ADVERTISEMENT

Koleksi Purana di JFW 2023 Rayakan Esensi Buatan Tangan di Era Digitalisasi

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 28 Okt 2022 09:00 WIB
OCTOBER 24: A model walks the runway of Dewi’s Luxe Market presents Womens Resort Wear featuring Purana during Jakarta Fashion Week 2023 in City Hall – Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Koleksi busana liburan serba putih keluaran Purana di Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: Dok. Purana)
Jakarta -

Industri fashion turut berevolusi seiring perkembangan teknologi. Kehadiran produk mode dalam format NFT (non-fungible token) menjadi salah satu penanda masuknya era baru tersebut. Di tengah euforia digitalisasi dan kehadiran metaverse, Purana ingin merayakan kekuatan craftsmanship lewat koleksi terbaru di Jakarta Fashion Week (JFW) 2023.

Purana, di bawah arahan desainer Nonita Respati, ambil bagian di peragaan bertajuk 'Cruise to Paradise', pada hari pertama JFW 2023, Senin (24/10/2022) malam, bersama sejumlah desainer lainnya. Menyesuaikan temanya, para desainer mempersembahkan koleksi busana liburan (dalam istilah fashion biasa disebut cruise atau resort) versinya masing-masing.

OCTOBER 24: A model walks the runway of Dewi's Luxe Market presents Womens Resort Wear featuring Purana during Jakarta Fashion Week 2023 in City Hall – Pondok Indah Mall 3, Jakarta.Koleksi busana resort serba putih keluaran Purana di Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: Dok. Purana)

Busana liburan serba putih menjadi tawaran Purana kali ini. Ide tersebut datang dari momen pelesiran Nonita di Italia belum lama ini. Berkunjung ke kota Como yang terkenal dengan keindahan panorama danau dan pegunungannya, ia sembari mengobservasi cara orang-orang berpakaian saat menikmati liburan panas.

"Memang warna putih dan pastel itu sangat stands out ketika disandingkan dengan tone kulit tan seperti orang Indonesia pada umumnya," kata Nonita kepada Wolipop melalui aplikasi percakapan.

Terdiri dari 16 look, koleksi ini menawarkan variasi busana berpotongan longgar dan modern khas Purana. Ada summer dress, jumpsuit, bralette, wide pants, celana pendek, dan outerwear. Meski tampilannya white-on-white, kombinasi busana yang tersaji tak terasa membosankan. Setiap potongan busana memiliki diferensiasi karakter, baik dari segi material hingga detail, yang menghadirkan keunikan tersendiri.

OCTOBER 24: A model walks the runway of Dewi's Luxe Market presents Womens Resort Wear featuring Purana during Jakarta Fashion Week 2023 in City Hall – Pondok Indah Mall 3, Jakarta.Koleksi busana resort serba putih keluaran Purana di Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: Dok. Purana)

"Dilihat dari sisi per item tentu sudah tidak monoton karena masing-masing berbeda. Bahan yang digunakan seperti linen, silk, dan cotton, dihiasi bordiran serat alami dan bertekstur," ujar Nonita yang mengaku baru pertama kali menampilkan satu koleksi yang hampir semuanya serba putih untuk Purana.

Dalam presentasinya, koleksi ini dipadukan dengan aksesori berbahan anyaman dalam bentuk topi dan tas mungil yang semakin menonjolkan karakteristiknya sebagai busana liburan.

OCTOBER 24: A model walks the runway of Dewi's Luxe Market presents Womens Resort Wear featuring Purana during Jakarta Fashion Week 2023 in City Hall – Pondok Indah Mall 3, Jakarta.Koleksi busana resort serba putih keluaran Purana di Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: Dok. Purana)

Nonita mengatakan, segmen busana liburan sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena banyak jenama internasional yang menggarapnya sejak lama dengan pendekatan gaya Italian Coast and French Riviera.

Lalu pandemi datang dan secara mengejutkan membawa tren loungewear ke level yang baru. Permintaan untuk busana sejenis ini bisa dibilang meningkat selama dua tahun terakhir karena orang ingin memakai busana yang nyaman sekaligus penuh gaya walau hanya beraktivitas di rumah.

OCTOBER 24: A model walks the runway of Dewi's Luxe Market presents Womens Resort Wear featuring Purana during Jakarta Fashion Week 2023 in City Hall – Pondok Indah Mall 3, Jakarta.Koleksi busana resort serba putih keluaran Purana di Jakarta Fashion Week 2023. (Foto: Dok. Purana)

Menurut Nonita, tren ini akan terus berlanjut meski aktivitas sudah kembali 'normal' di luar rumah. "Popularitasnya tidak akan turun, hanya saja sekarang label fashion kembali mengeksplorasi berbagai look yang cukup dressy dan kembali ke tampilan sebelum pandemi," jelas Nonita yang mendirikan Purana pada 2009 ini.

Terlepas dari apapun tren busanan, Nonita menegaskan bahwa Purana akan tetap konsisten dengan DNA-nya yang selalu mengangkat keterampilan para perajin. Tema JFW 2023, yakni 'Fashion Reformation', lantas dimaknai Nonita sebagai momen untuk merayakan keautentikan karya hasil pekerjaan tangan yang mungkin tidak dimiliki oleh kreasi digital, sebagai salah satu hasil perkembangan teknologi.

"Reformasi teknonogi dalam dunia fashion sangat pesat, dari masuknya metaverse di dunia fashion, hingga hadirnya teknologi modern di sisi produksi yang sejujurnya bersiap menggantikan tenaga tangan atau manusia. Purana menerjemahkannya dengan tetap menggunakan manusia dalam produksi dari kain hingga pembuatan bajunya. Meski nafas baju tetap modern tapi esensi buatan tangannya tidak boleh ditinggalkan," ujarnya.



Simak Video "Daliatex Kusuma dan 3 Brand Lokal Dukung Gerakan Sustainable"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)