Bisnis Pakaian Jadi, Juragan 99 Pekerjakan Penyandang Disabilitas di Malang

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 30 Mar 2022 16:15 WIB
Penyandang disabilitas bekerja di Juragan 99 Garment. Foto pekerja disabilitas yang sedang menjalani latihan untuk Juragan 99 Garment. Foto: Dok. Wolipop.
Malang -

Selain memiliki bisnis kosmetik, Gilang Widya Pramana atau dikenal dengan Juragan 99 dan istrinya, Shandy Purnamasari mempunyai bisnis garmen di Malang, Jawa Timur. Bisnis konveksinya tersebut bernama Juragan Garment. Seperti apa bisnis Juragan 99 yang jarang diketahui ini?

Juragan 99 Garment berlokasi di Pakis Aji, Malang, Jawa Timur. Juragan99 Garment memproduksi pakaian jadi, pouch, card holder, totebag dan apparel lainnya. Selain itu perusahaan tersebut juga mengerjakan packaging dan melayani permintaan merchandise perusahaan. Menurut manajer di Juragan 99 Garment, pekerja di perusahaan Juragan 99 ini bukan orang biasa, mereka adalah para penyandang disabilitas.

"Ini lagi training teknik dasar-dasar menjahit bagi orang penyandang disabilitas. Nantinya harapannya akan bisa menjadi penjahit produk Mulsk, sarung bantal, scrunchie dan masker yang diproduksi oleh garmen," ungkap Masa Mukti, Manajer Operasional Juragan 99 Garment saat ditemui Wolipop baru-baru ini.

Penyandang disabilitas bekerja di Juragan 99 Garment.Penyandang disabilitas bekerja di Juragan 99 Garment. Foto: Dok. Wolipop.

Mukti mengungkapkan syarat penyandang disabilitas untuk bekerja di Juragan 99 Garment adalah tidak tuna netra. Alasannya agar mereka bisa menjahit dengan mesin jahit.

"Tidak ada kriteria khusus asalkan ada semangat untuk belajar. Mereka tuna wicara dan rungu. Tapi secara organ untuk menjahit masih sehat dan mampu, yang jelas bukan tuna netra," jelasnya.

Alumnus Universitas Brawijaya ini menyebutkan alasan merekrut penyandang disabilitas di Juragan 99 Garment. "Karena bu Shandy sangat concern dengan difabel. Kemudian selaras dengan program yang dicanangkan oleh J99 Foundation, itu salah satu pilarnya adalah dengan menggandeng disabilitas," tambahnya.

Dalam merekrut pekerja disabilitas ini, Juragan 99 bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, Rumah Kinasih Blitar yang memproduksi Batik Ciprat.

"Kami ingin berkomitmen memberikan akses kepada teman-teman difabel untuk bekerja dengan teman-teman yang lainnya. Mereka kan membutuhkan kesempatan. Mereka sangat antusias bekerja dan berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda," kata Mukti.

Foto Masa Mukti, Manajer Operasional Juragan 99 Garment.Foto Masa Mukti, Manajer Operasional Juragan 99 Garment. Foto: Dok. Wolipop.

Mukti mengungkapkan Juragan 99 Garment sengaja mencari organisasi khusus penyandang disabilitas, yaitu Rumah Kinasih Blitar. Saat ini para penyandang disabilitas itu masih dalam tahap training menjahit dan belum memproduksi barang untuk dijual langsung. Dalam rangka menghadirkan karyawan disabilitas ini, kantor Juragan 99 Garment ditambahkan akses khusus.

"Jadi di depan kantor infrastrukrut dulunya curam, jadi kami coba paralel supaya friendly untuk kursi roda. Kemudian berkembang ke arah kamar mandi untuk difabel dan ada pendampingan. Kami juga diskusikan dengan teman-teman foundation," lanjutnya.

Karyawan yang bekerja di Juragan 99 Garment.Karyawan yang bekerja di Juragan 99 Garment. Foto: Dok. Wolipop.
(gaf/eny)