Harga Tas Chanel Naik 60%, Konsumen Kritik Kualitas Kulit

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 27 Des 2021 13:45 WIB
PARIS, FRANCE - JANUARY 21: Nadia Tereszkiewicz,bag detail, attends the Chanel Haute Couture Spring/Summer 2020 show as part of Paris Fashion Week at Grand Palais on January 21, 2020 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Tas Chanel (Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain)
Paris -

Pecinta tas Chanel mungkin harus menyiapkan bujet lebih jika masih ingin menambah koleksinya. Pasalnya, harga tas tersebut terus naik secara signifikan terlepas dari kualitas material kulitnya yang dikritik.

Kenaikan harga yang terjadi selama dua tahun terakhir bahkan mencapai dua per tiga. Menurut data yang dikumpulkan oleh Kathryn Parker, seorang analis dari Jefferies Group, harga flap bag Chanel ukuran kecil naik 60 persen hingga US$ 8.200 atau sekitar Rp 116 juta sejak November 2019.

Sementara itu, versi besarnya yang dikenal dengan nama '2.55' sekarang berharga US$ 9.500 (Rp 135 juta). Padahal Juni lalu, harganya US$ 7.400. Parker mencatat, sudah empat kali harga tas tersebut naik dalam kurun dua tahun.

PARIS, FRANCE - JANUARY 21: Nadia Tereszkiewicz,bag detail, attends the Chanel Haute Couture Spring/Summer 2020 show as part of Paris Fashion Week at Grand Palais on January 21, 2020 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)Flap bag Chanel (Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain)

Seorang sumber dari Chanel mengatakan kepada Bloomberg, rumah mode Prancis yang didirikan oleh Coco Chanel pada 1910 ini menaikkan harga produknya karena beberapa alasan. Salah satunya sebagai strategi menghadapi kurs dunia yang fluktuatif alias labil. Kenaikan juga menjadi respons Chanel terhadap biaya produksi yang meningkat dan cara untuk menyamaratakan harga produk di seluruh dunia.

Charles Gorra, CEO Rebag, sebuah brand yang khusus menjual tas mewah bekas, punya teori tersendiri. Menurutnya, Chanel sedang berusaha 'naik level' agar seperti Hermes yang terkenal dengan tas-tas supermewahnya.

Selisih harga yang tipis menjadi buktinya. Flap bag ukuran medium Chanel di Prancis sekarang sudah berharga 7.800 euro atau 100 euro lebih murah dari tas Birkin 30 seri Togo calfskin dari Hermes. Gorra mengatakan, "Chanel ingin menjadi bagian dari dunia Hermes, tidak mau lagi selevel (Louis) Vuitton dan Gucci."

LONDON, ENGLAND - JANUARY 24:  A person walks by the Chanel store on Bond Street on January 24, 2011 in London, England. Despite the expected retail slump, sales of luxury goods are booming, with many companies posting large profits.  (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)Butik Chanel di London. (Foto: Dan Kitwood/Getty Images)

Upaya Chanel untuk semakin eksklusif terlihat pula dari kebijakan yang membatasi konsumen untuk membeli produknya. Di sebuah butik Chanel Paris misalnya, seorang staf mengatakan kepada Bloomberg, konsumen hanya boleh membeli satu tas sekali kunjungan. Jika mau belanja tas lagi, harus tunggu sampai dua bulan. Tas yang dibeli pun harus berbeda dari sebelumnya.

Bahkan, butik Chanel New York City memberlakukan 'waiting-list' sampai tiga bulan untuk beberapa tas seri klasiknya. Sementara itu, tidak ada larangan khusus di Chanel Shanghai dan Hong Kong.

Ines Ennaji, seorang manajer pengembangan bisnis dari perusahaan Prancis Luxurynsigh, menilai Chanel sengaja membuat produknya sulit dijangkau sehingga terasa langka. Kelangkaan tersebut, katanya, dapat menjadikan Chanel sebagai brand yang paling diinginkan. "Dengan begitu, Chanel punya alasan untuk menaikkan harga," jelas Ennaji.

LONDON, ENGLAND - OCTOBER 09: Catherine, Duchess of Cambridge visits The Angela Marmont Centre For UK Biodiversity at Natural History Museum on October 09, 2019 in London, England. HRH is Patron of the Natural History Museum. (Photo by Tim P. Whitby/Getty Images)Kate Middleton memakai tas Chanel pada 2019. (Foto: Tim P. Whitby/Getty Images)

Namun, sejumlah konsumen malah berpikir sebaliknya. Menurut mereka, kenaikan harga tersebut tak sebanding dengan kualitas yang ditawarkan belakangan ini. "Saya merasa makin tak puas dengan Chanel," kata Ingrid Chua, kontributor Vogue Hong Kong sekaligus pemilik akun fashion Bag Hag dengan 60 ribu pengikut di Instagram.

Ia mengkritik material kulit tas Chanel. Menurutnya, kulit tersebut beberapa tahun terakhir terasa seperti plastik karena coating yang berlebihan. Lapisan coating ada untuk melindungi tas dari debu dan goresan.

Adapun Carol Gong, kolektor tas mewah, mengaku tak tertarik lagi dengan tas Chanel bila harganya terus meroket. "Lebih baik saya membeli tas Lindy Hermes yang harganya hampir sama," kata dia.

CANNES, FRANCE - JULY 10: Mary Finn, bag detail, attends the (Foto: Getty Images/Kate Green)


Simak Video "Bombastis! Botol Minum Chanel Dibanderol Rp 78,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)