Curhat Model yang Jadi Pekerja Konstruksi: Diremehkan karena Terlalu Cantik

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 16 Nov 2021 09:14 WIB
autumn westfall Foto: TikTok Autumn Westfall
Jakarta -

Wanita bernama Autumn Westfall mengungkap pengalamannya bekerja di industri yang didominasi pria. Ia mengaku tidak nyaman ketika harus berhadapan dengan kebanyakan rekannya karena dipandang sebelah mata. Bekerja sebagai pekerja konstruksi, Autumn merasa dianggap seperti pelayan dan pendapatnya tidak dipedulikan.

Autumn Westfall adalah wanita baru-baru ini beralih dari model menjadi manajer konstruksi. Ia pun baru merasakan bahwa 'pretty privilege' itu nyata. Sayangnya hal tersebut tidak menguntungkan saat Autumn bekerja dengan para pria yang menganggapnya cantik. Justru karena itu, ia dianggap tidak pintar.

"Sangat lancang ketika orang menganggapmu menarik, mereka hanya akan bersikap baik untuk alasan itu dan hanya alasan itu. Sampai kamu ada di posisi berkuasa yang melangkah ke industri (kerja) yang didominasi pria lalu kamu mungkin akan membawa baki kopi dan makanan ringan juga," katanya dalam video di TikTok yang jadi viral.

autumn westfallautumn westfall Foto: TikTok Autumn Westfall

Ibu satu anak tersebut mengaku justru posisinya dipandang rendah karena kecantikannya. "Privilese kecantikan hampir menjadi kebalikannya dalam pengalamanku. Jadi logikanya jika kamu punya rambut yang bagus, merias wajah, pakai baju yang bagus, kamu mungkin tidak akan di posisi kuat atau berintelegensi lain," ungkap Autumn.

"Aku bekerja di manajemen konstruksi untuk pekerjaan berjuta-juta dollar dan aku tidak bisa katakan pada kalian itu menyenangkan ketika email-ku tidak dipedulikan, orang-orang benar-benar berbicara pada rekan-rekan priaku seperti aku di sana untuk melayani mereka," lanjutnya.

autumn westfallautumn westfall Foto: TikTok Autumn Westfall

Autumn mendengar pengalaman serupa dari para wanita yang tampil cantik di tempat kerja, terutama yang didominasi pria. Mereka mengaku lebih dianggap serius ketika tidak pakai makeup. Tapi wanita yang masih jadi model itu mengaku suka melakukannya karena justru membuatnya merasa profesional.

"Menata rambut dan makeup membuatku merasa profesional, itu membuatku merasa 'Aku bisa menyelesaikan pekerjaan' dan itu yang akan aku lakukan,"

Autumn berharap budaya itu bisa segera dihapuskan. "Aku punya dua anak perempuan dan ketika mereka akan menemukan jalur karier yang diinginkan, aku ingin mereka memutuskan tanpa mengkhawatirkan akan dibicarakan atau akan diperlakukan secara profesional. Aku tidak ingin itu menjadi masalah bagi mereka," kata Autumn.

(ami/ami)