Inspirasi Ragam Budaya NTT di Koleksi Terbaru Happa

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 08 Feb 2019 11:11 WIB
Andien dan Mel Ahyar merilis koleksi terbaru Happa. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop) Andien dan Mel Ahyar merilis koleksi terbaru Happa. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)

Jakarta - Keindahan budaya Indonesia kembali menjadi inspirasi utama untuk koleksi terbaru Happa. Kali ini, label yang digawangi oleh desainer Mel Ahyar dan penyanyi Andien tersebut terilhami oleh keragaman budaya Nusa Tenggara Timur.

'Hulu Laran', begitu tajuk dari koleksi Resort 2019 yang diluncurkan di Iwan Tirta Home, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019). Untuk koleksi tersebut, Andien dan Mel menggali inspirasi dari kisah 'Penyair Sastra' dari Suku Lamaholot dan Tari Caci dari suku Manggarai.


Koleksi terbaru Happa bertajuk 'Hulu Laran'Koleksi terbaru Happa bertajuk 'Hulu Laran' (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Meski berbeda, keduanya secara garis besar bercerita tentang perdamaian dan sportivitas. "Lewat koleksi ini, kami ingin memberi semangat kebaikan, apalagi suasana di Tanah Air sedang musim-musimnya kompetisi menjelang Pilpres. Kalau mau bersaing, mari kita lakukan dengan damai dan sportif," ucap Andien sebagai mitra bisnis Mel.

Inspirasi tersebut lalu dituangkan ke dalam bentuk bordiran, sulaman, dan ilustrasi yang menghiasi busanan. Seperti pada salah satu luaran gelap yang dihiasi isi puisi berbahasa daerah tersebut. Sesekali, Mel juga bermain dengan manik-manik sebagai aksen.

Untuk motif, Mel juga terpengaruh dari kain-kain khas Maumere, Manggarai dan Sumba. Beberapa material diambil langsung dari daerahnya.


Inspirasi Ragam Budaya NTT di Koleksi Terbaru HappaFoto: Moh. Abduh/Wolipop
Total terdapat 35 busana yang didominasi terusan dan luaran, dengan harga mulai dari Rp 1 jutaan sampai Rp 5 jutaan. Di jajaran aksesori, Happa juga melansir tas dan scarf.

'Hulu Laran' menjadi koleksi ke-14 Happa sejak pertama kali diluncurkan pada 2011. Ada tantangan tersendiri yang dihadapi Mel dalam proses kreatif koleksi ini. "Komunikasi jadi kendala karena saya tidak bisa datang langsung ke sana. Selain itu, ketersediaan bahan dari perajin," ungkap Mel.
(dtg/dtg)