ADVERTISEMENT

Direktur PT Kosme Jawab Soal Tuduhan Pabrik MS Glow Ilegal

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 27 Mar 2022 18:30 WIB
Gedung PT Kosmetika Global Indonesia (KGI). Gedung PT Kosmetika Global Indonesia. Foto: Gresnia/Wolipop.
Surabaya -

Dalam sebuah pemberitaan yang heboh di media sosial, bangunan pabrik PT Kosmetika Global Printing and Packaging (Kosmepack) yang berdiri di Sukorejo, Pasuruan, dikatakan dibangun tanpa persetujuan bangunan gedung (PBG). Direktur PT Kosme membantah tuduhan tersebut.

Kosmepack sendiri merupakan unit usaha Kosme Grup yang bergerak di bidang percetakan dan kemasan. Perusahaan milik Juragan 99 itu menghasilkan kemasan dan hasil cetak serta melakukan pengembangan produk dan kualitas produk secara berkesinambungan.

Status pabrik tersebut beredar viral di Twitter pada Selasa (15/3/2022). Menanggapi tudingan yang merugikan tersebut, Titis Indah Wahyu selaku Direktur PT Kosmetika Global Indonesia (KGI), angkat bicara.

"Jadi kalau untuk pabrik itu bodong itu sebenarnya PT Kosmetika Global Indonesia, saya adalah Direktur. Artinya PT Kosme grup mempunyai banyak lini usaha. Selain KGI ada bawahnya Kosmepack, yang bergerak di bidang printing dan packaging," kata Titis saat ditemui oleh Wolipop (26/3/2022).

Danang Dwi Yuanto sebagai CEO J99 Corp menambahkan status pabrik Kosmepack pada saat proses pembelian dan perizinan bangunan, di akte dan data status lahan tertulis sudah ada gudang di atas tanah tersebut.

"Pada saat kita melakukan pembelian di aktenya itu sudah tertulis bahwa sertifikat tanah dengan bangunan gudang di sana. Kemudian kita melakukan proses pembelian," kata Danang.

Danang menuturkan ketika PT Kosme mengajukan proses izin ke pemerintah daerah mengalami kendala. "Ketika kita masuk ke proses perizinan, di akta kita ajukan ke pemerintah daerah ternyata statusnya masih lahan hijau. Kita terhambat di sana karena ada perbedaan statemen di akte BPN dengan status pertanahan perizinan kota Pasuruan saat itu," ungkap Danang.

"Yang terjadi akhirnya secara proses kita hentikan produksinya karena masih trial, kita masih instalasi mesin dan sebagainya," tambah Danang.

Titis mengungkapkan untuk mencoba mesin cetak masih membutuhkan bahan baku yang banyak. " Tidak mungkin kita pakai bahan yang sekilo atau dua kilo karena mesinnya berkapasitas untuk satu hari sekitar 50.000. Kalau trial satu atau dua kilo itu tidak mungkin. Kita trialnya seper-sepuluh dari kapasitas," tegasnya.

PT Kosmepack sedang mengurus perubahan status lahan dari hijau ke merah. Lahan hijau untuk pertanian dan merah untuk industri.

"Nah, akhirnya di luar disalah artikan pabrik bodong dan sebagainya. Kemudian lebih jauh lagi diasosiasikan sebagai produk MS Glow. Itu yang harus kita pahami bersama bahwa Kosme Grup, kita mempunyai banyak divisi," jelas Danang.

Titis menambahkan konsumen MS Glow tidak terdampak dengan adanya tuduhan yang viral di Twitter. Apalagi seluruh produk MS Glow telah mendapatkan izin dari BPOM.

"Kalau memang untuk proses notifikasi produk itu nggak mungkin BPOM mengeluarkan nomor notifikasi kalau pabrik kita itu ilegal. Customer sendiri juga sudah merasa tidak mungkin kalau pabrik kita bodong. Karena notifikasi kita keluar, kalau nggak keluar berarti produk ilegal," lanjut Titis lagi.

(gaf/eny)