Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bukan Kurang Liburan, Jeff Bezos Bongkar Kebiasaan 25 Tahun untuk Usir Stres

Eny Kartikawati - wolipop
Minggu, 07 Jun 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jeff Bezos Lauren Sanchez
Foto: Getty Images
Jakarta -

Miliuner Jeff Bezos punya cara ampuh mengatasi stres. Stres bisa diatasi bukan dengan berlibur atau belanja, tapi Bezos mengusirnya dengan cara ini.

Pendiri Amazon Jeff Bezos membagikan sebuah nasihat sederhana tentang cara mengatasi stres yang masih relevan hingga saat ini. Saat menjadi pembicara di Academy of Achievement Summit, Bezos berpendapat bahwa banyak orang salah paham tentang apa yang sebenarnya memicu stres sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurutn Bezos stres terjadi saat seseorang terkena masalah yang mereka tahu harus diselesaikan, namun terus-menerus ditunda. Oleh karena itu solusinya menurutnya sangat sederhana: ambil langkah pertama alias hadapi masalah tersebut. Baik itu melakukan panggilan telepon, mengirim email, atau memulai percakapan, Bezos percaya bahwa mulai menghadapi suatu masalah dapat mengurangi stres yang menyertainya secara signifikan.

Dalam pidatonya, Bezos membantah anggapan bahwa stres utamanya disebabkan oleh kerja keras atau jadwal yang padat. Menurutnya ada orang-orang yang menyukai pekerjaan mereka sehingga tak merasa stres meskipun bekerja sangat keras.

"Anda bisa saja bekerja sangat keras dan menyukainya. Dan sebaliknya, Anda bisa saja tidak bekerja atau menganggur namun merasa sangat stres," kata miliuner 62 tahun itu.

Jeff Bezos Terbang ke Luar Angkasa, Ini 5 Fakta Kulinerannya yang UnikJeff Bezos. Foto: Visual/Site News

Bezos mengatakan bahwa stres sering kali muncul karena menghindari masalah yang memerlukan perhatian. Ketika orang mengabaikan masalah terlalu lama, hal itu dapat menjadi sumber kecemasan. Semakin lama masalah tersebut dibiarkan tanpa penanganan, semakin besar kecenderungannya untuk membebani pikiran seseorang.

Pengusaha dengan kekayaan mencapai US$ 27 miliar atau sekitar Rp 4.490 triliun itu mengatakan mengurangi stres tidak memerlukan penyelesaian masalah secara langsung saat itu juga. Hal yang terpenting adalah mulai menghadapinya.

Kebiasaan Jeff Bezos untuk Mengusir Stres

Jeff Bezos mencontohnya apa yang dia lakukan saat menghadapi suatu masalah. Dia akan mengidentifikasi sumber dari situasi yang membuat stres dan fokus untuk mengambil tindakan pertama. Tindakan tersebut bisa berupa melakukan panggilan telepon, mengirim email, atau memulai diskusi dengan orang-orang yang terlibat.

"Segera setelah saya mengidentifikasinya dan melakukan panggilan telepon pertama, atau mengirim email pertama, apa pun yang akan kita lakukan untuk mulai menangani situasi tersebut, bahkan jika masalahnya belum selesai, fakta bahwa kita sedang menghadapinya saja sudah secara drastis mengurangi stres yang mungkin timbul darinya," kata Bezos.

Dalam pandangannya, orang-orang akan merasakan kelegaan karena mereka tidak lagi menghindari masalah tersebut. Mereka telah mulai bekerja menuju sebuah solusi.

Untuk menggambarkan argumennya, Bezos membandingkan dua orang yang sama-sama menganggur. Orang pertama, menghabiskan waktu untuk melamar pekerjaan, menghadiri wawancara, dan mengikuti rencana yang terstruktur untuk mencari kerja. Sedangkan orang kedua, menghabiskan waktu dengan mencemaskan kondisinya sebagai pengangguran tanpa melakukan tindakan apa pun. Menurut Bezos, orang pertama kemungkinan besar akan merasa tidak terlalu stres meskipun menghadapi situasi yang sama, karena mereka secara aktif berusaha memperbaiki keadaan mereka.

"Jika Anda sedang tidak bekerja, tetapi Anda mengikuti serangkaian wawancara kerja, dan berupaya memperbaiki situasi tersebut, Anda akan merasa jauh lebih tidak stres dibandingkan jika Anda hanya mencemaskannya dan tidak melakukan apa-apa," katanya.

Perbedaannya menurut Bezos bukanlah pada tantangan itu sendiri. Perbedaannya adalah apakah seseorang mengambil tindakan untuk menghadapinya atau tidak.

Jeff Bezos menekankan caranya menghadapi masalah tetap tidak berubah selama 25 tahun. Ketika sebuah masalah menimbulkan stres, mengambil tindakan sering kali dapat membuat situasi terasa lebih mudah dikendalikan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads