Bukan Kandidat Terbaik, Ini yang Dilihat HRD Saat Mencari Pegawai Baru
Manajer HRD bernama Runa Jiang dikenal dengan konten-kontennya yang terkait pekerjaan yang membantu para profesional mendapat paling tindak informasi tambahan. Salah satu video TikTok rekruter tersebut baru-baru ini jadi viral karena mengungkap fakta yang mengejutkan netizen. Runa mengatakan jika HRD tidak mencari kandidat terbaik ketika sedang menyeleksi calon-calon pegawai baru. Daripada pelamar 'hebat', mereka lebih mengutamakan orang-orang yang tidak berisiko.
Konten Runa baru-baru ini cukup mengejutkan netizen karena mengungkap fakta soal perekrutan yang berbeda dengan yang selama ini banyak orang dipikirkan. Wanita tersebut mengatakan daripada memilih kandidat sempurna baik dalam hal nilai IPK atau pengalaman, mereka justru mencari calon-calon yang bisa bertahan lama di perusahaan.
Para rekruter atau tim HRD disebut mencari 'jalan tengah' dengan mengambil pelamar yang sepertinya tidak akan berulah atau cepat pindah pekerjaan. Hal ini bisa menjadi motivasi bagi para pelamar bahwa mereka bisa saja diterima kerja selama terlihat positif di mata calon atasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa kamu benar-benar berpikir perusahaan mencoba untuk mempekerjakan kandidat paling berkualifikasi? Tidak dan aku bisa memberi tahu mengapa," katanya dalam video yang sudah dilihat lebih dari 500 kali itu.
"Sebagai manajer perekrut, mereka tidak membayar kita lebih ketikan kandidat bekerja dengan bagus tapi mereka akan dipenalti jika kandidat-kandidat itu terus saja berhenti atau melanggar peraturan," katanya.
Seperti apa kandidat sempurna yang justru dihindari? Runa mengungkap jika pelamar yang terlalu berpengalaman dan pintar seringkali dilewatkan karena dianggap bisa cepat pindah ke perusahaan lain.
"Kandidat seperti apa yang cepat keluar atau melanggar aturan? Sebenarnya mereka yang paling cerdas atau paling berkualifikasi dalam hal pengalaman dan intelijen. Jadi jika HRD tidak mau mengambil kandidat terbaik, siapa yang ingin direkrut? Orang-orang dengan risiko paling sedikit,"
"Dan seperti itu lah yang pertanyaan wawancara, pertanyaan itu dibuat untuk mengukur risiko. Mengapa kamu meninggalkan perusahaan sebelumnya? untuk mengukur risiko keluar lagi. Apa kelemahan terbesarmu? untuk melihat seberapa besar kemungkinan kamu berantakan. Itu semua psikologi," ungka Runa.
(ami/ami)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Pengakuan Jujur Atlet Es Skating Bertanding Saat Menstruasi: Sulit & Menakutkan
Viral Bos China Bagi-bagi Bonus Rp 436 M, Pegawai Bebas Ambil Uang di Meja
Kisah Pegawai Cetak Rekor, Kerja di Posisi yang Sama Selama 65 Tahun
Orientasi Seksualnya Sempat Disorot, Rob Jetten Resmi Jadi PM Belanda Termuda
Viral Verificator
Tanpa Sewa Ruko, Viral Pria Buka Usaha Laundry di Kamar Sempit Jadi Cuan
Influencer Tradwife yang Kontroversial Hamil Anak Ke-9
Baju Lebaran 2026
Intip Tren Baju Lebaran Cheongsam Ala Gen Z di Pasar Tanah Abang
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Berhati-hati, Virgo Tetap Sabar
Hijrah Bawa Rezeki! 10 Artis Ini Kini Punya Brand Hijab











































