Maudy Ayunda Juga Pernah Ditanya Kapan Kerja, Begini Jawabannya

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 17 Jun 2021 19:15 WIB
Maudy Ayunda Maudy Ayunda. Foto: Instagram/@maudyayunda
Jakarta -

Maudy Ayunda sering dikagumi karena kepintarannya. Wanita yang dikenal sebagai aktris dan penyanyi itu belum lama ini lulus dari Universitas Stanford dengan dua gelar sekaligus yakni Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA). Bahkan dengan prestasi akademis dan eksistensinya di dunia hiburan, Maudy pun pernah 'kapan kerja'. Lalu bagaimana wanita 26 tahun itu menjawabnya?

Bertanya 'kapan kerja' menjadi salah satu 'basa-basi' orang Indonesia yang dianggap mengganggu. Tak disangka seorang Maudy Ayunda pun pernah dilemparkan pertanyaan yang sama. Dalam sebuah video yang viral baru-baru ini, Maudy menganggap hal itu lucu karena ia dikira tidak bekerja yang sebenarnya sebab tidak dilakukan di kantor.

Dalam video, Maudy Ayunda menjelaskan bahwa dalam sebuah perkumpulan, ia bertemu seseorang yang menyapa dan menanyakan kapan ia akan kerja 'beneran'. Awalnya pemilik nama asli Ayunda Faza Maudy itu tidak mengerti apa yang dimaksud orang tersebut sebelum menyadari jika profesinya selama ini tidak dianggap pekerjaan betulan bagi sebagian orang.

@trinityoptimap

"Oh aku sih udah kerja terus dari kemarin juga lagi sibuk-sibuknya," jawab Maudy. "'Nggak, maksudnya kerja yang beneran, kerja kantoran.' Oh My God, kadang-kadang lucu gitu sih bahwa we face people yang menganggap bahwa pekerjaan kita kurang valid, kurang important, and all those things. It's just interesting ya mudah-mudahan orang bisa mengubah perspektif mereka," ujar kata wanita yang menempuh studi S1 di Universitas Oxford tersebut dalam video yang diunggah Trinity Optima.

Dalam berbagai kesempatan Maudy pun sering mengungkap pendapatnya mengenai pentingnya pendidikan. Meskipun seorang wanita akan berakhir menjadi ibu rumah tangga menurutnya ilmu mengejar akademis tetap penting diutamakan.

Dalam video lain Maudy Ayunda mengungkap pentingnya pendidikan bagi wanita . "It's human right, it's a tool for self actualization untuk setiap orang berpikir kritis dan bisa jadi individu yang berpikir untuk dirinya sendiri yang semua berhak itu including women right? Dari sisi makro, perempuan jadi poin di mana kita tuh akan sangat dekat dengan anak-anak dengan generasi masa depan. So its important for us to be able to teach our children as well jadi dua alasan itu," ujarnya.

(ami/ami)