Jadi Kontroversi, Lulusan Kampus Bergengsi Melamar Kerja Jadi Pengasuh

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 04 Jun 2021 19:00 WIB
ilustrasi pengasuh Foto: iStock
Jakarta -

Cari pekerjaan jadi semakin menantang sejak masa pandemi Corona. Banyak orang yang harus putar otak untuk menghasilkan uang dan terpaksa mengesampingkan minat atau rencana awal. Seorang wanita pun jadi perdebatan karena statusnya sebagai lulusan universitas bergengsi tapi melamar sebagai nanny atau pengasuh anak. Hal ini dianggap sebagai tanda ketatnya persaingan tapi banyak pula yang mengatakan dia buang-buang talenta.

Sebuah perusahaan penyalur jasa asisten rumah tangga di Shanghai, China baru-baru ini merilis resume salah satu kandidat pengasuh. CV wanita itu pun mengejutkan netizen ketika membaca latar belakang pendidikannya. Tertulis bahwa ia adalah lulusan Tsinghua University yang dikenal merupakan salah satu kampus bergengsi di sana.

Dalam CV-nya sudah disunting, wanita 29 tahun itu bergelar S1 dari universitas yang tahun lalu ada di urutan 15 sebagai yang terbaik menurut QS World University Rankings. Tak diketahui jurusan apa yang dipelajarinya tapi disebutkan jika ia bisa berbahasa Mandarin dan Inggris. Selain kemampuan akademis, ia juga pandai memasak yang makanannya telah mendapat pengakuan dari banyak keluarga.

Jadi topik perbincangan di media sosial, komentar netizen pun beragam. "Tolong ingat bahwa kampus-kampus paling bergengsi, seperti Tsinghua dan Peking melatih orang-orang yang seharusnya bisa membuat perubahan pada bangsa kita dan membawa manfaatkan kepada orang-orang. Bukankah bekerja sebagai tutor keluarga buang-buang talenta?"

kontroversi lulusan kampus bergengsikontroversi lulusan kampus bergengsi Foto: Dok. Handout via SCMP

"Fakta bahwa seorang lulusan Tsinghua akhirnya bekerja sebagai tutor keluarga adalah hasil dari ketatnya persaingan di lapangan kerja,"

Dilansir SCMP, ia menuliskan kisaran gaji yang diinginkan sekitar 35 ribu yuan atau sekitar Rp 78 jutaan per bulan. Manajer dari penyalur ART itu pun telah mengonfirmasi bahwa ia sudah di-booked oleh seorang klien.

Manajer juga mengungkap jika wanita tersebut bukan satu-satunya orang pintar yang mencari kerja sebagai pengasuh atau tutor anak. "Orang-orang bertalenta seperti dia itu langka tapi dia bukan satu-satunya. Kami juga ada pengasuh-pengasuh bergelar S2, termasuk mereka yang lulus dari universitas luar negeri," katanya.

Karena itu, banyak netizen yang akhirnya memahami keputusannya untuk mengesampingkan gengsi. "Dia bukan pengasuh biasa. Dia pada dasarnya adalah guru privat," "Lihat bayarannya. Sangat tinggi bahwa dia mendapatkan selevel manajer senior di perusahaan. Aku iri dengannya," tulis netizen.

Pekerjaan yang akan dijalani wanita itu memang bukan seperti pengasuh biasa. Selain merawat anak majikannya, ia juga bertanggung jawab untuk membantu belajar. Karena itu, butuh kemampuan yang lebih tinggi terlebih untuk jika anak belajar di sekolah bergengsi atau internasional atau mempersiapkan diri untuk ke luar negeri. Meski pekerjaannya sebagai guru privat, para tutor ini umumnya ikut tinggal di rumah keluarga yang diasuhnya.

(ami/ami)