New York Fashion Week

Foto: Para Supermodel Seksi 'Berpesta Disko' di Fashion Show DVF

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 16 Feb 2016 14:35 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Desainer ternama Diane von Furstenberg menampilkan karya teranyarnya sebagai bagian dari New York Fashion Week Fall/Winter 2016, Minggu (14/2/2016).

Tapi kali ini karya yang berada di bawah label DVF itu tidak muncul seperti biasanya di atas panggung catwalk.

Wanita 69 tahun itu memamerkan koleksi tersebut di markasnya yang berlokasi di kawasan Meatpacking District, New York City, AS.

Hanya beberapa model saja yang tampil mengenakan koleksinya. Tidak sekedar berjalan, mereka juga sambil menari mengikuti irama musik disko dan berinteraksi dengan para tamu.

Semakin menarik karena mereka bukan sekedar model. Diane menggandeng delepan supermodel seksi masa kini yang terdiri dari Lily Aldridge, Irina Shayk, Gigi Hadid, Kendall Jenner, Karlie Kloss, Jourdan Dunn, Elsa Hosk, dan Alanna Arrington.



Bagaimana kemeriahan pesta disko tersebut?

Adapun tujuan Diane menggelar fashion show dengan format nonkonvensional itu agar para konsumennya dapat mengenal koleksinya lebih akrab dan mendetail.

"Aku mencoba untuk menjadi sahabat lemari para wanita," kata desainer kelahiran Belgia itu seperti dikutip Vogue.com.

Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti

Dalam aksinya, para model tampak larut dalam alunan musik disko tahun 1970-an yang seolah mengingatkan kembali era kelahiran DVF. Kala itu, DFV pertama kali mengenalkan wrap dress atau terusan lilit yang ikonik itu.

Nuansa 70-an itu semakin dipertegas oleh koleksi yang membungkus tubuh para model itu sendiri. Karlie misalnya mengenakan wrap dress berbahan payet emas. Busana berwarna emas jamak terlihat membaluti tubuh para party goers di era 70an.



Supermodel senior Irina Shayk dan Jourdan Dunn juga mengenakan wrap dress bernuansa keemasan namun kali ini hanya sebagai aksen.  

Kehadiran wrap dress itu sekaligus menandakan keeksisan busana tersebut di tengah perubahan industri fashion dan selera konsumen mengikuti perkembangan zaman.

Sementara itu, Lily Aldridge mencuri perhatian dengan wrap dress panjang merah bergaris leher plunging neck. Adapun Gigi mengenakan mini dress hitam dengan berhiaskan panel putih yang bold dengan sentuhan lace pada bagian bodice.



Di saat model lainnya mengenakan gaun, Kendall tampil beda dengan jumpsuit hitam bercorak abstrak yang artsy dan dipercantik dengan choker hitam.

Tampilan yang lebih kasual dihadirkan oleh Alanna Arrington yang hanya mengenakan cropped top hitam dengan skinny jeans dan boot. Dengan hair do keriting, penampilan Alanna menyerupai gaya karakter Alex Owens di film 'Flashdance' (1983). Adapun Elsa Hosk juga memakai cropped top namun dalam motif bergaris.

Seperti berada di sebuah pesta, mereka lalu membaur dengan para tamu. Tidak ada 'kasta' tempat duduk bagi para tamu, jadi siapa saja bisa berintaraksi dengan Gigi, Kendall, dan kawan-kawan. Sesekali para model cantik ini ber-selfie menggunakan kamera manual.



Menutup presentasi, mereka lalu berfoto bersama sang desainer di sofa berbentuk bibir.

Tentang koleksi tersebut, Diane mengatakan ingin kembali menegaskan esensi kehadiran DVF bagi wanita dan emansipasinya.

"Aku ingin kembali ke brand dan berpikir tentang misinya. Apa maksud dari brand ini dan bagaimana aku ingin dikenang. Aku ingin dikenang sebagai wanita yang mengatakan kepada wanita lainnya untuk menjadi diri mereka dan memberi mereka cara untuk melakukannya. That's the purpose of our brand," terang Diane.



Selain format peragaan, Diane yang juga menjabat sebagai presiden CFDA (Council of Fashion Designers in America) turut melakukan sedikit perubahan pada sistem penjualan koleksinya.

Tiga busana dari koleksi yang diperagakan para model tersebut dapat langsung dipesan sehingga pelanggan tidak perlu lagi menunggu lama hingga koleksi tersedia di butik setahun mendatang sebagaimana mestinya.

"Hal yang terpenting adalah berbicara kepada konsumen dan memenuhi kebutuhan mereka di saat paling dibutuhkan," kata dia lagi.

(dng/dng)