Sosok Rany Moran, Coaching Speaker yang Ingin Beri Dampak untuk Indonesia

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 21 Apr 2022 14:02 WIB
rany moran Foto: Dok. Rany Moran
Jakarta -

Dalam pekerjaan, seseorang mungkin butuh arahan untuk mengambil keputusan dan mengembangkan karier. Tapi tak semua profesional bisa dengan mudah menemukan mentor yang bisa memberi solusi. Jasa seorang coaching speaker seperti Rany Moran pun dibutuhkan. Rany sendiri bermaksud untuk memberi revolusi mental dan upgrade mindset kepada para kliennya.

Rany Moran adalah pebisnis yang terjun menjadi coaching speaker. Setahun belakangan, wanita Indonesia yang berbasis di Sydney, Australia itu dipercaya perusahaan atau profesional untuk memberi motivasi sekaligus 'memeriksa' kesehatan karier mereka. Menurut Rany, meski masih tabu sebenarnya pergi ke coaching speaker sama seperti ke dokter.

"Jadi langkah awal saya untuk market di Indonesia adalah challenging their perception, mengedukasi bahwa ini seperti check up ke dokter. Karena pasti ada sesuatu yang imbalance dalam diri kita. Mindset dan motivasi kita juga perlu di-upgrade. Itu lah makanya revolusi mental dan upgrade mindset itu penting," katanya ketika diwawancara Wolipop di CGV Pacific Place, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Ibu dua anak itu sendiri sudah menjadi coaching speaker sejak setahun lalu. Selama ini, Rany lebih banyak bertemu kliennya yang di Indonesia, Singapura, dan Australia secara virtual. Sebelum menekuni bidang ini, ia belajar empat tahun untuk mendalami ilmu psikologi. Dengan menjadi seorang coach karier, ia pun berharap bisa memberi dampak bagi Tanah Air.

"Background saya itu adalah bachelor economics and mass communications. Awalnya dulu bekerja dengan keluarga lalu memiliki keinginan independen untuk punya bisnis sendiri, meski mengalami kegagalan dua kali bangkrut berat buat saya tapi sekarang saya sudah memiliki beberapa bisnis yang sukses yaitu di Australia dan Singapura,"

rany moranrany moran Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

"Jadi saya itu belajar empat tahun untuk psychological counselor dan jadi profesional coach. Saya timba ilmu itu cukup berat ya kalau udah kerja, ngurusin anak juga karena impian saya untuk memberikan impact yang besar untuk Tanah Air tentunya dan Asia karena saya tahu potensinya banyak tapi kita melimitasi diri kita," jelas Rany.

Memperingati Hari Kartini, Rany Moran merilis program coaching 'Forces of Femininity' khusus untuk wanita Indonesia. Rany berharap modul tersebut dapat mengubah persepsi dan membantu wanita yang sering dipengaruhi oleh perubahan hormonnya untuk bangkit.

"Perempuan itu moodnya determine sekali dengan keseimbangan hormon dari remaja, later adult life, sampai menopause. Fokusnya lebih kepada self worth juga dan wanita bisa menyeimbangkan sisi maskulin dan feminin," kata Rany Moran.

(ami/ami)