Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
Wisata superyacht yang mewah hanya bisa dinikmati warga kelas atas. Tidak banyak yang tahu aktivitas para miliuner selama menikmati liburan di kapal besar. Namun seorang mantan pramugari mengungkap apa saja yang terjadi di dalamnya. Dikatakan sejumlah pria menikah bertindak seolah-olah cincin kawin mereka hanya dekorasi semata.
Kelakuan para miliuner di kapal superyacht diungkap Raissa Bellini yang bekerja sebagai pramugari di kapal pesiar mewah selama lima tahun. Wanita 37 tahun itu pernah berlayar di sekitar Mediterania, Italia, Spanyol, Yunani, Turki, dan Ibiza selagi melayani tamu-tamu super kaya. Di situ lah, matanya terbuka tentang realita kehidupan pria miliuner.
"Di laut, beberapa pria berpikir aturan tidak berlaku. Seolah-olah mereka meninggalkan kehidupan nyata mereka di darat. Cincin kawin tiba-tiba menjadi hiasan," katanya dilansir News Au.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berlayar, Raissa menyoroti bagaimana banyak tamu yang sudah menikah akan bertindak seperti masih lajang di balik pintu kamar mereka. "Di depan umum, mereka serius dan sopan. Mereka adalah pria berkeluarga,"
"Tetapi di luar sana, beberapa mencoba peruntungan mereka," meskipun istri mereka sedang bersantai di suatu tempat di dekatnya.
"Tiba-tiba, mereka muncul di lantai bawah tempatku bekerja. Mereka mengujimu. Mereka berdiri terlalu dekat. Mereka menguji batasanku," lanjut Raissa.
Berdasarkan pengamatannya, lingkungan mewah memang seolah memberi kepercayaan diri lebih pada beberapa pria. Saat berpisah jauh dari keluarga dan pekerjaan, di situ lah mereka menunjukkan kepribadian yang sebenarnya.
Wanita yang dulu model tersebut sejak awal memang sudah diperingatkan ketika mulai bekerja. Ia diberi tahu sejak hari pertama bahwa apa pun yang terjadi di kapal pesiar, tetap di kapal pesiar. "Kamu harus diam. Kamu tidak boleh membuat masalah,"
Tapi meski sudah diperingatkan, hal itu tidak mengurangi rasa tidak nyaman Raissa saat diperlakukan tidak menyenangkan oleh para penumpang kaya. "Ada kalanya saya berharap anggota kru lain akan masuk. Tapi kamu harus tersenyum. Kamu tetap profesional. Kamu menghitung menit," kenangnya.
Menjadi pramugari superyacht mungkin diimpikan banyak orang. Tapi Raissa Bellini mengatakan bahwa seringkali kehidupan di lautan terasa sepi karena hidup dan bekerja di tempat yang sempit di tengah samudra, membuatnya tidak punya tempat untuk pergi.
"Kamu tidak bisa begitu saja pergi. Kamu berada di kapal bersama mereka. Itu mengubah dinamika," jelas wanita kelahiran Miami itu.
(ami/ami)












































