ADVERTISEMENT

5 'Red Flag' Perusahaan yang Harus Dihindari Saat Melamar Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 19 Agu 2022 11:15 WIB
Businesswoman Interviewing Male Candidate For Job Holding Pen With Digital Tablet On Table Foto: Thinkstock
Jakarta -

Bukan hanya saat cari pasangan, kamu juga patut mencari 'red flag' dari sebuah perusahaan saat melamar kerja. 'Red flag' sendiri bisa diartikan sebagai tanda seseorang atau sesuatu akan berdampak negatif di masa depan. Karena itu, sebelum menerima tawaran pekerjaan, pastikan kantor tersebut tidak punya banyak 'red flag' sejak awal. Mentor Karier Hanif Alim mengungkap lima red flag saat menjalani tahap perekrutan atau wawancara.

1. Menahan Ijazah
Cukup banyak perusahaan yang meminta calon pekerja untuk menyerahkan ijazah mereka. Biasanya hal itu dilakukan agar mereka tidak bisa keluar pekerjaan dengan mudah. Menurut Hanif Alim, menahan ijazah adalah sebuah 'red flag' besar.

"Sebuah perusahaan tidak seharusnya menahan dokumen pribadi pegawainya. Kalau mereka mau sesuatu (perjanjian), bisa tanda tangan kontrak," kata mentor karier yang sering membuat konten terkait karier di TikTok @hanifalim.

2. Menjelek-jelekan Orang Lain
Kamu bisa mengetahui suasana atau budaya di sebuah perusahaan dari orang-orangnya. Jika pegawai yang bekerja di sana sering bicara buruk tentang satu sama lain, hal itu bisa dijadikan sebuah 'red flag' untuk kamu hindari. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya mengenai suasana dan budaya kerja kepada calon bos atau HRD di tahap wawancara.

3. Job Desc Tidak Sesuai
Sebelum menerima sebuah pekerjaan, ketahui dengan baik apa yang akan kamu kerjakan. Tapi ketika saat wawancara, calon menajer atau HRD menjelaskan job desc yang tidak sesuai dengan lowongan, itu bisa jadi sebuah 'red flag'. "Itu artinya perusahaan tidak bisa mengorganisir dan merencanakan job desc pegawainya dengan baik dan mereka jadi punya tugas ganda," kata Hanif.

4. Diejek Saat Wawancara
Perhatikan pula sikap pewawancara. Jika mereka memperlakukan kamu dengan kurang baik bahkan tidak profesional itu dapat menunjukkan 'sifat asli' perusahaan. "Saat menjawab pertanyaan interview tapi malah diejek, ditertawakan, atau diremehkan. Hal ini sangat tidak profesional dan tidak mencerminkan budaya kerja yang sehat," tutur pria 21 tahun yang kuliah ITS tersebut.

5. Pewawancara Suka Menyindir
Hindari juga perusahaan yang pegawainya suka menyindir. "Ini terjadi pada temanku juga yang influencer karier. Dia ditolak setelah interview buat bahas gaji, HR-nya bilang 'Maaf kita menolak kamu karena kita merasa 'tersinggung' kamu minta gaji besar, kalau kamu berubah pikiran kabarin kita'" tuturnya di Instagram @hanif_alim.

Pewawancara yang menyindir atau menyinggung kamu terkait SARA (Suku, Agama, Ras) juga patut dihindari. "Kalau dia menilai atau merendahkan kamu dari Suku, Ras, Agama, antargolongan dan Budaya, sudah jelas lah ya kenapa ini buruk," kata Hanif Alim.

[Gambas:Instagram]



(ami/ami)