7 Metode Belajar yang Bisa Diterapkan Guru di Masa Pandemi Corona

Eny Kartikawati - wolipop Minggu, 08 Agu 2021 19:00 WIB
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Rawa Badak Selatan 01, Jakarta, dilakukan secara daring. Siswa diajak mengenal guru dan sekolah via online. Metode belajar yang bisa diterapkan guru pada masa pandemi Corona. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sudah lebih dari setahun murid-murid menjalani sistem pembelajaran jarak jauh alias secara online. Berbagai kendala pun kerap terjadi baik di sisi murid maupun guru.

Dan baru-baru ini viral curhatan seorang orangtua murid karena berhadapan dengan guru sekolah yang otoriter di Bogor, Jawa Barat. Sang guru dianggap hanya memberikan tugas kepada murid tanpa memberikan penjelasan. Guru tersebut juga memberikan tugas yang banyak pada murid setiap harinya dengan alasan mengejar kurikulum.

Saat sang orangtua murid memberikan masukan, yang terjadi kemudian orangtua tersebut dikeluarkan oleh guru dari grup WhatsApp sekolah. Sang guru seolah tidak mau mendengarkan masukan dari pihak orangtua murid.

Pada masa pandemi Corona ini, apakah memang guru dikejar oleh kurikulum yang ditetapkan pemerintah? Melihat pada kasus yang viral, guru dan pemerhati pendidikan Nunik Rahmania mengatakan pada dasarnya pemerintah sudah memberikan ruang bagi sekolah dan guru untuk menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran itu sendiri. Metode yang diterapkan harus yang menyenangkan dan membahagiakan baik untuk guru dan murid.

Nunik Rahmania, pemerhati pendidikan dan guru SD Islam LazuardiNunik Rahmania, pemerhati pendidikan dan guru SD Islam Lazuardi Foto: Dok. Pribadi

Berikut penjelasan Nunik Rahmania, guru SD Islam Lazuardi, Cinere, Depok terkait tujuh metode belajar yang bisa diterapkan guru dan sekolah di masa pandemi Corona:

1. Project Based Learning

Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar agar lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama.

Metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

2. Metode Belajar Daring

Metode ini memanfaatkan jaringan online, dan bisa membuat para siswa kreatif menggunakan fasilitas yang ada, seperti membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Metode ini sangat cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

3. Luring Method

Luring method adalah model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku.

Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protokol ketat new normal. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini.

Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak terlalu sulit saat disampaikan kepada murid. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang atau tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung untuk sistem daring.

4. Metode Belajar Home Visit

Home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit ke rumah murid dalam waktu tertentu. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada murid bisa tersampaikan dengan baik, karena materi pelajaran dan tugas langsung terlaksana dengan baik dibawah bimbingan guru.

5. Metode Kurikulum yang Terintegrasi

Metode Integrated Curriculum atau kurikulum yang terintegrasi akan lebih efektif bila belajar disesuaikan dengan projek yang ingin dicapai, yang mana setiap kelas akan diberikan projek yang relevan dengan mata pelajaran terkait. Dalam metode ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran saja, namun juga mengaitkan materi pembelajaran dari mata pelajaran lainnya.

Dengan menerapkan metode ini, selain pelajar yang melakukan kerjasama dalam mengerjakan projek, guru lain juga diberi kesempatan untuk mengadakan team teaching dengan guru pada mata pelajaran lainnya. Integrated curriculum bisa diaplikasikan untuk seluruh pelajar yang berada di semua wilayah (hijau, kuning atau merah), karena metode ini akan diterapkan dengan sistem daring. Jadi pelaksanaan integrated curriculum ini dinilai sangat aman bagi pelajar.

6. Blended Learning: Gabungan Daring dan Tatap Muka

Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain. Metode ini efektf untuk meningkatkan kemampuan kognitif para pelajar.

7. Pembelajaran Melalui Radio

Pembelajaran melalui radio menjadi inovasi pembelajaran masa pandemi covid-19 di kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Metode ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Radio Sukses yang merupakan radio pemerintah daerah.

Metode pembelajaran melalui radio menjadi salah satu cara dalam mengatasi kesulitan akses internet dan solusi bagi orangtua murid yang tak memiliki telepon pintar (smartphone). Pembelajaran dilakukan oleh guru yang berkompeten bersama murid yang menjadi model dan juga interaktif bersama murid yang menjadi pendengar. Untuk jenjang PAUD dilaksanakan setiap hari Rabu dengan sistem CERIBEL (Cerita Sambil Belajar), jenjang SD setiap hari Selasa, dan jenjang SMP setiap hari Sabtu.

Mengingat wabah pandemi covid-19 yang tidak tahu pasti kapan berakhirnya, metode pembelajaran tersebut di atas menurut Nunik Rahmania yang sudah berpengalaman menjadi guru selama 16 tahun bisa dijadikan opsi untuk para murid, guru dan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung. Tanpa cemas dengan kejar mengejar kurikulum atau orangtua yang resah dengan keteteran.



Simak Video "Kisah Guru dan Murid di Jakarta Timur Menikah Jadi Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)