ADVERTISEMENT

Bukan Kandidat Terbaik, Ini yang Dilihat HRD Saat Mencari Pegawai Baru

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 08 Jul 2022 18:00 WIB
Wanita terkaya Foto: Getty Images/iStockphoto/metamorworks
Jakarta -

Manajer HRD bernama Runa Jiang dikenal dengan konten-kontennya yang terkait pekerjaan yang membantu para profesional mendapat paling tindak informasi tambahan. Salah satu video TikTok rekruter tersebut baru-baru ini jadi viral karena mengungkap fakta yang mengejutkan netizen. Runa mengatakan jika HRD tidak mencari kandidat terbaik ketika sedang menyeleksi calon-calon pegawai baru. Daripada pelamar 'hebat', mereka lebih mengutamakan orang-orang yang tidak berisiko.

Konten Runa baru-baru ini cukup mengejutkan netizen karena mengungkap fakta soal perekrutan yang berbeda dengan yang selama ini banyak orang dipikirkan. Wanita tersebut mengatakan daripada memilih kandidat sempurna baik dalam hal nilai IPK atau pengalaman, mereka justru mencari calon-calon yang bisa bertahan lama di perusahaan.

Para rekruter atau tim HRD disebut mencari 'jalan tengah' dengan mengambil pelamar yang sepertinya tidak akan berulah atau cepat pindah pekerjaan. Hal ini bisa menjadi motivasi bagi para pelamar bahwa mereka bisa saja diterima kerja selama terlihat positif di mata calon atasan.

"Apa kamu benar-benar berpikir perusahaan mencoba untuk mempekerjakan kandidat paling berkualifikasi? Tidak dan aku bisa memberi tahu mengapa," katanya dalam video yang sudah dilihat lebih dari 500 kali itu.

"Sebagai manajer perekrut, mereka tidak membayar kita lebih ketikan kandidat bekerja dengan bagus tapi mereka akan dipenalti jika kandidat-kandidat itu terus saja berhenti atau melanggar peraturan," katanya.

Seperti apa kandidat sempurna yang justru dihindari? Runa mengungkap jika pelamar yang terlalu berpengalaman dan pintar seringkali dilewatkan karena dianggap bisa cepat pindah ke perusahaan lain.

"Kandidat seperti apa yang cepat keluar atau melanggar aturan? Sebenarnya mereka yang paling cerdas atau paling berkualifikasi dalam hal pengalaman dan intelijen. Jadi jika HRD tidak mau mengambil kandidat terbaik, siapa yang ingin direkrut? Orang-orang dengan risiko paling sedikit,"

"Dan seperti itu lah yang pertanyaan wawancara, pertanyaan itu dibuat untuk mengukur risiko. Mengapa kamu meninggalkan perusahaan sebelumnya? untuk mengukur risiko keluar lagi. Apa kelemahan terbesarmu? untuk melihat seberapa besar kemungkinan kamu berantakan. Itu semua psikologi," ungka Runa.

(ami/ami)