Jangan Langsung Resign, Ini 5 Tips Bertahan di Lingkungan Kerja yang Toxic

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 07 Jun 2022 14:45 WIB
Tired or Depressed Businesswoman Outside Foto: Thinkstock
Jakarta -

Lingkungan bisa menentukan nasib seseorang. Karena itu, penting untuk memilih pekerjaan di mana orang-orang di sekitarnya bisa membuat kamu berkembang dan jadi lebih sukses. Sayangnya tidak semua profesional beruntung dan malah terjebak dengan rekan-rekan 'toxic'. Ketika dihadapkan dengan lingkungan yang toxic, pakar pun menyarankan untuk jangan langsung undur diri. Apa yang harus dilakukan?

Dalam acara Kulwap yang diadakan Wolipop bertema 'Karier Melejit Biar Gak Perlu Irit', mentor karier Iestri Kusumah bicara soal 'toxic environment' di dunia kerja. Tak dipungkiri jika lingkungan kerja bisa jadi kurang sehat ketika orang-orang di dalamnya saling mencibir bahkan menjatuhkan.

Ketika itu terjadi, resign belum tentu jadi solusi terbaiknya ketika kamu belum punya pilihan lain yang sudah pasti lebih baik. Berikut lima tips menghadapi lingkungan kerja toxic:

1. Punya Batasan
Berada di lingkungan kerja 'toxic' tentu tidak menyenangkan. Tapi hal itu tidak harus mempengaruhi kamu apalagi ketika kamu sudah nyaman dengan pekerjaan tersebut. Salah satu cara menghadapinya adalah dengan memiliki batasan diri. Ketika ada rekan yang mencoba 'menyeret' kamu melakukan tindakan yang kurang baik atau tidak profesional, pastikan kamu menolaknya dengan halus. "Kalau kita diminta melakukan hal-hal di luar pekerjaan, kita punya hak untuk menolak itu," kata Iestri.

2. Fokus pada Diri Sendiri
Meski rekan-rekan kerja sering bersikap tidak baik, kamu bisa fokus saja pada diri sendiri. Ketika mereka melakukan hal-hal yang tidak kamu suka, kalau bisa jangan terpengaruh atau terlibat sekaligus untuk menunjukkan bahwa kamu tidak tertarik mengikuti mereka. Selama di kantor, selesaikan pekerjaan dan setelah itu pulang tanpa banyak berinteraksi yang tidak perlu.

3. Dimulai dari Diri Sendiri
Iestri pun mengatakan kamu bisa mencoba untuk mengubah lingkungan kerja yang toxic untuk menjadi lebih baik, paling tidak agar tidak bertambah parah. Caranya adalah dimulai dari diri sendiri.

"Coba untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dengan teman kerja walaupun pada awalnya sulit tapi kita bisa berusaha mengubah sedikit demi sedikit. Misalnya kalau ada yang tidak baik, ada yang mengghibah, kita berani menolak dan mengkomunikasikan masalahnya ke HRD atau atasan," kata Iestri.

4. Jangan Ikut Toxic
Dikatakan jika tanpa membuat drama, tempat kerja sering kali diramaikan dengan konflik yang memang wajar terjadi. Karena itu, ada baiknya untuk tidak menyulut permasalahan selama bekerja. "Pasti ada drama-drama di kantor misalnya rekan kerja saling nggak suka, menjilat atasan, kita fokus aja ke kerjaan saja jangan ikutan ghibah," ujarnya.

5. Cari Rekan yang Positif
Di tengah rekan-rekan kerja toxic, pastikan kamu punya satu teman yang paling tidak bisa dipercaya dan sebagai tempat berbagi. Tapi Iestri pun tetap menyarankan agar kamu punya batasan diri.

"Setelah bertahun-tahun kerja pasti ada orang yang cocok tapi itu pasti butuh waktu. Tapi tetap punya batasan, jangan terlalu membicarakan urusan personal karena kita nggak tahu mereka selalu bisa positif atau nggak, fokusnya di kerjaan masing-masing karena beda dengan sekolah di mana kita bisa punya pertemanan yang dekat. Di tempat kerja kita masing-masing punya tujuan dan kebutuhan jadi tidak selalu bisa mengharapkan suportif dan care pada kita," kata Iestri.

(ami/ami)