Kisah Wanita yang Disebut Guru Desa Tercantik, Dituduh Menipu Program Amal

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 28 Sep 2021 12:49 WIB
Long Jingjing Foto: Dok. Weibo
Jakarta -

Seorang wanita bernama Gina jadi viral dan disebut sebagai 'guru desa tercantik' karena pesonanya dan pekerjaan amalnya. Gina dikenal sering melakukan volunter untuk mengajar anak-anak di desa dan mengumpulkan uang untuk keperluan mereka. Tapi baru-baru ini ia malah dituduh menipu.

Long Jingjing atau yang juga dikenal sebagai Gina awalnya dikenal sebagai wanita mulia. Lulusan Universitas Columbia jurusan pekerjaan amal tersebut sering menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan anak. Di usia muda, ia bahkan membangun sebuah lembaga swadaya masyarakat untuk mengirim guru-guru ke wilayah terpencil di China.

Tapi baru-baru ini seorang pria bernama Xu melaporkannya ke Biro Urusan Sipil bahwa perusahaan Gina mengumpulkan donasi dari publik tapi tidak berlisensi. Sejak saat itu, banyak orang menuduhnya menggunakan anak-anak untuk menguntungkan diri sendiri.

Long JingjingLong Jingjing Foto: Dok. Weibo

Masalah ini sendiri sudah dijelaskan oleh Gina. Ia mengakui kesalahannya yakni membuat kode QR untuk menerima donasi. Tapi wanita 28 tahun tersebut mengatakan tidak tahu bahwa itu melanggar hukum. Ia juga mengelak disebut melakukan penipuan.

"Mengubah dunia tidaklah mudah. Bagiku, itu adalah komitmen. Selama 10 tahun belakangan, aku telah membantu 1.500 orang, mengumpulkan donasi senilai 1,93 juta yuan (Rp 426 jutaan) dan mengorganisasi 112.055 kelas untuk anak-anak.

"Walaupun aku tidak hidup setiap hari di gunung, angka ini membuatku percaya aku bisa melakukan lebih dari yang aku bayangkan," tulisnya di Weibo.

Long JingjingLong Jingjing Foto: Dok. Weibo

Sejak SMA, Gina yang sekolah di luar negeri memang sering menghabiskan waktu liburnya untuk mengajar di daerah-daerah terpencil. Ia juga sering mengumpulkan donasi di AS untuk anak-anak yang tinggal di pegunungan.

Sayangnya belakangan nama baik Gina tercoreng. Selain mengenai kode QR, kontroversi lainnya jadi perbincangkan adalah soal proyek amal. Dikatakan jika ia membuat program untuk mereka yang mau mengajarkan anak-anak di desa. Bermaksud untuk memajukan pariwisata tapi cara itu mendapat banyak kritikan karena kurang transparansi.

"Aku mengajar di desa di Guizhou untuk setahun. Aku tahu betapa sulitnya hidup di daerah-daerah itu. Tapi bagaimana Nona Long terlihat begitu elegan dalam video saat berinteraksi dengan anak-anak desa?

"Aku pikir caranya mengorganisasi orang untuk mengajar di desa seperti bepergian dan tinggal di sana untuk waktu yang sebentar kurang disarankan," tulis netizen di portal berita.

(ami/ami)