi Indonesia kaya dengan langgam kebayanya.

"Tantangan ke depan adalah menumbuhkan kecintaan melestarikan budaya berkebaya ini pada generasi muda. Nggak gampang memang, tapi harus dijalankan setapak demi setapak," katanya.



Simak Video "Arti Kebaya di Mata Dian Sastrowardoyo"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)