ADVERTISEMENT

Kisah Pengungsi Ukraina Heboh Dituduh Jadi Pelakor, Begini Nasibnya Sekarang

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 07 Jul 2022 21:00 WIB
Sofia Karkadym Foto: Instagram Sofia Karkadym
Jakarta -

Seorang wanita bernama Sofia Karkadym kabur dari Ukraina untuk menyelamatkan diri dari perang. Ia kemudian ditampung oleh pria bernama Tony Garnett dan pasangannya, Lorna. Hanya 10 hari kemudian, benih-benih cinta tumbuh di antara Tony dan Sofia. Tony yang kemudian memilih Sofia kini berakhir menjadi perawatnya karena wanita itu ternyata hampir buta.

Tony Garnett meninggalkan pasangan dan dua anaknya untuk Sofia yang awalnya datang sebagai pengungsi ke rumah mereka. Hubungan Tony dan Sofia yang mengundang komentar pedas dari netizen semakin jadi perhatian karena Sofia terungkap hampir buta. Tony kini bahkan sampai harus meninggalkan pekerjaannya agar bisa merawat Sofia penuh waktu.

Dilansir Mirror, Sofie mengalami infeksi mata di Jerman ketika menuju Inggris dari Ukraina. Kondisi itu mengganggu penglihatannya dan ia butuh paling tidak enam bulan untuk kembali pulih. Meski dianggap berakhir jadi beban, bagi Tony yang terlanjur jatuh cinta pada Sofia malah merasa itu takdir.

"Orang-orang menggambarkannya seperti penjahat yang datang ke Inggris dan mencuri pria Inggris. Itu jauh dari kenyataannya. Kenyataannya itu adalah keputusan bersama. Kita tidak baru bertemu dan langsung ingin keluar dari rumah. Aku memang akan keluar karena aku sudah muak dengan Lorna yang langsung tidak setuju dengan Sofia.

"Ada banyak drama dan stres ketika kami tinggal dengan Lorna. Aku hanya ingin pergi dengan Sofia dan merawatnya. Aku ingin menolong orang yang kabur dari Ukraina. Dia bukan perusak rumah tangga," ungkapnya kepada Metro.

Setelah terpikat dengan Sofia, Tony awalnya membawa Sofia ke rumah ibunya. Di sana lah, ia mengaku baru merasa jatuh cinta dengan wanita 22 tahun itu. Kini mereka sudah pindah ke rumah lain dan berniat untuk memulai hidup baru. Sayangnya karena masalah ini, Tony tidak lagi diizinkan untuk menemui kedua anaknya.

Sedangkan Sofia juga dijauhi keluarganya sendiri karena dianggap perusak hubungan orang. "Orang tuaku berkata mereka malu denganku bahkan tidak bisa keluar rumah karena aku. Mereka berkata itu karena aku, tidak ada orang di Britania Raya yang akan mengambil orang Ukraina. Setiap keluarga Britania sekarang berpikir, 'Aku tidak bisa ambil pengungsi karena dia akan mengambil suamiku.' Tapi (masalah) ini lebih dari mengenai aku, Tony, dan Lorna," jelasnya.

(ami/ami)