Curhat Wanita Putuskan Berhenti Kuliah Kedokteran Setelah Hampir Bunuh Diri

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 23 Jul 2021 17:00 WIB
An Asian girl is indoors in a hospital room. She is wearing casual clothing. An Asian female doctor wearing medical clothing is checking her heartbeat with a stethoscope. Foto: Getty Images/PixelCatchers
Jakarta -

Tak hanya kepintaran, menjadi dokter tampaknya juga butuh mental yang kuat. Seorang mantan mahasiswa kedokteran pun mengungkap keputusannya untuk berhenti kuliah karena mementingkan kesehatan jiwanya. Wanita itu mengaku jika tekanan yang dirasakan selama belajar membuatnya terpikir bunuh diri hingga akhirnya memutuskan untuk menyudahi saja.

Seorang wanita bernama Adiaha Ibibio mengungkap pengalamannya kuliah kedokteran. Wanita asal Nigeria tersebut mengaku bahwa berhenti belajar di jurusan favorit tapi sulit itu adalah keputusan terbaiknya. Melalui sejumlah cuitan di Twitter, Adiaha ingin mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa kuliah tidak seharusnya merenggut kesehatan mental seseorang.

"Keluar dari kuliah kedokter adalah salah satu keputusan terbaikku. Aku tenggalam dan hampir di titik ingin bunuh diri karena tekanan di antara hal-hal lain yang menyesakkan kehidupanku. Tidak ada jurusan yang sepadan dengan kesehatan mental atau hidunpmu," tulis pemilik akun @dababywithaS itu.



Curhatan Adiaha pun mendapat simpati dari banyak netizen. Banyak dari mereka yang berterimakasih karena wanita itu telah mengungkap bahwa dunia kedokteran bisa sangat menyita kesehatan mental. Adiaha sendiri mengaku mengagumi mereka yang bisa bertahan. Meskipun tahu akan mengecewakan keluarga, ia memilih menyelematkan diri sendiri.

"Aku mengagumi ketahanan dan kekuatan mereka. Aku sendiri tidak bisa bertahan lagi. Lebih baik kembali kepada keluarga sebagai kekecewaan dari pada dalam peti mati. Mereka akan melupakan pada akhirnya," tulis saat membalas komentar netizen.

Tak dipungkiri jika Adiaha pernah merasa malu dengan teman-temannya yang lain. "Aku masih merasa malu kadang-kadang ketika aku melihat teman-temanku yang mulai bersama-sama masih berlanjut. Tapi sejujurnya aku lega. Aku tidak berpikir aku masih hidup sekarang jika aku tetap lanjut. Aku sudah siap untuk mencabut hidupku saat itu," lanjutnya.

Wanita muda itu pun kembali menekankan pentingnya untuk merasa bahagia saat belajar dan nantinya bekerja. "Aku sangat benci bahwa orang-orang mengorbankan kesehatan mental mereka hanya untuk bertahan hidup. Apa gunanya hidup jika dia ada kebahagiaan dalam pekerjaan di tangan kita? Aku sebenarnya senang jika banyak orang sekarang memprioritaskan kesehatan mental mereka," lanjutnya.

(ami/ami)