Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mantan 'Princess' Ungkap Sisi Gelap Disneyland, Rawan Terjadi Pelecehan

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 05 Jun 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hunter Haag
Hunter Haag Sebagai Belle Foto: Instagram
Jakarta -

Disneyland menjadi tempat banyak orang mewujudkan impian mereka. Tapi sayang para 'princess' tak selalu mendapati pengelaman kerja yang menyenangkan. Sejumlah mantan putri Disney mengungkap kisah mereka tentang 'tempat paling bahagia di dunia' yang menyimpan sisi gelap, termasuk soal pelecehan seksual.

Bertemu dengan berbagai pengunjung membuat pekerjaan sebagai putri Disney World rawan pelecehan. Namun mereka tidak bisa menghindar begitu saja karena harus tetap dalam peran. Hal itu disampaikan oleh Hunter Haag, mantan aktris Disney World, yang menyebut bahwa integritas karakter adalah segalanya.

"Integritas karakter adalah nomor satu. Kamu tidak akan merusak karakter jika seseorang mencoba menghancurkannya," kata mantan pemain Disney World tersebut kepada Daily Mail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hunter pernah menghadapi pertemuan tidak nyamannya saat memerankan karakter, termasuk Rapunzel dan Belle, antara tahun 2016 dan 2021.

Dia teringat sebuah kejadian saat seorang ayah yang mengunjungi taman bersama istri dan anak-anaknya. Meski bersama keluarga, pria itu melakukan gerakan tidak senonoh dengan lidahnya. Beberapa pengunjung lain juga pernah melontarkan komentar kasar kepada Hunter

ADVERTISEMENT

Kisah Alyssa Alami Pelecehan Saat Jadi Princess Elsa

Hal serupa diungkap mantan 'princess' lain, Alyssa Klinzing. Aturan itu dianggap membuat para putri merasa terjebak selama pertemuan yang mengganggu. Alyssa yang saat itu berusia 20 tahun dan memerankan Putri Elsa, mengklaim bahwa seorang tamu mengubah apa yang awalnya hanya pertemuan rutin menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.

"Tamu itu pada dasarnya memelukku, lalu mengendusku dari bahu sampai ke telinga saya dengan bibirnya menempel di kulit dan berbisik di telingaku bahwa dia bermimpi kotor tentangku. Aku pada dasarnya membeku ketakutan," kata Alyssa.

Berdasarkan pengalamannya, aturan putri Disney menuntut mereka harus tetap pada karakternya meski terjadi pelecehan membuat pelaku terus saja berkunjung dan melakukan hal yang sama.

"Dia memasukkan tangannya ke bawah jubahku, sehingga tidak ada yang bisa melihat di mana tangannya berada, dan dia mencoba memasukkan tangannya ke dalam rokku dan mencoba membuka ritsleting bagian belakang rokku,"

"Aku sendirian sebagai performer, jadi aku ingat momen itu terasa seperti gerakan lambat dan aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa," jelasnya wanita yang pernah memainkan karakter Elsa, Cinderella, Ariel, Sleeping Beauty, dan Captain Marvel.

Alyssa mengatakan dia akhirnya lolos dari pertemuan tersebut baru melaporkannya ke manajemen, mengajukan laporan kejadian, dan mempertimbangkan tindakan hukum. Namun pelaku tetap mengunjunginya di taman bermain tersebut. Manajemen Disney dilaporkan memberi tahu dia bahwa tamu tersebut memiliki disabilitas intelektual dan akan diizinkan kembali, asalkan dia didampingi oleh pendamping.

"Setiap kali aku bertemu dengannya, aku akan mengisi dan mengajukan laporan kejadian, aku akan melakukan semua hal yang menurut perusahaan perlu aku lakukan, dan mereka tidak pernah melakukan apa pun. Sangat menegangkan bagi para pemain untuk menghadapi situasi ini setiap hari," tutur Alyssa.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads