Ini Wanita Termuda yang Terbang Sendiri Keliling Dunia, Alaska Hingga Jakarta

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 21 Jan 2022 15:56 WIB
Zara Rutherford siap pecahkan rekor sebagai wanita termuda yang terbang solo keliling dunia. Gadis berusia 19 tahun itu memulai petualangannya dari Belgia. Foto: AP Photo/Virginia Mayo
Jakarta -

Zara Rutherford baru saja menyelesaikan misinya untuk keliling dunia. Ia menjadi wanita termuda yang terbang sendiri dengan pesawat di usia yang baru menginjak 19 tahun. Selama lima bulan, ia telah mengunjungi 52 negara, termasuk Indonesia. Kunjungan Zara ke Jakarta pun mendapat dukungan dari Susi Pudjiastuti.

Aviator muda itu mendarat di bandara Kortrijk-Wevelgem Belgia setelah terbang solo dengan 'microlight aircraft' sejauh 52 ribu kilometer. Atas prestasinya ini, wanita berkebangsaan Inggris dan Belgia tersebut telah memecahkan dua rekor Guiness World. Ia mengalahkan Shaesta Waiz, wanita Amerika yang melakukan hal serupa di usia 30.

[Gambas:Instagram]



"Aku berhasil melakukannya," kata Zara kepada para reporter yang menyambut kedatangannya. "Itu sangat gila, aku belum bisa memprosesnya," lanjutnya.

Zara RutherfordZara Rutherford Foto: Instagram @fly.zolo

Perjalanan Zara Rutherford mengelilingi dunia sendirian tentu tidak mudah. Dimulai dari Belgia, misi tersebut diperkirakan memakan waktu tiga bulan. Tapi karena berbagai masalah cuaca dan visa, terutama di Alaska dan Rusia, misinya baru selesai setelah lima bulan. Dikatakan jika hanya tiga dari 39 penerbangannya yang berjalan sesuai rencana.

"Menurutku hal yang paling sulit tentu menyeberangi Siberia. Di sana sangat dingin. Di sana suhunya minus 35 derajat Celsius di tanah. Jika mesinnya rusak, aku berada sangat jauh dari pertolongan dan aku tidak tahu sampai kapan aku akan bertahan. Aku menantikan untuk menceritakan pada orang-orang mengenai pengalamanku dan mengajak mereka melakukan sesuatu yang gila," ungkap sang pilot dilansir CNN.

Misi Zara ini tentu bukan tanpa tujuan. Wanita yang mempersiapkan masuk kuliah jurusan teknik komputer selama perjalanan itu mengaku berharap bisa mendorong para wanita untuk berkarier di bidang aviasi. Berdasarkan Society of Women Airline Pilots, hanya ada 5% pilot wanita di seluruh dunia. "Ini memang terdengar mudah dikatakan tapi lakukan saja. Jika kamu tidak mencoba dan melihat bagaimana kamu bisa terbang tinggi makan kamu tidak akan tahu," katanya.

Zara RutherfordZara Rutherford Foto: Instagram @fly.zolo

Selain Shark Aero yang menyediakan pesawat, perjalanan Zara sendiri didukung oleh dua badan amal yakni Girls Who Cade dan Dreams Soar. Saat kedatangannya ke Indonesia, wanita tersebut juga mendapat bantuan dari Susi Pudjiastuti.

Ketika itu, ia terpaksa berhenti di Bandar Udara Rhahadi Osman karena cuaca dan harus menghabiskan dua malam di sana karena tidak punya izin untuk meninggalkan bandara. Di Indonesia, Zara pun sempat berbagi mengenai perjalanannya. Wanita yang baru lulus SMA itu mengaku tumbuh di keluarga penerbang di mana kedua orang tuanya pilot dan sudah bisa terbang sendiri di usia 14.

[Gambas:Instagram]



Beberapa negara lain yang pernah disambanginya, seperti Islandia, Amerika Serikat, Meksiko, Korea Selatan, Singapura, India, Arab Saudi, Yunani,, hingga Ceko. Meski tidak bisa terlalu mengeksplor negara yang dikunjungi karena aturan COVID-19, Zara Rutherford senang bisa menyelesaikan misi setelah 115 hari.

(ami/ami)