Taliban Bolehkan Wanita Belajar di Universitas Tapi Ini Aturannya

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 01 Sep 2021 12:02 WIB
Diverse Muslim children studying in classroom Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan dari berkuasanya Taliban di Afghanistan adalah nasib pendidikan para wanita. Pada rezim sebelumnya mereka tidak membolehkan wanita untuk sekolah yang juga membuat Malala Yousafzai ditembak di kepala. Namun kali ini kelompok militan tersebut mengaku akan mengizinkan mahasiswa kuliah di universitas dengan beberapa aturan.

Sebelumnya Taliban meminta agar wanita tidak keluar rumah untuk sementara waktu. Namun baru-baru ini perwakilan mereka mengumumkan bahwa wanita di Afghanistan boleh belajar di kampus asal dilakukan dengan aturan Syariah. Karena itu, mereka tidak diperkenankan satu kelas dengan pria.

"Orang-orang Afghanistan akan meneruskan pendidikan tinggi mereka dalam aturan Syariah tanpa mencampurkan lingkungan pria dan wanita," ungkap Abul Baqi Haqqani yang ditunjuk sebagai menteri pendidikan dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.

Abul Baqi juga menjelaskan bahwa para mahasiswi tidak akan diajar oleh dosen pria. Kehidupan pria dan wanita di kampus pun bakal benar-benar dipisah.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintahan mereka mencoba untuk menciptakan ulang kurikulum yang masuk akal dan Islami. Diharapkan juga kurikulum yang baru tersebut dapat mengajarkan nilai-nilai sejarah dan bisa membantu para siswa berkompetisi dengan negara lain.

Sayangnya, aturan baru Taliban itu mengkhawatirkan pada pemilik universitas. Dikatakan jika pemisahan pria dan wanita akan menyulitkan karena tidak ada cukup pengajar wanita. Beberapa kampus juga mengaku tidak mampu membayar lebih banyak dosen.

(ami/ami)