Bukan Lulusan Psikologi, Ini yang Dibutuhkan Jika Kamu Mau Kerja Jadi HRD

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 25 Agu 2021 08:05 WIB
Quarantine Young asian woman wearing smart casual clothes work at home in living room using laptop and drinking hot coffee and croissant while city  lockdown for covid-19 corona virus pandemic. Foto: Getty Images/iStockphoto/vichie81
Jakarta -

HRD adalah salah satu divisi paling penting dalam sebuah perusahaan. Tugas dan tanggung jawab HRD pun sebenarnya bukan hanya merekrut pegawai. Mereka yang bekerja di bawah divisi Human Resource Develepment harus punya minat untuk mengurus orang dan mendengarkan kebutuhan mereka. HR Director L'Oreal Indonesia pun membagi pengalamannya untuk kamu yang ingin tahu tips dan trik jadi HRD.

Beberapa waktu lalu Wolipop mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Yenita Oktora yang merupakan HR L'Oreal Indonesia sekaligus anggota Management Committee di sana. Wanita yang sudah bekerja selama 11 tahun di perusahaan kosmetik itu pun mengungkap seluk beluk dunia HRD juga strategi mereka dalam membangun para pekerja, termasuk di masa pandemi.

Yenita Oktora sendiri pertama kali bergabung dengan L'Oreal sebagai Recruiment & Integration Manager di 2010. Ia kemudian beberapa kali berkesempatan untuk ditempatkan di luar negeri, seperti Shanghai, Hong Kong, dan Singapura sebelum kembali di Indonesia untuk memimpin tim HR.

yenita oktorayenita oktora Foto: Dok. L'Oreal Indonesia

Dalam wawancara yang dilakukan virtual, lulusan Sarjana Psikologi Universitas Indonesia itu pun menjelaskan pentingnya divisi HRD. Dikatakan jika tempat kerjanya sendiri memiliki prinsip bahwa perusahaan bukanlah tembok dan mesin tapi orang-orang. Karena itu, timnya berperan dalam menjembatani antara bisnis dan pekerja sehingga penting untuk bisa mengerti mereka.

"Kami yakin perusahaan tidak bisa bergerak kalau nggak punya sentral yakni manusia yang tepat. Jadi HR itu fungsinya menjembatani antara bisnis dengan karyawan, memfoster karyawan. Inisiatif dan anjuran dari tim kami kepada (tim) bisnis itu semua didasarkan pada kebutuhan bisnis dan manusia supaya bisa sama-sama produktif mengembangkan L'Oreal," ujarnya.

Banyak orang tertarik untuk menjadi bagian dari tim HRD. Tapi sebagian meragukan diri mereka karena tidak datang dari latar belakang psikologi. Meski Yenita sendiri lulusan studi psikologi, ia menyangkal jika hal tersebut menjadi sebuah keharusan atau standar karena rekan-rekannya banyak yang berasal dari jurusan lain bahkan teknik.

Jika bukan lulusan psikologi, apa yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai HRD? Yenita mengatakan jika mereka harus punya minat besar dalam mengurus orang.

yenita oktorayenita oktora Foto: Dok. L'Oreal Indonesia

"'You have to work for people, jadi harus punya interest besar terhadap orang karena kita akan membela orang, 'people is my business' jadi orang-orang di L'Oreal harus punya passion untuk orang, bagaimana orang ini berpikir, apa yang dia mau, apa dia akan happy, bagaimana kita mengembangkan dia, jadi semua berkisar tentang bagaimana kita men-develop orang. Itu kualitas pertama," kata ibu satu anak itu.

Kualitas lain yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas HRD dengan baik adalah kemampuan mendengarkan. "Kita harus dengerin orang setiap hari, itu sangat penting agar kita bisa mulai melihat apa yang dibutuhkan, cara membicarakan kekhawatiran dan pengembangannya,"

"Hal itu bisa dipakai di hal-hal lain misalnya saat kita ngobrol dengan orang bisnis tentang mereka butuh orang yang seperti apa, kita rekrut yang bagaimana, apa kekhawatirannya. Kemampuan mendengarkan dan passion for people nomor satu sisanya bisa dipelajari," kata Yenita yang juga seorang freelance coach ini.

(ami/ami)