Intip Pembuatan Perhiasan Berlian Frank & Co hingga The Palace

Erika Dyah Fitriani - wolipop Senin, 18 Apr 2022 17:35 WIB
Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom
Jakarta -

Mahalnya perhiasan berlian mungkin sering bikin Anda terkaget-kaget. Bukan tanpa alasan, perhiasan berlian memiliki proses pembuatan yang sangat rumit seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan perhiasan berlian premium dalam negeri di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

PT Central Mega Kencana (CMK) merupakan salah satu perusahaan perhiasan lokal dengan ragam perhiasan premium yang bisa dengan mudah ditemui di berbagai pusat perbelanjaan terkenal dengan brandnya Mondial, Frank & co., serta The Palace. Salah satu brandnya, Frank & co. bahkan akan genap berusia 26 tahun di 21 April tahun ini.

General Manager Production PT CMK, Rendra mengungkap rumitnya proses pembuatan perhiasan berlian yang memadukan keahlian (craftsmanship) serta teknologi terkini. Product development awal dimulai dari desainer yang merancang desain-desain perhiasan dalam bentuk sketsa secara konvensional.

Di CMK, desainer dibebaskan untuk membuat desain sebanyak-banyaknya namun tetap diarahkan dengan DNA dari masing-masing brand yang ada. Desainer juga diarahkan untuk mengerjakan desain sesuai season, misalnya Valentine, Anniversary, Lebaran, Christmas/Year End, dan lain-lain. Dari bermacam desain tersebut, beberapa desain terpilih akan dibuat dalam bentuk sketsa 3D.

"Kalau mungkin kenal software 3D CAD seperti AutoCAD dan sebagainya, ada juga software khusus untuk mendesain 3D perhiasan. Setelah dibuat sketsa tangan dibuat sketsa 3D dalam komputer, lalu kita lakukan 3D printing. Artinya, dari desain 3D yang ada di komputer kita cetak prototipenya melalui mesin 3D printing," jelas Rendra dalam Agenda Company Visit PT CMK dalam rangka ulang tahun Frank & co. yang berlangsung Senin (18/3/2022).

Proses pembuatan perhiasan.Proses pembuatan perhiasan. Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom

Setelah melalui proses cetak 3D, pihaknya akan melakukan finishing. Lalu membuat resin master dengan bentuk yang sama persis seperti perhiasan dengan model yang akan dibuat. Selanjutnya, dibuat rubber master atau cetakan karet yang menjadi awal mula perhiasan untuk dibuat dalam mass production jumlah besar.

Setelah tahap product development, pihaknya akan mulai melakukan mass production dengan diawali production planning berupa Wax Injection.

"Dari cetakan karet (rubber master) tadi kita menginjeksi karet untuk jadi model perhiasan. Setelahnya kita finishing dan bersihkan dari kotoran lalu kita bentuk pohon lilin/wax tree. Lalu kita lakukan proses casting dengan lapisan emas, jadi akan ada yang namanya pohon emas," paparnya.

Selanjutnya, ada proses Kitting by BOM untuk mencontohkan komponen dari perhiasan tersebut menjadi satu perhiasan yang utuh.

Proses pembuatan perhiasan.Proses pembuatan perhiasan. Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom

"Karena satu perhiasan itu bisa terdiri dari beberapa komponen. Tidak serta merta kita buat 1 perhiasan langsung jadi seperti yang kita kenakan. Ada beberapa komponen yang dibutuhkan. Lalu ada proses assembly (perakitan) masing-masing komponen," ujar Rendra.

Ia menambahkan ada proses polishing untuk membuat emas hasil casting tak lagi kusam. Setelah dipoles, dilakukan proses pasang batu (stone setting) dengan tenaga ahli yang dimiliki CMK. Kemudian proses grafir dan final polishing. Rendra mengatakan proses double polishing menjadi salah satu yang membedakan CMK dengan yang lain sebab pihaknya ingin menghasilkan perhiasan dengan kilau lebih maksimal.

Setelah dilakukan polishing, ada proses plating untuk memberi tambahan lapisan pada perhiasan agar lebih berkilau. Lalu, ada final Quality Control (QC) yang dilakukan untuk memastikan kualitas perhiasan tetap terjaga.

Adapun QC dalam produksi perhiasan di CMK dilakukan di masing-masing tahap, tak hanya di akhir saja. Total, ada 55 parameter yang harus dicek untuk memastikan kelayakan jual perhiasan.

"Semua barang yang dihasilkan harus sesuai standar kualitas yang ditentukan. Di akhir pun ada QC lagi untuk menentukan apakah perhiasan yang dihasilkan sudah layak untuk dijual ke customer. Nanti akan ada feedbacknya, apakah sudah oke atau reject. Kalau reject tentunya tidak dijual, jadi akan kita rework lagi atau kalau ada kerusakan fatal kita ulang lagi dari awal. Setelah approved, siap didistribusikan di toko-toko CMK di Indonesia," tutur Rendra.

Kualitas Berlian yang Digunakan

Selanjutnya
Halaman
1 2