Tren NFT Bikin Hermes Geram, Kreator Tas MetaBirkins Kena Somasi
Karya seni NFT (non-fungible token) makin menggeliat dan diminati. Saat banyak merek besar yang mulai merambah medium NFT, Hermes justru merasa dirugikan oleh fenomena tersebut. Lebih tepatnya, karena sebuah tas Birkin versi virtual yang diklaim Hermes sebagai produk ilegal.
Hermes, luxury fashion brand Prancis yang terkenal dengan tas kulit supermewahnya, geram atas kemunculan 'MetaBirkins' karya seorang kreator NFT bernama Mason Rothschild. Alhasil, Hermes melayangkan somasi terhadap seniman digital yang berbasis di New York, AS, itu.
Dalam somasi yang juga sudah terdaftar di Pengadilan Distrik New York, Jumat (14/1/2022), itu, Hermes menuduh Rothschild sebagai 'spekulan digital' yang mencoba untuk memperkaya diri dengan 'melazimkan merek MetaBirkins untuk keperluan berkarya, pemasaran, penjualan, dan memanfaatkannya untuk alat tukar aset digital yang dikenal sebagai non-fungible token.'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rothschild juga disebut melakukan pelanggaran hak cipta karena menggunakan nama 'Birkin' tanpa izin. Desain dan nama Birkin yang telah mendunia itu sudah dipatenkan oleh Hermes. Tas Birkin muncul perdana pada 1984. Adapun Hermes mengambil namanya dari aktris Inggris Jane Birkin.
Menurut catatan di somasi 47 halaman itu, seperti dilansir dari Business of Fashion, Rothschild mulai menjual koleksi NFT di bawah merek MetaBirkins pada 2 Desember 2021. Tas pertama laku keesokan harinya dengan nilai setara US$ 42.000 atau sekitar Rp 602 juta. Di dunia nyata, tas Hermes Birkin biasanya dijual dari US$ 10.000 (Rp 143 juta).
OpenSea, sebuah lokapasar NFT global, juga sempat menjual koleksi tas yang didominasi 'Birkin' dalam beragam versi bulu warna-warni itu sebelum akhirnya menarik penjualan menyusul somasi dari Hermes. Lain halnya Rothschild yang tetap 'ngotot' memasarkannya lewat Instagram dan situs pribadi.
"Dear Hermes, saya sudah menerima surat somasi Anda. Saya minta maaf jika Anda tersinggung oleh karya seni saya, tapi saya tidak akan minta maaf karena menciptakannya," tulis Rothschild di Instagram menanggapi teguran Hermes.
Tas Birkin Hermes di sebuah pemeran jalang pelelangan oleh Sotheby's. (Foto: Getty Images for Sotheby's German/Joshua Sammer) |
Rothschild berdalih, karyanya merupakan produk seni yang diciptakan berdasarkan semangat bebas berekspresi untuk menginterpretasikan dunia di sekitarnya, sebagaimana dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.
"MetaBirkins adalah abstraksi jenaka dari sebuah tonggak kultur fashion yang eksis sebelumnya. Saya menerjemahkan ulang bentuk, material dan nama dari sudut budaya pop yang popular," kata Rothschild.
Aktivis organisasi penyayang binatang, PETA, menggelar aksi protes di depan butik Hermes, Milan, Italia, untuk mengkritik penggunaan kulit buaya sebagai material Hermes Birkin. (Foto: AP/Luca Bruno) |
MetaBirkins, tambahnya, juga merupakan kritik terhadap kekejaman dunia fashion terhadap binatang. Ia berharap, karyanya dapat mendukung inisiatif produk fashion bebas kulit dan bulu, serta mencari material alternatifnya.
Alih-alih terintimidasi oleh kehadiran MetaBirkins, Hermes menurut Rothschild seharusnya ikut mendukung para seniman muda demi mendefinisikan masa depan fashion di alam metaverse kelak. "Anda bisa menjadi bagian dari gerakan luar biasa ini," katanya.
(dtg/dtg)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare












































Tas Birkin Hermes di sebuah pemeran jalang pelelangan oleh Sotheby's. (Foto: Getty Images for Sotheby's German/Joshua Sammer)
Aktivis organisasi penyayang binatang, PETA, menggelar aksi protes di depan butik Hermes, Milan, Italia, untuk mengkritik penggunaan kulit buaya sebagai material Hermes Birkin. (Foto: AP/Luca Bruno)