ADVERTISEMENT

Ngeri, Dijual Tas dan Sepatu dari 'Organ Manusia'

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 02 Des 2021 12:45 WIB
Toko Fashion Organ Manusia Buatan PETA Foto: Dok. PETA
New York City -

Toko pakaian online yang satu ini berbeda dari yang lain. Toko ini menawarkan produk berbahan kulit. Bukan kulit hewan, melainkan kulit manusia dan organ lainnya.

"Terbuat dari kulit terbaik, serta menghadirkan wajah manusia di permukaan jaket, gigi di sepatu dan darah manusia yang mengalir dari tas," demikian produk-produk tersebut dideskripsikan.

Toko Fashion Organ Manusia Buatan PETA(Foto: Dok. PETA)

Tapi tunggu dulu, sebelum kamu menanggapinya terlalu serius, ini hanyalah toko fiktif yang dibuat oleh PETA, organisasi internasional penyayang hewan.

Toko tersebut merupakan bagian dari kampanye PETA untuk menyadarkan manusia betapa kejamnya pembunuhan hewan demi sebuah produk fashion.

Apa jadinya bila organ manusia yang dipakai untuk membuat barang-barang tersebut? Pertanyaan inilah yang mendasari PETA untuk meluncurkan kampanye ini.

Toko Fashion Organ Manusia Buatan PETAFoto: Dok. PETA

"Sapi yang memiliki kulit itu, ketakutan dan kesakitan di sebuah rumah pemotongan, seperti halnya kita kalau berada di situasi yang sama," kata Wakil Presiden Eksekutif PETA Tracy Reiman seperti dikutip New York Post baru-baru ini.

PETA menamai tokonya, 'Urban Outraged' yang bisa dimaknai sebagai kemarahan masyarakat urban. Namun, PETA sebenarnya sedang menyindir Urban Outfitters, sebuah brand peritel fashion asal Amerika Serikat.

Kampanye ini disertai foto-foto produk hasil editan yang menyerupai bentuk asli. Terdapat ikat pinggang dengan lapisan kulit manusia bagian dalam yang terekspos, lalu jaket kulit yang penuh luka bekas siksaan.

Produk tersebut tentu tidak dijual. Walau begitu, PETA berharap manusia bisa merasakan efek jeranya. "Urban Outraged PETA menantang para pembeli untuk melihat langsung individu yang berada di balik kulit hewan yang dipajang di toko," ujar Reiman.



Simak Video "Deretan Desainer yang Gunakan Organ Manusia Dalam Karyanya"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)