Kisah Pria Jadi Samsak Demi Cari Uang, Rela Dipukul Sebagai Pelampiasan Stres

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 21 Des 2021 09:05 WIB
Hasan Riza Gunay Foto: YouTube Anadolu Agency
Jakarta -

Seorang pria bernama Hasan punya profesi aneh yang sekaligus bisa dibilang kreatif juga berbahaya. Ia rela menjadi 'samsak' untuk orang-orang yang mau memukulinya. Kliennya adalah mereka yang mengalami stres dan ingin melampiaskan kekesalan atau tekanan dengan menyerang seseorang. Uniknya, kebanyakan pengguna jasa Hasan adalah wanita.

Hasan Riza Gunay adalah pria asal Turki yang diklaim sebagai pelatih stres pertama dan satu-satunya di dunia. Hasan menyebut dirinya sebagai 'stress coach' berlinsensi yang bisa membantu orang melepaskan ketegangan. Bukan dengan cara berolahraga, makan, mencari hiburan, atau berteriak tapi dengan menggebukinya sepuas hati.


Hasan pertama kali terpikirkan pekerjaan aneh ini setelah menonton film 'Sark Bulbululu'. Dalam film, karakter utama membiarkan dirinya dipukuli orang-orang yang merasa stres dengan istri atau pekerjaan. Hal itu menginspirasinya bahwa sebagian orang suka melepas stres dengan meninju. Ia pun menjadikan ide itu sebagai pekerjaan yang sudah dijalani selama 11 tahun belakangan.

"Kebanyakan klien-klienku mengalami depresi atau serangan panik atau kewalahan dengan rutinitas keseharian mereka. Aku ingin melatih orang lain yang tertarik sebagai pelatih stres dan menyerahkan sarung tanganku untuk generasi baru," kata Hasan kepada agensi berita Anadolu.

Jasa yang dijual Hasan memang tidak sembarangan karena itu ia memastikan diri sudah terlatih dan berlisensi. Dalam foto dan video yang dibagikannya, pria tersebut tampak selalu memakai pakaian pelindung untuk mencegah cedera.

Cara klien melampiaskan stres atau kemarahan mereka pun bisa dibilang mudah. Mereka hanya perlu memukul atau meninju Hasan memakai sarung tinju selagi membayangkan apa yang sedang dikesalkan. Tak jarang Hasan juga akan membuat topeng dari foto orang yang menjadi target dan meminta klien untuk memarahi bahkan memaki foto itu. Ia sendiri mengaku tak pernah sakit hati dengan pukulan dan sumpah serapah pelanggannya.

Siapa yang biasanya mencari Hasan sebagai pelampiasan stres? Uniknya jasa ini ternyata lebih digemari oleh wanita ketimbang pria. 70% kliennya adalah wanita. Hal tersebut tentu menguntungkan bagi Hasan karena kekuatan mereka umumnya tidak terlalu intens.

Meski begitu, dipukuli bisa jadi melelahkan. Karenanya, Hasan membatasi hanya menerima sampai empat klien sehari. Dalam satu sesi pelampiasan stres, durasinya hanya sekitar 10 hingga 15 menit. Sedangkan jika ia sendiri sedang stres, pria itu tidak akan menerima klien.

(ami/ami)